SYL Ungkap 4 Pilar Keberhasilan Bantaeng

SYL Ungkap 4 Pilar Keberhasilan Bantaeng
Bantaeng kini berusia 759 tahun dengan ditetapkannya melalui Peraturan Daerah Nomor 28 Tahun 1999, bahwa sangat tepat Hari Jadi Bantaeng ditetapkan pada tanggal 7 bulan 12 tahun 1254. Tahun 1254 dalam atlas sejarah Dr. Muhammad Yamin, telah dinyatakan wilayah Bantaeng sudah ada. Ketika kerajaan Singosari di bawah pemerintahan Raja Kertanegara memperluas wilayahnya ke daerah timur Nusantara untuk menjalin hubungan niaga pada tahun 1254-1292. Penentuan autentik Peta Singosari ini jelas membuktikan Bantaeng sudah ada dan eksis ketika itu.

Hari Jadi Bantaeng ke-759 diperingati hari ini (Red. : 8 Desember 2013) di Kawasan Reklamasi Pantai Seruni Bantaeng dalam suasana khidmat dan penuh kegembiraan. Diawali acara defile menyusuri jalan-jalan protokol Bantaeng. Menampilkan kreasi dari masing-masing instansi dan masyarakat umum.

Peringatan kali ini dihadiri oleh Gubernur Sulawesi Selatan (DR. H. Syahrul Yasin Limpo, SH, M.Si, MH), Wakil Bupati Gunung Kidul (Himmawan Wahyudi), Bupati Jeneponto terpilih (Ikhsan Iskandar), Direktur Lem Satker Ditjen Binalattas (Khairul Anwar), Direktur Jendral Pembinaan, Pelatihan, dan Produktivitas Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi Republik Indonesia (Abd. Wahab Bangkona), Direktur Pusat Teknologi Industri Proses Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (Dr. Dra. Nadirah, M. Sc) serta sejumlah investor dari dalam dan luar negeri.

Dalam sambutannya, Bupati Bantaeng (Prof. DR. Ir. H. M. Nurdin Abdullah, M.Agr) mengemukakan rasa optimismenya terhadap kemajuan Bantaeng pada tahun mendatang. Bantaeng kini dijadikan daerah tujuan Study Lapang. Berbagai daerah di Indonesia telah datang ke Bantaeng dan terus berdatangan sampai hari ini. Kesmeuai tu merupakan Rahmat dari Yang maha Kuasa yang sebelumnya tidak pernah dibayangkan. Sebelumnya Bantaeng hanya kota kecil yang sama sekali tidak dikenal. Kini jauh meninggalkan daerah lainnya melalui percepatan pembangunan di segala sektor. Momentum ini amat berharga dengan hadirnya para tamu kehormatan yang siap menanamkan modalnya di Kabupaten Bantaeng.

Dalam kesempatan tersebut, H. M. Nurdin Abdullah memberikan penghargaan kepada 4 investor yang telah menyatakan kesiapannya berinvestasi yakni :
  • PT. Titan Mineral Utama
  • PT. Mega Power Makmur
  • PT. Bakti Bumi Sulawesi
  • PT. Cinta Jaya
Disamping itu, penghargaan diberikan pula kepada tokoh berprestasi terhadap pembangunan Kabupaten Bantaeng yakni :
  • Ketua Tim Penggerak PKK Kab. Bantaeng (Ir. Hj. Liestiati F. Nurdin, M.Fis)
  • Mantan Wakil Bupati Bantaeng Periode 2008-2013 (Drs. H. A. Asli Mustadjab)
  • Tokoh pejuang (Kr. Latippa)
  • Kadis. Kebudayaan dan Pariwisata Kab. Bantaeng (H. A. Asri Syahrun)
  • Tokoh Pendidikan (K. H. M. Nuh. Khaeruddin)
  • Camat Pa’jukukang (Ahmad Salam)
  • Tokoh Brigade Siaga Bencana (dr. Farlis Wahab)
  • Pemrakarsa Pertanian Sistem Legowo 21 (DR. Muchtar A. Nawir)
Dengan Pelestarian Budaya Daerah, Kita Tumbuhkan Kearifan Lokal dalam Mendukung Kabupaten Bantaeng sebagai Pusat Pertumbuhan Ekonomi Baru di Kawasan Selatan Propinsi Sulawesi Selatan merupakan tema yang diusung dalam peringatan Hari Jadi Bantaeng ke-759. Budaya daerah amat perlu kita lestarikan, bukan saja untuk mengingat masa lalu. Ketika diramu dengan kreatifitas yang mumpuni akan mampu menumbuhkan perekonomian daerah melalui sektor pariwisata. Demikian diungkapkan Syahrul Yasin Limpo (SYL).

Keberhasilan Propinsi Sulawesi Selatan tidak terlepas dari keberhasilan Kabupaten Bantaeng. Energi Sulawesi Selatan sebagai Propinsi terdepan di Indonesia, salah satunya datang dari Bantaeng yang kini mengarah ke kota Industri. Berbagai mega proyek dilaksanakan di kota ini dengan nilai investasi trilyunan. Industri pupuk, industri pengolahan nikel dan pembangkit listrik tenaga mikro hidro merupakan proyek besar yang akan meningkatkan Pendapatan Asli Daerah Kabupaten Bantaeng. Tentunya akan meningkatkan pula PAD Propinsi Sulawesi Selatan.

Semua yang telah dicapai Bantaeng merujuk pada 4 pilar utama sebagai penggambaran masyarakat Bugis-Makassar. Gubernur Sulawesi Selatan menguraikan ke-4 pilar tersebut, yakni :
  • Religius. Pemimpin yang taat beragama, menjalankan Shalat 5 waktu sehari semalam menggambarkan itikad yang baik pada dirinya. Demikian pula penganut agama non-muslim. Pelaksanaan ibadah yang sesuai dengan ketentuan agamanya akan mengarahkan pribadinya ke jalan yang baik dan lurus dalam menjalani kehidupan sehari-hari.
  • Karakter yang baik. Penggambaran seseorang untuk dapat dijadikan suri teladan bagi masyarakat, melahirkan jiwa pemimpin yang peduli terhadap kepentingan umum.
  • Cerdas. Bukan sekedar orang pintar yang dibutuhkan dalam mengelola daerah dengan keberagaman yang begitu kompleks di dalamnya. Kecerdasanlah yang mampu mengefektifkan setiap langkah pembangunan.
  • Giat. Modal besar bukan satu-satunya jaminan dalam mencapai kesuksesan. Bekerja keras dalam mendorong keikutsertaan segenap elemen yang ada patut digalakkan oleh semua pemimpin di Indonesia. Perbedaan pilihan seringkali menghalangi terciptanya kerja sama yang baik dalam menumbuhkan perekonomian.
Bantaeng memiliki 4 pilar tersebut, sehingga Bantaeng yang dulunya dianggap tertinggal mampu terlepas dari jerat predikat daerah tertinggal. Hal ini dibuktikan Bantaeng dengan hadirnya sejumlah investor di daerah ini. Investor dimudahkan untuk masuk berinvestasi melalui pelayanan perizinan yang cepat serta tanpa pungutan biaya apapun. Semoga Bantaeng semakin melaju, esok kita menapak hari yang cerah. Selamat merayakan Hari Jadi Bantaeng ke-759, tambah SYL.

SYL Ungkap 4 Pilar Keberhasilan Bantaeng-1 SYL Ungkap 4 Pilar Keberhasilan Bantaeng-2 SYL Ungkap 4 Pilar Keberhasilan Bantaeng-3 SYL Ungkap 4 Pilar Keberhasilan Bantaeng-4 SYL Ungkap 4 Pilar Keberhasilan Bantaeng-5

STQ IV and Kemenag EXPO 2013 BONTHAIN

STQ IV and Kemenag EXPO 2013 BONTHAIN
BONTHAIN tak henti-hentinya melaksanakan event-event besar selama kurun waktu 5 tahun terakhir. Alhasil, pesona Kabupaten Bantaeng mampu menggaet wisatawan Lokal maupun Mancanegara yang menjadikannya sebagai salah satu Kota Tujuan, khususnya di wilayah selatan-selatan Propinsi Sulawesi Selatan. Dalam memperkuat pembinaan keagamaan, Pemerintah Kabupaten Bantaeng melalui Bagian Kesejahteraan Rakyat, Bina Mental dan Spiritual Sekretariat Daerah Kabupaten Bantaeng melaksanakan ajang Seleksi Tilawatil Qur'an (STQ) 2013 tingkat Kabupaten Bantaeng.

Kegiatan STQ dirangkaikan pula dengan Pameran bertajuk Kementerian Agama EXPO 2013 Kabupaten Bantaeng yang diprakarsai oleh Kantor Kementerian Agama Kabupaten Bantaeng. Panitia Pelaksana mengungkapkan, "Ratusan Qari, Qariah, Hafidz dan Hadifzah dari 8 Kecamatan akan meramaikan STQ 2013 tingkat Kabupaten Bantaeng".

Hari ini, pembukaan akan dilaksanakan pukul 19:30 Wita. Sementara yang akan membuka kegiatan ini adalah Bapak Bupati Bantaeng (H. M. Nurdin Abdullah). Dalam rangkaian pembukaan nanti, akan dilantik dewan hakim yang akan menilai para kafilah STQ. Mereka yang terpilih akan bersaing pada event MTQ berikutnya.

Kedua kegiatan ini rencananya akan berlangsung selama 4 hari (18-21 Maret 2013), bertempat di Kawasan Reklamasi Pantai Seruni Bantaeng. Kementerian Agama EXPO 2013 Kabupaten Bantaeng berbagai sekolah di Kabupaten Bantaeng, antara lain :
  • MIS Guppi Bulu-bulu
  • MIS Biring Ere
  • MIS YAPNI Bonto Tappalang
  • MIS Ma'arif Batu Labbu
  • MIS Ma'arif Bakarayya
  • MIS Ma'arif Cedo
  • MIS Ma'arif Borong Kapala

  • MIN Dampang

  • MTs. Muhammadiyah Ereng-ereng
  • MTs. Guppi Biangloe
  • MTs. Sinoa
  • MTs. Ma'arif Lasepang
  • MTs. Nahdlatut Thawalib Tompong
  • MTs. Ma'arif Tumbel Gani
  • MTs. Ma'arif Panaikang
  • MTs. N. Gantarang
  • MTs. Muhammadiyah Panaikang
  • MTs. Banyorang
  • MTs. Al-Muta'allim
  • MTs. As'adiyah Pattiro Labbo
  • MTs. Ma'arif Puro'ro
  • MTs. Ihya Ulumuddin
  • MTs. Almurahamah Banyorang
  • MTs. As'adiyah Ereng-ereng

  • MA Guppi Biangloe
  • MA Muhammadiyah Panaikang
  • MA Ma'arif Lasepang
  • MA Muhammadiyah Ereng-ereng
  • MA Ihya Ulumuddin
  • MA Muhammadiyah Bantaeng

  • Pesantren Syekh Muhammad Ja'far
  • Pon-Pes Al-Furqan Putri
  • Pon-Pes Riyadus-Shalihin Putra
  • Pon-Pes DDI Mattoanging
  • Pon-Pes Madrasatul Qur'an Hasyim Asy'ari
  • Cendekia Islamic School

  • Bimbingan Masyarakat Islam
  • Seksi Penyelenggaraan Hak dan Umrah
  • Seksi PD Pontren
  • Dharma Wanita Persatuan Kemenag Kab. Bantaeng
  • dll
Hadir pula instansi terkait di bawah pengawasan Kementerian Kabupaten Bantaeng serta para pelaku Usaha Kecil dan Menengah yang siap memanjakan para pengunjung. Diharapkan dari event EXPO tersebut, roda perekonomian di Kabupaten Bantaeng semakin berkembang pesat. Warga dari kota tetangga akan terus berdatangan membelanjakan uangnya di BONTHAIN. Peluang ini harus ditangkap oleh para pengusaha di daerah ini untuk menciptakan ide-ide kreatif agar para pengunjung betah dan selalu rindu untuk datang ke BONTHAIN.
STQ IV and Kemenag EXPO 2013 BONTHAIN-1 STQ IV and Kemenag EXPO 2013 BONTHAIN-2 STQ IV and Kemenag EXPO 2013 BONTHAIN-3 STQ IV and Kemenag EXPO 2013 BONTHAIN-4 STQ IV and Kemenag EXPO 2013 BONTHAIN-5

Nurdin jemput Aspirasi

Nurdin jemput Aspirasi
Menjelang pesta demokrasi di BONTHAIN, Tim Pemenangan mulai mensosialisasikan masing-masing kandidat pasangan Calon Bupati dan Wakil Bupati yang didukungnya. Hasil verifikasi KPU BONTHAIN menetapkan 4 (empat) pasangan Calon Bupati dan Wakil Bupati yang akan bertarung pada Pilkada BONTHAIN dalam meraih kursi terpanas di daerah ini untuk memimpin masyarakat BONTHAIN periode 2013-2018 mendatang. Adapun kandidat dimaksud (click below to vote) yakni :
1. (No. Urut 1) JABAL NUR JUMAIN - MANSUR TJONGKENG
2. (No. Urut 2) ANDI NURJAYA - M. IDRUS HAMJAL
3. (No. Urut 3) NURDIN ABDULLAH - MUHAMMAD YASIN
4. (No. Urut 4) RAHMAT RAHMAN - IMRAN MASSUALLE


Sebagai salah satu kandidat Pilkada BONTHAIN, Nurdin Abdullah (Nomor Urut 3) antusias menjemput aspirasi masyarakat melalui kegiatan jalan santai bersama keluarga dekatnya. Kegiatan ini telah dilakukannya hampir setiap hari selama kurun waktu 5 (lima) tahun terakhir. Menjelang Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Bantaeng Periode 2013-2018 yang akan dilaksanakan pada tanggal 17 April 2013 mendatang, Nurdin Abdullah (incumbent) bersama isterinya Lies Fachruddin, gencar mengunjungi warga BONTHAIN. Diharapkan dari kegiatan ini, kami dapat merealisasikan program-program berikutnya yang lebih cemerlang dengan melihat dan mendengar langsung kebutuhan masyarakat pada level bawah hingga level yang lebih tinggi. Menyikapi hal tersebut, The DR menyambangi kampung-kampung pinggiran BONTHAIN dan mendengar langsung usulan masyarakat.

Apa yang kami lakukan tidaklah sepenuhnya Kampanye. Disamping mensosialisasikan Nomor Urut 3 (tiga), kami meyakinkan warga bahwa Nurdin Abdullah masih bersemangat untuk memajukan BONTHAIN. Tidaklah logis kiranya kami meninggalkan BONTHAIN dalam kondisi setengah jalan. Perubahan BONTHAIN terjadi bergitu cepat dan pesat. Hal ini berkat dukungan masyarakat bersama-sama Pemerintah dalam berpikir dan bekerja sepenuh hati. Demikian diungkapkannya di salah satu Posko Pemenangan Timnya (DR Community) sambil mengacungkan jarinya menyerupai simbol Metallica.

Dihadapan Tim Ambae.exe, Nurdin Abdullah menjelaskan makna simbol tersebut. Simbol ini merujuk pada Nomor Urut 3 (tiga). Satu hal perlu dipahami pendukung kami, bahwa METAL diartikan sebagai Meta Total. Meta berasal dari Bahasa Makassar yang bermakna menang. Ditambahkan lagi, The Doctor mengajak pendukungnya untuk mencoblos Nomor 3. Kalau tidak puas dengan nomornya, tusuk kami sekali saja.

Nurdin jemput Aspirasi-1

Nurdin jemput Aspirasi-2

Nurdin jemput Aspirasi-3

Nurdin jemput Aspirasi-4

Nurdin jemput Aspirasi-5

Nurdin jemput Aspirasi-6

Nurdin jemput Aspirasi-7

Jokowi dan BONTHAIN

Jokowi dan BONTHAIN
Didambakan sebagai idola seluruh masyarakat pada semua tingkatan hingga kalangan bawah. Popularitas Jokowi langsung melejit bak artis lagi naik daun. Kesehariannya lebih banyak diisi dengan mengunjungi masyarakatnya sebagai bentuk perhatian penuh seorang pemimpin untuk menampung tiap masukan dan saran yang diharapkan memunculkan ide-ide kreatif ke arah peningkatan pembangunan yang lebih baik. Jokowi bukanlah pemimpin biasa, pribadinya adalah sebuah pencerminan masyarakat berbalut status pemimpin yang berharap kemajuan.

Bukan hanya Jakarta yang memiliki Jokowi, Indonesia Timur pun punya Jokowi. Sosok yang sama dimiliki seorang H. M. Nurdin Abdullah. Menilik masa jabatan dari keduanya, The Doctor (sapaan Nurdin Abdullah) lebih awal dibandingkan Jokowi. Perbedaannya pada tingkatan kawasan yang lebih kompleks, yang mana Jakarta merupakan kiblatnya Merah Putih. Sementara BONTHAIN hanyalah sebuah kota kecil yang jauh dari kota Metropolitan dan tersembunyi selama ratusan tahun silam. BONTHAIN muncul ke permukaan sejak tahun 2008 di bawah kepemimpinan Prof. DR. Ir. H. M. Nurdin Abdullah, M.Agr bersama sekutunya Drs. H. A. Asli Mustadjab.

Tidak berbeda, Nurdin Abdullah pun punya kebiasaan yang sama dengan Jokowi. Keduanya sama-sama berasal dari kalangan Businessman. Hal ini menjadi dasar penggambaran karakter pemimpin dalam mengarahkan daerah kekuasaannya melalui ide kreatif yang pastinya berbeda dengan karakter pemimpin lainnya. Karenanya, Nurdin dan Jokowi patut disejajarkan dalam berbagai hal. Kepeduliaannya terhadap masyarakat yang amat tinggi ditunjukkan melalui kunjungan kerjanya, sekaligus sebagai upaya efektif untuk mendengar rintihan rakyatnya di luar dari agenda Musrembang tiap tahunnya.

Dalam pengaplikasiannya, Nurdin Abdullah pada pekan terakhir bulan Januari 2013 ini, kembali melakukan kunjungan ke sejumlah sudut kota hingga desa di BONTHAIN. Memulai aktifitasnya, Nurdin Abdullah dan Ibu Ketua Tim Penggerak PKK Kab. Bantaeng (Lies Fachruddin) bersama-sama dengan komunitas Bike to Work (B2W) gowes BONTHAIN dengan mengendarai sepeda.

Di Kawasan Reklamasi Pantai Seruni Bantaeng, Nurdin melakukan Senam Pagi bersama para PNS lingkup Pemerintah Kabupaten Bantaeng. Kemudian bersama-sama para Kepala SKPD memantau perkembangan pembangunan Anjungan Pantai Seruni BONTHAIN. "Saat ini anjungan sudah dapat dinikmati sebagai sarana rekreasi alternatif oleh seluruh lapisan masyarakat tanpa dipungut biaya. Tingkat kunjungan terus meningkat setiap harinya, baik dari penduduk BONTHAIN maupun dari Bulukumba dan Jeneponto. Beberapa pekan terakhir ini, malah pengunjungnya meluas hingga Kabupaten/Kota lainnya. Tentunya, hal ini akan turut meningkatkan Pendapatan Asli Daerah. Masyarakat BONTHAIN, khususnya pedagang dan pengusaha ikut merasakan manfaatnya." Demikian disampaikan Bupati Bantaeng.

Nurdin Abdullah menambahkan, "Pengunjung di lokasi Anjungan Pantai Seruni BONTHAIN butuh fasilitas memadai agar mereka lebih betah berjam-jam menikmati pemandangan yang indah di kawasan ini. Bayangkan saja, ketika Anda menoleh ke Utara, nampak Gunung Lompobattang yang membentang luas menaungi kota ini. Lalu di si sisi Selatan, lautan nan luas dapat anda saksikan secara gratis. Sepintas pemandangan ini biasa, namun coba cermati, 5 tahun yang lalu pemandangan seperti ini belum bisa ditemui. Siapkan kamera Anda, Sunset di sore hari menjadi puncak penyaksian indahnya kawasan ini. Ke depannya, kami berharap di Anjungan ini dapat diisi dengan berbagai hiburan. Sehingga pengunjung akan semakin betah dan rindu untuk datang kembali ke BONTHAIN. Kehadiran pengunjung merupakan rezeki bagi pemilik Cafe atau pun pemilik usaha hiburan lainnya. Satu hal yang penting, semua elemen menyatu mengembangkan BONTHAIN, karena apa yang Anda lihat saat ini adalah buah karya dari kerja keras semua pihak."

Beranjak dari Anjungan Pantai Seruni, Nurdin Abdullah bersama rombongan memantau beberapa fasilias olah raga di BONTHAIN. Dalam kesempatannya, Pusat Olah Raga Futsal yang berada di bilangan Pa'bineang menjadi persinggahan lebih lama dari fasilitas lainnya. Nurdin Abdullah mengajak beberapa orang untuk menguji lapangan futsal tersebut. Fasilitas ini merupakan salah satu gelanggang yang dipersiapkan untuk menyukseskan event terbesar di Sulawesi Selatan, yakni Pekan Olah Raga Daerah (PORDA) XV yang dipusatkan di BONTHAIN pada tahun 2014 mendatang.

Berlanjut menyapa masyarakatnya, Nurdin Abdullah dan Lies Fachruddin mampir di Warkop Monginsidi di bilangan Be'lang Barat. Berdatangan dan singgah di lokasi tersebut, tokoh-tokoh masyarakat maupun masyarakat umum lainnya. Keluh kesah maupun masukan disampaikan langsung kepada pemimpinnya dalam bahasa lugas dan sederhana. Minum kopi bersama Bupati Bantaeng ibarat curhat kepada seorang teman. Sembari menikmati hidangan, Nurdin Abdullah kembali menegaskan "Saya bersama jajaran Pemerintahan akan selalu berusaha memajukan BONTHAIN. Masukan yang datangnya dari masyarakat akan senatiasa diselaraskan dengan kebijakan pembangunan. Semua yang telah dinikmati saat ini, harus kita jaga dengan baik. Menjaga yang baik-baik itu amatlah penting. Saya yakin, tidak seorang pun di BONTHAIN yang mau kota ini kembali terpuruk ke masa lalu. Kita harus terus beranjak dan maju. Kebangaan kota ini adalah bagian dari kepuasaan saya secara pribadi."

Jokowi dan BONTHAIN-1 Jokowi dan BONTHAIN-2 Jokowi dan BONTHAIN-3 Jokowi dan BONTHAIN-4 Jokowi dan BONTHAIN-5

The New Bantaeng Jilid 2

The New Bantaeng Jilid 2
Pemilihan Calon Bupati dan Wakil Bupati yang akan berlangsung di BONTHAIN, kini di depan mata. Para pasangan calon bersegera mendaftarkan dirinya ke Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Bantaeng. Tahapan PILKADA pun dimulai dan suasana politik rasanya akan lebih nampak. Namun demikian, hingga hari ini nuansa PILKADA di Butta Toa masih belum nampak jelas. Hampir di seluruh wilayah perkotaan maupun pedesaan, tidak terlihat Baliho maupun Spanduk dan media publikasi lainnya dari pasangan yang akan maju sebagai kandidat Bupati dan Wakil Bupati Bantaeng periode mendatang. Sementara di daerah tetangga seperti Jeneponto, telah ramai pertarungan sejak setahun silam. Menurut beberapa pihak, hal ini dianggap lebih baik. "Kota kita sudah bersih, janganlah dikotori lagi dengan baliho dan spanduk yang dipasang sembrono, karena dapat mengganggu pandangan dan sisi keindahan kota BONTHAIN. Apalagi mengotorinya dengan kecurangan permainan politik, dimana masyarakatlah korbannya." Demikian diungkapkan Hamsir, salah seorang tokoh masyarakat.

Dengan berjalan kaki sejauh ± 8,9 Km, hari ini (Red. : 7 Januari 2013) H. M. Nurdin Abdullah bersama pasangannya Asli Mustadjab mengunjungi KPU Bonthain untuk mendaftar sebagai Calon Bupati dan Wakil Bupati Bantaeng Periode 2013-2018. Masyarakat begitu antusias mendukung pendaftaran pasangan The New Bantaeng Jilid 2. Ratusan kendaraan roda dua dan roda empat beserta ribuan orang dari berbagai elemen turut serta mengantar. Rombongan mengawali langkahnya dari kediaman H. M. Nurdin Abdullah di Jalan Lingkar Barat (Kelurahan Bonto Atu). Selanjutnya bergerak menuju Masjid Raya (Jl. Raya Lanto Bantaeng) untuk menunaikan Shalat Dhuha dan kembali melakukan Long March menuju Kantor KPU Bonthain di Jl. A. Mannapping Bantaeng.

Masyarakat yang turut serta tersebut, kemudian menuju Kawasan Reklamasi Pantai Seruni untuk menikmati sajian santap siang bersama H. M. Nurdin Abdullah dan Asli Mustadjab. Berbagai jajanan telah disiapkan dan siap santap untuk menjamu ribuan pendukungnya. Saking banyaknya, macet pun tak terhindarkan di sejumlah jalan-jalan utama yang mengakibatkan arus kendaraan terhambat dari dan menuju Bulukumba-Makassar.

Harapan masyarakat BONTHAIN yang ditemui Tim BONTHAIN mengungkapkan, "Semoga PILKADA kali ini berjalan lebih lancar, aman dan tidak terjadi kecurangan apapun dalam proses pelaksanaannya. Kita semua harus fokus dalam pengembangan BONTHAIN. Bukannya semata-mata bertarung untuk kepuasan sejenak lalu terjadi perselisihan di antara masyarakat maupun dengan Pemerintah." (Responden non Pendukung H. M. Nurdin Abdullah dan Asli Mustadjab)

The New Bantaeng Jilid 2-1 The New Bantaeng Jilid 2 The New Bantaeng Jilid 2-3 The New Bantaeng Jilid 2-4 The New Bantaeng Jilid 2-5
Back To Top