Pasar Allu-Jeneponto Terbakar

Pendukung Jusuf Kalla Rela Kepanasan
Kebakaran kembali melanda bagian selatan Sulawesi Selatan. Kali ini kebakaran terjadi di Kabupaten Jeneponto. Kota yang terbilang luas yang menghubungkan Kabupaten Bantaeng dan Kota Makassar. Sebuah Pasar yang terletak di Kampung Allu Kecamatan Bangkala Kabupaten Jeneponto rata dengan tanah setelah dilalap api sejak pukul 15.00 Wita. Sampai berita ini diturunkan, belum diketahui penyebab kebakaran tersebut. Kru Pemadam Kebakaran Bantaeng yang tiba dari lokasi kejadian mengungkapkan bahwa timnya mengalami beberapa kendala dalam memadamkan api yang berkobar. Mengingat kondisi kekeringan yang dialami Butta Turatea-Jeneponto sepanjang tahun mengakibatkan susahnya supplai air bagi Mobil Pemadam Kebakaran.

Ratusan kios musnah dan rata dengan tanah, ratusan juta kerugian dialami para pedagang yang mendiami Pasar Allu tersebut. Kebakaran berlangsung beberapa jam akibat susahnya air. Dua mobil Pemadam Kebakaran Jeneponto tiba di TKP sekitar pukul 16.00 Wita tidak mampu membendung kobaran api yang terus melalap kios demi kios. Kondisi ini memaksa Pemadam Kebakaran Jeneponto meminta bantuan Pemadam Kebakaran Takalar. Sekitar satu jam kemudian, tibalah di lokasi kejadian 1 mobil Pemadam Kebakaran Takalar. Namun, api masih terus berkobar dan semakin membesar.

Tindakan preventif kembali diambil untuk mengantisipasi meluasnya lokasi kebakaran di sekitar area pemukiman. Pemadam Kebakaran Bantaeng pun dihubungi agar dapat mengerahkan bantuannya dalam memadamkan kebakaran tersebut. Pemadam Kebakaran Bantaeng dengan sigap merespon permintaan dimaksud dengan segera meluncur ke TKP dan tiba sekitar pukul 04.45 Wita. Sebanyak tiga mobil dikerahkan bersama dengan puluhan kru.

Ketiga regu Pemadam Kebakaran akhirnya berhasil menjinakkan api sekitar pukul 22.30 Wita. Namun kondisi pasar telah ludes akibat amukan si jago merah. Nasib naas dialami para pedagang di Pasar Allu. Barang dagangan yang sedianya dipersiapkan menyambut Lebaran tahun ini telah musnah dan tinggal puing-puing bangunan kios.Baju baru, celana baru, kopiah baru, sajadah baru dan berbagai jenis pakaian baru yang siap jual tak lagi bisa dinikmati warga sekitar Pasar Allu.

Terkapar diamuk Massa

Terkapar diamuk Massa-1
Kurang lebih 2 minggu terakhir ini, masyarakat Bonthain dihebohkan dengan isu keberadaan para penculik orang yang berkeliaran di wilayah Bonthain. Isu ini semakin berkembang, layaknya gosip tetangga dari mulut ke mulut cerita semakin dibumbui. Berbagai cerita bermunculan, ada yang beranggapan bahwa penculik mengincar organ tubuh manusia untuk diperjualbelikan. Namun, hal ini masih saja berupa isu. Akibat isu tersebut, masyarakat ketakutan. Orang tua merasakan kekhawatiran khususnya terhadap anaknya. Tidak seperti biasanya, siswa SMA sekalipun tidak luput dari pengawasan ketat orang tuanya. Hal ini ditandai dengan keaktifan orang tua mengantar dan menjemput anaknya dari dan ke sekolah. Jam belajar diperpanjang, sesi keluar rumah bagi sang anak dikurangi hanya untuk keperluan mendesak dan amat penting. Itu pun harus diantar orang tuanya ataupun keluarga dekat dan/atau temannya.

Di satu sisi, keuntungan dari isu ini adalah perilaku dan sikap yang ditunjukkan orang tua terhadap anaknya berubah drastis dari tidak peduli menjadi semakin sayang dan cinta terhadap anaknya. Di sisi lain, masyarakat dihantui ketakutan akan bahaya yang sewaktu-waktu mengancam keluarganya. Sikap masyarakat kemudian berbuah kewaspadaan. Gambar yang ditunjukkan merupakan korban amukan massa di Kampung Kaili, Kelurahan Bonto Jai, Kecamatan Bissappu, Kabupaten Bantaeng. Terjadi sekitar pukul 18.00-20.00 WITA tanggal 04 Pebruari 2011.

Oleh masyarakat, korban DISINYALIR merupakan pelaku dari sindikat penculikan anak dan orang dewasa akhir-akhir ini di wilayah Bantaeng. Lelaki paruh baya yang berusia ± 60 tahun ini mengalami luka berat dan nyaris sekarat akibat dikeroyok oleh massa yang geram dengan keberadaannya di wilayah mereka. Sampai informasi ini diturunkan, korban belum bisa dipastikan sebagai Pelaku, Tersangka atau pun apa statusnya oleh pihak berwajib. Sementara dengan kondisinya yang kian memburuk tersebut, pihak berwajib bersama dengan Tim Medis dari Brigade Siaga Bencana (BS) Bonthain merujuk korban ke Makassar untuk mendapatkan perawatan lebih lanjut.

Sebelumnya, korban diamankan di POLRES BANTAENG sampai pukul 22.30 WITA. Pihak berwajib mengambil tindakan tersebut sebagai langkah pengamanan terhadap korban dari amukan massa yang lebih parah lagi. Masyarakat Bantaeng pun kian dihebohkan dengan kejadian ini. Namun, perlu dipahami bersama bahwa masyarakat bersama semua unsur di dalamnya harus mengedepankan "Praduga Tak Bersalah". Betapa tidak, korban belum dapat diinterogasi mengingat kondisinya yang tidak stabil. Identitas berupa nama, alamat dan sebagainya belum dapat diketahui, termasuk kondisi kejiwaan korban.

Adapun kepastian status korban tersebut sebagai tersangka atau bukan, masyarakat diharapkan menunggu kesimpulan, keputusan dari hasil pemeriksaan/penyelidikan Pihak Berwajib. Hal penting yang harus dipahami dari kejadian ini sebagai berikut :
  • Jangan mudah terpancing isu yang belum pasti kebenarannya.
  • Berdo'a terhadap kesembuhan si korban.
  • Bersama-sama Kita serahkan dan menunggu keputusan pihak berwajib.
  • Tetap waspada.
  • Jangan terlalu fokus pada isu dan kejadian yang berkembang karena bisa saja pihak yang tidak bertanggung jawab memanfaatkan kejadian lainnya yang lebih parah semisal Pencurian karena masyarakat berbondong-bondong ke Polres Bantaeng, sementara rumahnya ditinggalkan dalam keadaan tak berpenghuni. Demikian halnya bahaya Kebakaran dan sebagainya.


Terkapar diamuk Massa-2

Terkapar diamuk Massa-3

Terkapar diamuk Massa-4

Terkapar diamuk Massa-5

Terkapar diamuk Massa-6


CPNS 2010 Bonthain

CPNS 2010 Bonthain-1
Menyongsong Hari Jadi Bantaeng yang ke-756, banyak kegiatan dilaksanakan di Bantaeng. Tak pelak, seluruh lapisan masyarakat ikut berperan serta dalam menyukseskan perayaan besar kota Butta Toa (Tanah Tua/Kota Tua) ini. Adapun puncak perayaannya jatuh pada tanggal 7 Desember 2010 mendatang.

Di sisi lain ribuan muda-mudi dari Bonthain maupun kota lainnya di sekitar Bonthain, sejak pagi hari ini mulai memadati Bonthain, khususnya Kantor BKD Kab. Bantaeng dab Kantor Pos Bantaeng. Meski kegiatan ini tidak begitu erat kaitannya dengan Hari Jadi Bantaeng. Namun, kiranya kehadiran muda-muda ini turut menyemarakkan suasana menjelang Hari Jadi Bantaeng ke-756. Bahkan menjadi ajang silaturahim sebelum pelaksanaan Hari Raya Idul Qurban yang Insya Allah jatuh pada Hari Kamis, 17 Nopember 2010 (berdasarkan Kalender Nasional).

Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) yang nantinya menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS) disibukkan dengan segala urusan administrasi sebagai kelengkapan berkas pendaftaran, khususnya di Kabupaten Bantaeng. Badan Kepegawaian Daerah Kabupaten Bantaeng mengumumkan Pendaftaran CPNS Formasi Tahun 2010 secara resmi melalui Surat yang ditandatangani Drs. Zainuddin, M.Si (Sekretaris Daerah Kab. Bantaeng) dengan Nomor 709/BKD/2010 Tanggal 13 Nopember 2010. Berdasar pada surat ini, Tim Bonthain segera mempublikasikannya melalui Blog yang amat sederhana ini demi kepentingan muda-mudi maupun kaum tua yang berkeinginan mengadu peruntungan sebagai CPNS/PNS Lingkup Pemerintah Kabupaten Bantaeng. Pada dasarnya informasi ini telah merebak dimana-mana sejak seminggu lalu. Namun Admin Bonthain menunggu pengumuman resmi dari BKD sebelum ON AIR dan dinikmati penghuni dunia maya. Dengan demikian setiap informasi yang diposting pada blog ini memiliki sumber yang dapat dipercaya dan dibuktikan berdasarkan arsip Tim Bonthain.

CPNS 2010 Bonthain-2
Setelah membahas perihal posting dan dasar posting, AMBAE/AYO/MARI membahas lebih jauh perihal CPNS/PNS Formasi Tahun 2010 di Kabupaten Bantaeng. Lagi-lagi berdasarkan surat resmi dari BKD Bonthain, berikut disajikan informasi lengkap formasi dimaksud.



Berkenaan dengan persyaratan yang ditentukan, beberapa hal penting harus diperhatikan calon pendaftar yakni :
A. Persyaratan Umum
  1. Warga Negara Indonesia.
  2. Bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa.
  3. Tidak berkedudukan sebagai CPNS/PNS Calon/Anggota TNI/POLRI.
  4. Tidak pernah diberhentikan dengan hormat atau tidak atas permintaan sendiri atau tidak dengan hormat sebagai PNS/TNI/POLRI atau diberhentikan dengan hormat sebagai pegawai swasta.
  5. Tidak pernah dihukum penjara atau kurungan berdasarkan putusan pengadilan.
  6. Memenuhi persyaratan kualifikasi (jenjang dan jurusan) yang sesuai dengan kebutuhan.
  7. Berkelakuan baik, sehat jasmani dan rohani.
  8. Melengkapi persyaratan lamaran berikut lampiran yang telah ditentukan.
  9. Bersedia ditempatkan di seluruh wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia.

B. Persyaratan Khusus
  1. Setiap lamaran harus ditulis tangan dengan tinta hitam dan ditanda tangani sendiri oleh pelamar dan bermaterai Rp 6.000,-. Diajukan kepada Bapak Bupati Bantaeng dengan mencantumkan jenis formasi jabatan yang akan dilamar dengan melampirkan :
    • Foto Copy Sah Surat Tanda Tamat Belajar/Ijazah yang telah dilegalisir/disahkan oleh pejabat yang berwenang sesuai PP No. 11 Tahun 2002.
    • Foto Copy Sah Transkrip Nilai Akademik yang telah dilegalisir.
    • Pas Photo Berwarna ukuran 3x4 cm sebanyak 3 (tiga) lembar.
  2. Bagi pelamar berpendidikan S2, S1, DIII dan DII, Indeks Prestasi Komulatif (IPK) minimal 2,75.
  3. Bagi pelamar berpendidikan SMU/SMK sederajat untuk formasi jabatan Pemadam Kebakaran memiliki standar nilai rata-rata 7 (tujuh) dan harus memiliki Sertifikat Diklat Pemadam.
  4. Syarat usia pelamar :
    Berusia serendah-rendahnya 18 (delapan belas) tahun dan setinggi-tingginya 35 (tiga puluh lima) tahun per 31 Desember 2010 dan/atau 40 (empat puluh) tahun per 31 Desember 2010, harus memiliki pengalaman kerja pada instansi Pemerintah atau Lembaga Swasta yuang berbadan hukum yang menunjang kepentingan nasional paling kurang 5 (lima) tahun pada 17 April 2002 secara terus-menerus hingga saat ini atau selama 13 tahun masa kerja.

C. TATA CARA PEMASUKAN BERKAS
  1. Berkas lamaran disusun rapi sesuai urutan (angka 1 Persyaratan Khusus) di atas dimasukkan dalam Snelhecter Plastic (Business File) ditulis Nama, Alamat, Nomor Handphone, Nama Jabatan yang diinginkan dan Pendidikan Terakhir dengan huruf BALOK/KAPITAL.
  2. Warna Map Snelhecter Plastic yakni :
    • BIRU untuk Tenaga Guru.
    • KUNING untuk Tenaga Kesehatan.
    • HIJAU untuk Tenaga Tekhnis.


    Format Penulisan Sampul Map Dalam Lamaran CPNS/CPNSD/PNS Bantaeng
  3. Selanjutnya berkas kelengkapan lamaran dimasukkan dalam AMPLOP BESAR WARNA COKELAT yang ditujukan kepada Ketua Panitia Seleksi CPNSD Kabupaten Bantaeng Tahun 2010. Pada bagian sudut kiri atas amplop dituliskan Nama, Alamat Lengkap, Pendidikan dan Kode Berkas. Pada sudut kanan bawah ditulis Yt. Ketua Panitia Seleksi CPNS Kabupaten Bantaeng Tahun 2010


  4. Format Penulisan Sampul Map Luar Lamaran CPNS/CPNSD/PNS Bantaeng
  5. Pemasukan berkas lamaran dilaskanakan setiap hari kerja mulai tanggal 15-19 Nopember 2010 dan hanya diterima di Kantor Pos Bantaeng mulai pukul 08.00-16.00 WITA.


CPNS 2010 Bonthain-2
Kelengkapan berkas dapat diperoleh di :
Kantor Pos dan Telekomunikasi Kabupaten Bantaeng
Jl. Merpati No. 4 Bantaeng
Telp. 0413-21019
92411

AMBAE daeng ke Bonthain ki

AMBAE ke Bantaeng-1
Pencanangan Gemar Membaca Buku dilaksanakan di Kabupaten Bantaeng, tepatnya hari Jum’at, 15 Oktober 2010. Bertempat di Rumah Jabatan Bupati Bantaeng, acara ini juga dihadiri Ibu Theresia E. E. Pardede, S.Sos (Anggota Komisi I DPR-RI yang membidangi Pendidikan) dan Agus Arifin Nu'mang (Wakil Gubernur Sulawesi Selatan) beserta rombongan.

Acara yang berlangsung hikmad tersebut mendapat sambutan hangat dari para hadirin. Menurut Ibu Theresia, Pemerintah Kabupaten Bantaeng amat antusias dalam upaya meningkatkan taraf pendidikan ke arah yang lebih maju. Dalam sambutannya, juga disampaikan kepada Pemerintah Kabupaten Bantaeng agar keberadaan Perpustakaan Daerah Kabupaten Bantaeng ini dapat menjalin kerja sama yang bersinergi dengan Perpustakaan Pusat di Jakarta. Demikian pula halnya dengan elemen-elemen lainnya yang terkait dengan sektor pendidikan.

Sementara itu, Bapak Wakil Gubernur Sulawesi Selatan (Agus Arifin Nu’mang) dan Bapak Bupati Bantaeng (Nurdin Abdullah), masing-masing dalam sambutannya menghaturkan terima kasih yang sebesar-besarnya atas dukungan yang diberikan DPR-RI dalam rangka peningkatan sektor pendidikan di Kabupaten Bantaeng. Nurdin menambahkan, keberhasilan pendidikan di kota berjuluk Butta Toa ini tidak lepas dari terjalinnya kebersamaan berbagai elemen khususnya para pendidik, pelajar dan masyarakat pada umumnya yang senantiasa mendukung setiap program Pemerintah Kabupaten Bantaeng.


Acara ini dirangkaikan pula dengan penandatanganan MoU antara Pemerintah Kabupaten Bantaeng dengan Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) Propinsi Sulawesi Selatan dalam rangka penyebarluasan dan peningkatan mutu pendidikan di Kabupaten Bantaeng. Langkah konkrit yang dilakukan Pemerintah saat ini antara lain yakni dengan menyediakan Perpustakaan Daerah Kabupaten Bantaeng. Keberadaan perpustakaan ini diharapkan dapat membantu para pelajar pada khususnya dan masyarakat pada umumnya dalam menggali dan mendapatkan informasi yang up to date, lebih lanjut disampaikan Nurdin Abdullah.

Tidak hanya dengan menonton Sinetron, Entertainment ataupun Publisitas Demonstrasi, tetapi diharapkan akan menumbuhkan minat baca masyarakat Bantaeng. Olehnya itu, perlu diperhatikan Pemerintah Kabupaten Bantaeng bahwa perpustakaan ini harus pula menyiapkan sarana Information Technology (IT) di dalamnya. Dengan hadirnya IT dalam melengkapi sarana perpustakaan, akses informasi dunia luar akan ikut diketahui masyarakat Bantaeng. Pada dasarnya informasi itu penting, amat mahal dan patut diketahui siapa pun sebagai insan yang berakhlak mulia, tambah Agus Arifin Nu’mang.

Perpustakaan Daerah Kabupaten Bantaeng dikelola langsung oleh Kantor Perpustakaan dan Arsip Daerah Kabupaten Bantaeng (KPAD). Selama ini perpustakaan daerah menyatu dalam lingkup kantor KPAD. Mengingat jaraknya yang tidak berada di tengah kota Bantaeng dan beberapa pertimbangan lainnya, perpustakaan daerah pun dipindahkan. Gedung Pertiwi Bantaeng yang selama ini digunakan sebagai ruang pertemuan, oleh Nurdin Abdullah dialihfungsikan sebagai Perpusatakaan Daerah Kabupaten Bantaeng. Berlokasi di Jl. Gagak Bantaeng (samping Rumah Jabatan Bupati Bantaeng). Sementara Gedung Pertiwi dipindahkan ke lokasi lainnya dalam lingkup gedung “Guest House” di Jl. Kartini Bantaeng.

Acara berlanjut berupa Peninjauan Lapangan ke salah satu Taman Baca yang berlokasi di Kampung Tangnga-tangnga, Kelurahan Bonto Sunggu, Kecamatan Bissappu, Kabupaten Bantaeng. Sebuah rumah ibadah bernama Masjid Jami’ jamiatul Khairiah Tangnga-tangnga dijadikan Taman Baca bagi santri-santriwati masyarakat Tangnga-tangnga. Taman Baca ini pula menjadi percontohan bagi Taman Baca lainnya yang tersebar di beberapa lokaisi di Kabupaten Bantaeng.

Semoga dengan pencanangan Gemar Baca Buku ini dapat meningkatkan minat masyarakat dalam Membaca Buku. Selanjutnya ilmu yang diperolehnya dapat diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari sesuai dengan bidang profesi yang digelutinya, demikain diungkapkan Amir Hamzah (salah seorang tokoh masyarakat Kampung Nelayan Tangnga-tangnga).


AMBAE ke Bantaeng-2

AMBAE ke Bantaeng-3


Nekad Bunuh Diri in Bonthain

Bonthain ramai diperbincangkan dengan aksi nekad seorang pemuda yang berusaha bunuh diri. Usaha bunuh diri ini dilakukan oleh salah seorang pemuda bernama Andika Pratama yang berasal dari Tanete, Kabupaten Bulukumba. Upaya ini dilakukannya sejak dini hari, Jum'at 17 September 2010 hingga siang sebelum Sholat Jum'at dilangsungkan.

Menurut sumber terpercaya dan dengan melihat kondisinya secara langsung, pemuda dimaksud mengalami stres. Stres yang dialaminya berupa halusinasi bahwa kiamat telah tiba. Menurut penglihatannya, air menggenangi di sekitarnya yang dianggapnya bahwa itu bagian dari Kiamat. Sehingga dia memilih untuk menghindar dari genangan air tersebut dengan memanjat Tower BTS salah satu provider Seluler yang berlokasi di Kampung Lumpangang, Desa Lumpangang, Kecamatan Pa'jukukang, Kabupaten Bantaeng, Propinsi Sulawesi Selatan, Indonesia.

Setelah warga mengetahui kejadian ini, Tim Penyelamat pun segera dihubungi dan langsung menuju TKP. Usaha penyelamatan berhasil dilakukan sebelum Sholat Jum'at, sekitar pukul 12.00 WITA.

Adapun lokasi tepatnya yakni :
Kampung Lumpangang
Desa Lumpangang
Kecamatan Pa'jukukang
Kabupaten Bantaeng
Propinsi Sulawesi Selatan
Indonesia

Rescue Team yang berperan aktif dalam upaya penyelamatan :
1. Baling-baling Adventure Team (BAT)
2. Loka Camp (Resort & Outbound)
3. Brigade Siaga Bencana (BSB) of Bonthain, terdiri dari :
- Satuan Tugas (Satgas) Pemadam Kebakaran 113 of Bonthain
- Tim Medis BSB of Bonthain
4. Kepolisian Republik Indonesia terdiri dari :
- Kepolisian Resort (Polres) Bantaeng
- Kepolisian Sektor (Polsek) Pa'jukukang
5. Tim Medis Kabupaten Bantaeng terdiri dari :
- Dinas Kesehatan Kabupaten Bantaeng
- RSUD Prof. Dr. H. M. Anwar Makkatutu Kabupaten Bantaeng
6. Palang Merah Indonesia (PMI) Cabang Bantaeng
7. Pemerintah Setempat terdiri dari :
- Kecamatan Pa'jukukang
- Desa Lumpangang
8. Warga Bonthain


Pihak berwajib yang juga hadir di TKP langsung menggiring pemuda berusia 26 tahun ini menuju Kantor Polres Bantaeng di Jl. Sungai Bialo Bantaeng. Menurut salah seorang anggota dari Polres Bantaeng, Andika akan mengalami pemeriksaan kesehatan lebih lanjut. Selanjutnya akan diinterogasi perihal perbuatannya yang sempat meresahkan masyarakat. Dari pantauan Tim AMBAE di lapangan melaporkan bahwa sebagian masyarakat berusaha meluapkan amarahnya. Saya sangat ingin memukul itu orang pak, keluh salah seorang pemuda dengan nada marah. Warga Lumpangang marah, pasalnya Tower BTS yang dipanjatnya masih berumur kacang. Mereka tidak ingin kampungnya dinodai dengan aksi negatif, terlebih dengan bunuh diri. Apalagi si Andika ini bukan berasal dari kampung kami bahkan bukan orang Bonthain. Demikian gambaran kemarahan warga Kampung Lumpangang.

Akibat aksi ini, masyarakat Bonthain ramai mengunjungi lokasi kejadian. Gosip-gosip tetangga pun tidak ketinggalan. Saking kecilnya Bonthain, tak lama setelah kejadian informasi ini telah tersebar kemana-mana. Salah satunya ditandai dengan masuknya pesan singkat dari beberapa rekan Bonthain di Kabupaten Jeneponto dan Kabupaten Bulukumba. Mereka berusaha mendapatkan kepastian informasi di atas. Tim Bonthain pun bergegas mempublikasikan informasi ini berdasarkan reportase Tim AMBAE di lapangan yang ikut ambil bagian dalam upaya pengelamatan.

Bahkan kemungkinan informasi ini akan tersebar lebih cepat lagi ke seluruh pelosok Nusantara tanpa harus mengunjungi dunia maya dengan hadirnya beberapa Tim Media Elektronik dan Media Cetak di TKP. Berbekal peralatan standar, Tim AMBAE mendapatkan beberapa gambar baik video maupun foto.

Video tersebut dapat dinikmati melalui YouTube. Sedangkan untuk foto-foto dapat dinikmati hasilnya melalui jejaring sosial FACEBOOK.
Back To Top