Lulus 100 persen Prajabatan Formasi Umum dan K2

Lulus 100 persen Prajabatan Formasi Umum dan K2
Prajabatan untuk penerimaan dan pengangkatan CPNS periode tahun 2015 ini telah selesai dilaksanakan. Kegiatan tersebut merupakan hasil kerja sama antara Pemerintah Kabupaten Bantaeng dengan Badan Diklat Propinsi Sulawesi Selatan. Mengakhiri prajabatan tersebut, dilaksanakan seremonial penutupan yang berlangsung di Balai Kartini Bantaeng.

Tampak hadir Bupati Bantaeng (H. M. Nurdin Abdullah), Sekretaris Daerah Kabupaten Bantaeng (H. Abdul Gani), Ketua TP. PKK Kabupaten Bantaeng (Hj. Liestiaty F. Nurdin), Ketua GOW Kabupaten Bantaeng (Hj. Aisyah Yasin) dan beberapa Kepala SKPD lingkup Pemerintah Kabupaten Bantaeng. Di samping itu, hadir pula ratusan orang tua CPNS formasi umum dan honorer yang telah mengikuti prajabatan serta Tokoh Masyarakat dari berbagai Desa/Kelurahan di Bantaeng.

Untuk CPNS Formasi Umum, kesemuanya dari jenjang Golongan III dan dilaksanakan di Makassar. Sedangkan untuk CPNS Formasi Honorer Kategori 2 (K2) terdiri dari jenjang Golongan I, II dan III, pelaksanaannya di Kabupaten Bantaeng.

"Untuk kawan-kawan Formasi Umum Golongan III berlangsung sejak 4 Mei 2015 sampai dengan 12 Juni 2015. Sementara Diklat Prajabatan bagi kawan-kawan kita dari Formasi K2 Golongan I, II dan III berlangsung pada tanggal 30 Mei-6 Juni 2015." ungkap H. A. Asri Sahrun Said (Kepala BKD dan Diklat Daerah Kabupaten Bantaeng).

Pendidikan dan Pelatihan Prajabatan dimaksudkan untuk membentuk karakter PNS yang profesional sebagai pelayan masyarakat. Melalui prajabatan ini pula diarahkan untuk meningkatkan pengetahuan CPNS dengan pola pembelajaran klasikal yang sedikit berbeda dengan metode prajabatan sebelumnya.

Pada kesempatan tersebut, Bupati Bantaeng (H. M. Nurdin Abdullah) menyampaikan bahwa seluruh peserta formasi K2 lulus 100 persen. Demikian pula formasi umum dinyatakan lulus secara keseluruhan denga nilai di atas rata-rata. "Nilai plus dimiliki para pseserta prajabatan, khususnya formasi K2 yakni kesabaran menunggu status PNS. Bayangkan, ada yang 10 tahun, ada pula yang 20 tahun. Bahkan ada yang terima SK, satu tahun kemudian sudah pensiun. Ini pengabdian luar biasa yang tidak ada nilai di atasnya." tuturnya.

Penutupan Prajabatan secara resmi oleh Bupati Bantaeng ditandai pembacaan Pernyataan Penutupan. ID Card peserta prajabatan ditanggalkan secara simbolis juga menandai prajabatan tersebut telah usai dengan hasil kelulusan 100%.

Jangan Takut Sakit di Bantaeng

Jangan Takut Sakit di Bantaeng
Sehabis melaksanakan senam maupun jogging di Pantai Seruni Bantaeng, dapat dilakukan pemeriksaan kesehatan di tempat yang sama dengan cepat. Layanan ini berlaku bagi siapa pun. Termasuk pengunjung destinasi wisata yang berada di pusat kota daerah ini.

Cukup mendatangi pos pemeriksaan yang disiapkan. Lokasinya berdekatan dengan armada berupa ambulance berteknologi super canggih yang merupakan bantuan hibah dari Pemerintah Jepang. Dokter dan perawat disertai obat-obatan tersedia di tempat tersebut.

Semua gratis dan tidak perlu administrasi rumit, hanya berbekal identitas pasien sebagai bahan laporan semata. Bentuk layanan kemanusiaan ini diprakarsai dan ditangani langsung oleh Brigade Siaga Bencana (BSB) Bantaeng dibawah koordinasi Dinas Kesehatan Kabupaten Bantaeng.

Jika layanan utama BSB melalui call center 113, pasien akan didatangi ke rumah dengan respon time maksimal 20 menit, maka layanan yang satu ini mendatangi spot-spot kegiatan pada khususnya.

Hanya berlaku dalam wilayah Kabupaten Bantaeng. "Tidak terbatas bagi warga setempat saja. Namun, siapa pun yang berada ataupun sedang melintas di Bantaeng, maka wajib mendapatkan layanan BSB Bantaeng". tutur H. M. Nurdin Abdullah (Bupati Bantaeng).

Sementara bagi pasien yang harus dirujuk ke Makassar, Pemda memfasilitasi 2 orang dari pihak keluarga untuk bisa mendampingi pasien selama perawatan. Biaya hidup, makan dan tempat tinggal yang kerap menjadi ketakutan bagi keluarga pasien selama ini tidak dirasakan di Bantaeng.

Trauma resiko dirujuk menghilang dengan sendirinya dengan hadirnya layanan gratis dari Pemerintah Kabupaten Bantaeng. Bagi pasien yang akan dirujuk, RSUD Prof. Dr. H. M. Anwar Makkatutu Kabupaten Bantaeng dan Dinas Kesehatan Kabupaten Bantaeng berkoordinasi lebih awal dan berkesinambungan dengan rumah sakit daerah tujuan rujukan hingga pasien selesai ditangani.

Pasien yang diberangkatkan ke Makassar bersama keluarganya tidak perlu khawatir lagi. Mengingat segala sesuatu disana telah siap semua, baik kamar maupun dokter yang akan menjemput dan merawatnya. tegas dr. Takudaeng selaku Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bantaeng.

Back To Top