HUT KODAM VII Wirabuana Dirangkaikan Buka Puasa Bersama

HUT KODAM VII Wirabuana Dirangkaikan Buka Puasa Bersama
KODIM 1410 Bantaeng memperingati Hari Ulang Tahun KODAM VII Wirabuana ke-65 tahun. Kegiatan ini dirangkaikan dengan Buka Puasa Bersama Ramadhan. Bertepatan dengan Puasa hari ke-3 Ramadhan 1436 H / 20 Juni 2015.

Kegiatan yang dilaksanakan di Markas Besar KODIM 1410 Bantaeng, dihadiri Bupati Bantaeng (H. M. Nurdin Abdullah), Ketua DPRD Kabupaten Bantaeng (H. Sahabuddin), Sekretaris Daerah Kabupaten Bantaeng (H. Abdul Gani), Ketua TP. PKK Kabupaten Bantaeng (Hj. Liestiaty F. Nurdin) dan sejumlah Kepala SKPD lingkup Pemerintah Kabupaten Bantaeng. Disamping itu, turut hadir beberapa Tokoh Masyarakat dan Purnawirawan TNI.

Pada kesempatan tersebut, Dandim 1410 Bantaeng (Heny Setyono) didampingi Ketua Persit Kartika Chandra Kirana Bantaeng tampak gembira dapat merayakan HUT KODAM VII Wirabuana dalam suasana kehangatan. Berbagi kebahagiaan dengan seluruh aparatur Pemerintah dan masyarakat Kabupaten Bantaeng menjadi bagian dari kebersamaan prajurit TNI dengan seluruh komponen bangsa ini.

Demikian halnya para prajurit yang tergabung dalam satuan KODIM 1410 Bantaeng, antusias menikmati sajian buka puasa. Yang pada akhirnya melakukan Shalat Maghrib berjama'ah di Mushallah yang ada dalam Markas Besar KODIM 1410 Bantaeng.

Ketua umum DPD BKPRMI Kabupaten Bantaeng (K. H. Arifuddin, Lc) yang membawakan tausyiyah menyerukan agar selalu menjaga kebersamaan dan persatuan antar sesama manusia. Dan melalui perayaan kali ini, Dandim 1410 Bantaeng menyerahkan penghargaan Prajurit Terbaik kepada beberapa anggotanya.

Pahlawanku Idolaku

Pahlawanku Idolaku
Bertempat di Alun-alun Pantai Seruni Kabupaten Bantaeng, H. M. Nurdin Abdullah (Bupati Bantaeng) membacakan sambutan tertulis Menteri Sosial (Khofifah Indar Parawansa). NKRI tidak akan bisa berdiri menjadi negara yang merdeka ber-daulat dan terhormat seperti saat ini, tanpa perjuangan para pejuang, pendiri bangsa dan pahlawan yang telah mengorbankan jiwa, raga, pikiran serta hartanya. Kita harus memaknai semua itu bukan hanya sekedar ungkapan saja, tetapi harus di-jadikan sebagai kekuatan moral yang dapat diterapkan di semua aspek kehidupan berbangsa dan bernegara untuk Indonesia pada masa kini dan mendatang.

Lanjut Nurdin mengungkapkan, "Peringatan Hari Pahlawan tahun 2014 ini mengambil tema besar Pahla-wanku Idolaku. Tema tersebut dipilih di-maksudkan untuk menggugah semangat kepah-lawanan sebagai ukuran nilai, baik sebagai “panutan” maupun figur idola pencarian jati diri. Untuk itu tema Pahlawanku Idolaku diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi generasi penerus, bahwa semangat juang dan semangat kebangsaan para pahlawan akan selalu terpatri di “dada” setiap insan Indonesia dan menjadi ke-banggaan atau idola sepanjang masa. Demikian dibacakan dan disampaikan melalui sambutan tersebut.

Selanjutnya, Bupati Bantaeng bersama para Muspida, Anggota DPRD, Kepala SKPD dan Pasukan Gabungan dari TNI dan POLRI melakukan Tabur Bunga di laut. Pada kesempatan kali ini, Kepala Dinas Sosial dan Tenaga Kerja Kabupaten Bantaeng (Syahrul Bayan, S.STP) sebagai pelaksana kegiatan memilih Pantai Seruni untuk lokasi tabur bunga. Turut hadir Wakil Bupati Bantaeng (H. Muhammad Yasin), Kapolres Bantaeng (AKBP. I Made Sunarta), Dandim 1410 Bantaeng (Letkol Infantri Heny Setyono, S.Psi) dan beberapa pejabat teras Butta Toa. Ketua DPRD Kabupaten Bantaeng (H. Sahabuddin) yang bertindak sebagai Inspektur Upacara mengajak para peserta upacara untuk menundukkan kepala sejenak seraya mengenang jasa para pahlawan.

Dari Pantai Seruni, unsur Muspida dan Kepala SKPD se-Kabupaten Bantaeng bersama jajarannya menuju Taman Makam Pahlawan Sasayya Kabupaten Bantaeng. Di lokasi yang sama, telah dilaksanakan Malam Renungan Suci yang berlangsung pada pukul 00:00 Wita tadi malam. Diawali dengan upacara dan peletakan karangan bunga sebagai penghormatan atas jasa para pahlawan yang dikomadoi oleh Kapolres Bantaeng. Kemudian bersama para peserta upacara, dilakukan tabur bunga di atas makam para pahlawan. Di TMP Sasayya ini terdapat beberapa makam tanpa identitas yang jelas. Tidak sama dengan makam lainnya yang nampak tertera nama, pangkat dan asalnya. Mereka telah dengan rela mengorbankan jiwa dan raganya demi keutuhan negara ini dari tangan penjajah.

Sejalan dengan arahan Menteri Sosial pada sambutan tersebut, seyogyanya generasi muda dapat menjadikan pelajaran penting atas segala jasa pahlawan, dalam upaya mengisi dan mempertahankan kemerdekaan Indonesia.

Pahlawanku Idolaku-1

Pahlawanku Idolaku-2

Pahlawanku Idolaku-3

Pahlawanku Idolaku-4

Pahlawanku Idolaku

Renungan Suci Mengenang Pahlawan

Renungan Suci Mengenang Pahlawan
Mengenang para pahlawan yang telah mendahului kita, dapat dilakukan dengan beragam cara, model dalam kondisi dan waktu sepanjang masa. Salah satu ritual berkala yang sering dilaksanakan berupa Malam Renungan Suci. Perangkat Pemerintah maupun masyarakat umum, secara bersama-sama berkumpul di tempat yang dianggap sakral dan lebih dekat dengan pahlawan Kemerdekaan. Di Indonesia, dipilihlah Taman Makam Pahlawan sebagai lokasi pelaksanaannya. Waktu pelaksanaan pun ditetapkan pada malam pergantian tanggal 16 Agustus ke tanggal 17 Agustus tiap tahunnya.

Di Kabupaten Bantaeng, Taman Makam Pahlawan Sasayya merupakan satu-satunya pekuburan resmi bagi para pahlawan, khususnya pahlawan dengan berlatar belakang militer (TNI dan Kepolisian RI). Pekuburan ini berlokasi di Jl. Pahlawan, Kampung Sasayya, Kelurahan Bonto Sunggu, Kecamatan Bissappu, Kabupaten Bantaeng. Posisi yang cukup strategis, terletak di perlintasan Jalan Negara yang menghubungkan antara Kabupaten Bantaeng dan Kabupaten Bulukumba, Kabupaten Jeneponto dan Kotamadya Makassar.

Tepat pukul 00:00 Wita, pemimpin upacara menyiapkan pasukan yang terdiri dari Pasukan TNI, POLRI, Muspida, Pemadam Kebakaran, Satuan Polisi Pamong Praja, Tagana, Polisi Kehutanan, FKPPI, Pramuka dan Gabungan Organisasi Pemuda dan Kemasyarakatan. Bertindak sebagai pembina upacara, Kapolres Bantaeng (AKBP I Made Sunarta) dan dihadiri langsung oleh Bupati Bantaeng (H. M. Nurdin Abdullah) bersama jajaran SKPD se-Kabupaten Bantaeng.

Sepintas, kegiatan ini hanya seremonial semata. Malam Renungan Suci bukanlah acara resmi kenegaraan. Dalam pelaksanaannya, diharapkan dapat mengenang kembali jasa-jasa para pahlawan, terutama Pahlawan Kemerdekaan. Berkat kegigihannya dalam memperjuangan kemerdekaan dari tangan penjajah, sehingga udara kebebasan dapat kita nikmati hingga sekarang. Melalui kegiatan ini pula memberi pelajaran berharga akan pentingnya sikap saling menghargai dan saling menghormati antara sesama manusia. Benih persatuan dan kesatuan serta kecintaan terhadap Negara Kesatuan Republik Indonesia harus tetap terpatri di dalam jiwa setiap Warga Negara Indonesia. Setiap perbedaan yang ada, merupakan anugerah yang sangat berharga. Keberagaman tidak dijadikan penghalang dalam memajukan Republik Indonesia.

Di era reformasi yang sudah melangkah jauh dari titik awal kemerdekaan, sudah sepatutnya bangsa ini semakin maju. Kemajuan itu dapat diraih dengan sebaik-baiknya, melalui kerja keras seluruh Warga Negara Indonesia. Perjuangan para pahlawan kemerdekaan harus pula berlanjut dan terus diperjuangkan oleh pahlawan-pahlawan berikutnya. Dirgahayu Republik Indonesia ke-69. Merdeka...!!!

Renungan Suci Mengenang Pahlawan-1
Renungan Suci Mengenang Pahlawan-2
Renungan Suci Mengenang Pahlawan-3
Renungan Suci Mengenang Pahlawan-4
Renungan Suci Mengenang Pahlawan

Pesisir Bantaeng Gemari Permainan Rakyat

Pesisir Bantaeng Gemari Permainan Rakyat
Suasana kampung Mattoanging tidaklah semeriah kampung lainnya di Kabupaten Bantaeng pada hari-hari biasa dalam setahun. Kampung ini terletak tidak jauh dari Tugu Adipura Bonthain. Untuk mengunjunginya, tidak harus dengan mobil saja. Tetapi cukup dengan mengendarai sepeda motor pun, kita akan tiba di kampung tersebut dalam waktu singkat, berkisar 10-15 menit dari pusat kota Bantaeng. Namun demikian, jangan sampai terlewatkan begitu saja. Hal ini bisa saja terjadi karena area yang begitu mungil ini berada di jalur akses keluar masuk Pelabuhan Mattoanging Bonthain. Maka sebaiknya pengunjung melalui jalan desa yang berada di sisi Barat, yang berujung pada Rusunawa dan Pelabuhan Bonthain.

Kemeriahan tampak beberapa hari terakhir dengan dilaksanakannya berbagai pertandingan olah raga. Peserta berasal dari masyarakat setempat yang sebagian besar penduduknya bermata pencaharian sebagai nelayan. Kegiatan dimaksud rencananya akan berlangsung sampai tanggal 16 Agustus 2014.

Emilk Azis (Ketua Karang Taruna Desa Bonto Jai, Kecamatan Bissappu) mengemukakan, Sebanyak 15 macam perlombaan yang kami laksanakan disini, yakni :
  • Sepak Bola Mini
  • Sepak Takraw
  • Catur
  • Bola Voly
  • Lomba Dayung
  • Lomba Lari Karung
  • Bom-bom
  • Tarik Tambang
  • Lomba Memasak
  • Panjat Pinang
  • Lomba Lari Kelereng
  • Lomba Makan Kerupuk
  • Hadang/Asing (Benteng)
  • Addang (Dam)
  • Longga' (Engrang)
Tidak hanya olah raga modern yang diperlombakan, tetapi lebih menekankan pada Permainan Rakyat. Saat ini semakin tergerus kecintaan kita terhadap Permainan Rakyat yang pernah populer puluhan tahun silam. Seperti halnya Lomba Lari Kelereng, permainan ini lebih digemari oleh anak-anak dibandingkan orang dewasa.

Pemenang menjadi tujuan dari hasil akhir dari permainan. Namun, hadirnya permainan ini tidak hanya berburu pemenang semata. Semarak dan kegembiraan anak-anak bermain bersama keluarga dan temannya, menjadi faktor penyemangat persaudaraan yang kian pudar akibat modernisasi.

Pertandingan sudah berlangsung sejak 3 hari lalu. Beberapa perlombaan, seperti Longga', Tarik Tambang dan Makan Kerupuk telah selesai dipertandingkan kemarin. Pertandingan ini lebih meriah dari hari ini, karena banyak keluarganya yang turut serta menonton dan bersorak ria mendukung anaknya untuk tiba di garis finish lebih awal. Lebih semarak lagi saat perlombaan memasak yang diikuti oleh kaum Ibu Rumah Tangga, tambah Emilk.

Sementara untuk permainan Bom-bom, mungkin tidak jadi dilaksanakan. Hal ini terkait dengan kondisi lokasi yang tidak memungkinkan. Keterbatasan lapangan menjadi faktor utama, sehingga kami berinisiatif untuk membatalkannya. Solusi untuk memisah lokasi pertandingan di tempat lain tidaklah efektif. Karena akan mengurangi kemeriahan pelaksanaan lomba. Tak hanya itu, Lomba Dayung dan Panjat Pinang termasuk yang akan dipertimbangkan untuk dilaksanakan pada puncak acara besok. Mengingat kondisi angin yang bertiup kencang dari arah laut.

Faktor lain yang lebih penting adalah kebersamaan masyarakat Desa Bonto Jai yang masih kental dengan gotong royong. Dimana, beberapa hari lalu desa kami berduka atas meninggalnya dua warga. Sehingga disepakati untuk lebih mementingkan kebersamaan yang sudah terjaga dengan baik dibanding melanjutkan kegiatan ini. Warga akan mengikuti Tausyiyah yang dilaksanakan mulai malam ini, berturut-turut selama 6 hari di kedua rumah duka.

Namun demikian, kami telah berupaya semaksimal mungkin untuk membangkitkan kembali dan membudayakan Permainan Rakyat. Salah satu permainan tersebut, yakni Hadang (Benteng) akan diperlombakan di Tingkat Kabupaten, sekaligus untuk menyemarakkan pelaksanaan PORDA XV Tahun 2014 yang dipusatkan di Kabupaten Bantaeng pada tanggal 9-16 September 2014. Demikian diuraikan Emilk.

Pesisir Bantaeng Gemari Permainan Rakyat-1 Pesisir Bantaeng Gemari Permainan Rakyat-2 Pesisir Bantaeng Gemari Permainan Rakyat-3 Pesisir Bantaeng Gemari Permainan Rakyat-4 Pesisir Bantaeng Gemari Permainan Rakyat-5 Pesisir Bantaeng Gemari Permainan Rakyat-6

7 Unit Damkar Siap Menghuni Bonthain

7 Unit Damkar Siap Menghuni Bonthain
Gebrakan demi gebrakan dilakukan The Doctor of Bonthain. Sejak memimpin Bantaeng Butta Toa di awal tahun 2008 silam, berbagai perubahan nampak berseliwerang di Kabupaten Bantaeng. Pemadam Kebakaran tidak terlepas dari perhatiannya. Bahkan tercurah perhatian yang amat besar terhadap unit kerja yang berada di bawah pengawasan langsung Badan Pengendalian Dampak Lingkungan Hidup Daerah (Bapedalda) Kabupaten Bantaeng.

Mimpi H. M. Nurdin Abdullah telah tercipta dengan dijadikannya Kabupaten Bantaeng sebagai daerah percontohan nasional, khususnya di bidang penanganan bencana. Kabupaten Bantaeng semakin dikenal di kancah nasional berkat kesigapan aparatur yang bertugas di Brigade Siaga Bencana (BSB) Bonthain. Didalamnnya terdapat unit respon yang siap siaga selama 24 jam sehari, antara lain Pemadam Kebakaran, Medis, ORARI, PMI dan Tagana.

Tahun 2014, Bonthain akan kedatangan kembali beberapa unit kendaraan dengan teknologi modern untuk memperkuat Brigade Siaga Bencana Bonthain, yakni :
  • 1 Unit Mobil Pemadam Kebakaran dengan fasilitas Lift yang kapasitasnya lebih kecil dari Mobil Damkar yang sudah ada sebelumnya.
  • 1 Unit Mobil Pemadam Kebakaran dengan kapasitas angkat 2 Ton yang juga dilengkapi dengan fasilitas Lift.
  • 5 Unit Mobil Pemadam Kebakaran untuk skala kecil/biasa.
  • 2 Unit Mobil Ambulance berteknologi modern yang mampu melakukan ICU berjalan dengan merek Nissan Elgrand.
  • 1 Unit Mobil Bis.
Insya Allah 7 unit mobil Damkar siap menghuni Kabupaten Bantaeng tahun ini. Kesemua itu merupakan sumbangan dalam bentuk Hibah Jepang, masing-masing dari Toyota Ehime Corporation dan Walikota Toon City. Diharapkan, fasilitas ini akan semakin memperkuat dan meningkatkan kualitas penanganan bahaya kebakaran di Kabupaten Bantaeng. Namun, penting pula untuk meningkatkan kualitas aparatur yang bertugas pada Damkar. Saudara-saudara saya di Damkar telah memberi sumbangsih yang luar biasa dalam rangka peningkatan perekonomian Bantaeng. Betapa tidak, penanganan kebakaran menjadi salah satu faktor penting dalam meningkatkan kualitas lingkungan hidup yang nyaman menuju peningkatan taraf perekonomian yang lebih baik. Demikian diungkapkan H. M. Nurdin Abdullah dalam sambutannya sebagai Pembina Apel dalam rangka Hari Ulang Tahun Pemadam Kebakaran Nasional ke-95 yang dilaksanakan di Halaman Kantor Bupati Bantaeng, hari Senin tanggal 3 Maret 20014.

The Doctor of Bonthain (sapaan akrab H. M. Nurdin Abdullah) mengajak kepada seluruh peserta Apel untuk mengheningkan cipta sejenak, mengirimkan do'a kepada almarhum Ilham (Boby) yang telah meninggal dunia beberapa waktu lalu saat menjalankan tugasnya sebagai Satgas Pemadam Kebakaran. Dalam kesempatan tersebut, H. M. Nurdin Abdullah membacakan Sambutan Tertulis Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia (Gamawan Fauzi) yang berlangsung sekitar 20 menit.

Gamawan Fauzi mengajak kepada seluruh Pemerintah Daerah untuk proaktif melakukan penanganan kebakaran secara preventif bukan sekedar responsif saja. Asap yang ditimbulkan dari kebakaran, baik lingkungan permukiman maupun hutan mmemberi dampak yang sangat signifikan terhadap meningkatnya emisi gas sampai pada angka 470 Mega Ton. Asap tersebut seringkali menjadi faktor perselisihan, mengingat asap mampu melintasi batas wilayah daerah dan batas wilayah negara yang menimbulkan protes dari negara lain.

Peringatan HUT Damkar ke-95 kali ini mengambil tema "Mari kita cegah bersama kebakaran dan bencana pencemaran asap untuk mendukung lingkungan hidup dan penurunan emisi gas rumah kaca". Pemerintah Daerah selayaknya melakukan serangkaian penanganan kebakaran melalui sosialisasi terhadap bahaya kebakaran dan inspeksi terhadap kepemilikan peralatan standar pemadam kebakaran kepada pemilik usaha maupun masyarakat. Sehingga emisi gas dapat dikurangi dalam rangka peningkatan kualitas lingkungan yang lebih nyaman dan sejuk.

Hal senada disampaikan pula oleh H. Abdullah Taibe (Kepala Bapedalda Kabupaten Bantaeng) kepada Tim Bonthain setelah apel pagi tadi. Dikonfirmasi perihal waktu kedatangan mobil tersebut, H. Abdullah Taibe mengungkapkan, "Dalam waktu dekat, Bupati Bantaeng akan melakukan sejumlah kunjungan ke Jepang untuk membahas proses pengiriman kendaraan tersebut menuju Indonesia hingga tiba di Kabupaten Bantaeng."

7 Unit Damkar Siap Menghuni Bonthain-1
7 Unit Damkar Siap Menghuni Bonthain-2
7 Unit Damkar Siap Menghuni Bonthain-3
7 Unit Damkar Siap Menghuni Bonthain-4
7 Unit Damkar Siap Menghuni Bonthain-5
7 Unit Damkar Siap Menghuni Bonthain-6
7 Unit Damkar Siap Menghuni Bonthain-7
7 Unit Damkar Siap Menghuni Bonthain-8
7 Unit Damkar Siap Menghuni Bonthain-9
Back To Top