Damkar Cilik

Damkar Cilik
Pendidikan anak usia dini merupakan tonggak tumbuh kembangnya generasi penerus yang akan melanjutkan perjuangan anak bangsa pada era berikutnya. Sedini mungkin, anak-anak harus dibekali pendidikan yang positif. Anak-anak harus memahami banyak hal sebelum terjun ke masyarakat yang heterogen dengan berbagai pengaruh di dalamnya. Pendidik diharapkan lebih kreatif agar anak didik mampu mencintai pendidikan itu sendiri.

Menyikapi hal tersebut, Lembaga Pendidikan Kartini Bonthain yang terdiri dari Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), Taman Penitipan Anak (TPA), Taman Kanak-kanak (TK) dan Kelompok Bermain (KB) mengajak anak didiknya untuk mengenali lingkungan sekitarnya. Bekerja sama dengan Unit Pemadam Kebakaran Bonthain yang tergabung dalam Brigade Siaga Bencana (BSB) Bonthain, lembaga tersebut mengajak anak didiknya untuk mengenal lebih dekat tentang Pemadam Kebakaran.

Mereka diajak berkeliling kota Bonthain dalam sesi patroli penanggulangan bahaya kebakaran. Selanjutnya, anak-anak dipertontonkan teknik memadamkan api dan penyelamatan yang dilakukan oleh para Kru Damkar Bonthain. Tidak hanya itu, guru beserta anak didiknya mendapat kesempatan untuk mencoba berbagai peralatan milik Damkar pada sesi Latihan di Kawasan Reklamasi Pantai Seruni Bonthain. Mereka didampingi para kru dan dilengkapi alat pengaman sesuai prosedur standar.

Rencana berikutnya, anak-anak akan kami bawa mengunjungi Kepolisian Resort Bantaeng, Tagana Bonthain, Kodim 1410 Bantaeng dan institusi lainnya. Di usia anak yang banyak menginginkan bermain, mereka perlu diperkenalkan dengan lingkungan sekitarnya. Sehingga mereka tidak jenuh dengan lingkungan sekolah. Kami tetap mendampingi mereka dengan penjelasan-penjelasan singkat dan mudah dipahami. Demikian disampaikan Ibu Suhemy (salah seorang Guru PAUD Kartini).

Ketika mereka kembali ke sekolah, banyak cerita yang akan mereka perbincangkan dari kegiatan ini. Dan dengan kegiatan ini pula, banyak hal yang dapat kami kembangkan sebagai bahan ajar berikutnya terhadap para anak didik kami, tambahnya.

Damkar Cilik-1

Damkar Cilik-2

Damkar Cilik-3

Damkar Cilik-4

Damkar Cilik-5

Jepang Olah Sampah

Jepang Olah Sampah
Nippon pernah jadi musuh bebuyutan Merah Putih. Setelah sekian tahun berlalu, kedua rumpun ini perlahan-lahan membentuk sebuah ikatan yang kuat. Berawal dari silaturahmi, lalu berujung pada kerja sama yang saling menguntungkan telah mengubah permusuhan menjadi persahabatan. Tidaklah logis dengan mengungkit masa lalu yang suram dan menjadikannya dasar pemikiran atas perencanaan ke depan. Masa lalu perlu diingat sebagai point penting dengan mengubahnya menjadi lebih baik.

Jepang yang pernah terpuruk jauh ke dalam jurang kehancuran sejak bom atom Hiroshima, ternyata dapat bangkit dan melampaui kesuksesannya di era Perang Dunia II. Tentunya, mereka memiliki cara tersendiri untuk bisa bangkit. Lantas, kenapa Indonesia tidak berupaya mengikuti jejak negeri Sakura.

Bonthain memiliki inisiatif tersendiri menyikapi hal tersebut. Kerja sama terus dilakukan antara Bonthain dengan Jepang. Sister City merupakan salah satu bentuk kerja sama tepat guna yang telah diterapkan di Bonthain dengan beberapa kota yang ada di negeri Sakura. Keberhasilan Jepang bersama program-program yang dijalankannya, diterapkan pula di Bonthain dengan menyesuaikan kondisi yang ada.

Tidak mengherankan bila menyebut nama Bonthain, lalu orang-orang di luar Bonthain berkata "Saya kenal karena kebersihannya, keindahannya dan keramah tamahannya".

Keberhasilan dalam Pengelolaan Kebersihan Kota Bonthain memicu Kabupaten/Kota lainnya di Indonesia untuk datang belajar dan berharap dapat mengaplikasikannya di daerahnya masing-masing. Nurdin Abdullah mengungkapkan "Lima tahun silam, Bonthain sering dilanda banjir. Lalu dibangunlah Cekdam untuk mengontrol banjir. Alhamdulillah sampai sekarang, masyarakat Bonthain tenang-tenang saja ketika hujan deras mengguyur kota Bonthain. Setelah Bonthain bebas banjir, kota mulai dibenahi dengan Sistem Pengelolaan Kebersihan Kota. Sampah di jalanan disapu dan diangkut ke TPA. Tempat sampah disiapkan di seluruh pelosok kota Bonthain."

Kami sangat berterima kasih kepada Pemerintah Jepang yang telah banyak membantu Pemerintah Kabupaten Bantaeng. Mobil Pemadam Kebakaran yang kami miliki adalah Bantuan Hibah Jepang. Begitu pula dengan mobil Ambulance dan sebagainya. Lalu sekarang, baru tiba mobil Pengolah Sampah sebanyak 2 unit, tambah Nurdin Abdullah.

Bantuan ini harus dimanfaatkan sebaik-baiknya. Jepang begitu peduli terhadap kemajuan Bonthain. Maka dari itu, kepedulian masyarakat Bonthain harus lebih besar.

Jepang Olah Sampah-1

Jepang Olah Sampah-2

Jepang Olah Sampah-3

Jepang Olah Sampah-4

Back To Top