7 Unit Damkar Siap Menghuni Bonthain

7 Unit Damkar Siap Menghuni Bonthain
Gebrakan demi gebrakan dilakukan The Doctor of Bonthain. Sejak memimpin Bantaeng Butta Toa di awal tahun 2008 silam, berbagai perubahan nampak berseliwerang di Kabupaten Bantaeng. Pemadam Kebakaran tidak terlepas dari perhatiannya. Bahkan tercurah perhatian yang amat besar terhadap unit kerja yang berada di bawah pengawasan langsung Badan Pengendalian Dampak Lingkungan Hidup Daerah (Bapedalda) Kabupaten Bantaeng.

Mimpi H. M. Nurdin Abdullah telah tercipta dengan dijadikannya Kabupaten Bantaeng sebagai daerah percontohan nasional, khususnya di bidang penanganan bencana. Kabupaten Bantaeng semakin dikenal di kancah nasional berkat kesigapan aparatur yang bertugas di Brigade Siaga Bencana (BSB) Bonthain. Didalamnnya terdapat unit respon yang siap siaga selama 24 jam sehari, antara lain Pemadam Kebakaran, Medis, ORARI, PMI dan Tagana.

Tahun 2014, Bonthain akan kedatangan kembali beberapa unit kendaraan dengan teknologi modern untuk memperkuat Brigade Siaga Bencana Bonthain, yakni :
  • 1 Unit Mobil Pemadam Kebakaran dengan fasilitas Lift yang kapasitasnya lebih kecil dari Mobil Damkar yang sudah ada sebelumnya.
  • 1 Unit Mobil Pemadam Kebakaran dengan kapasitas angkat 2 Ton yang juga dilengkapi dengan fasilitas Lift.
  • 5 Unit Mobil Pemadam Kebakaran untuk skala kecil/biasa.
  • 2 Unit Mobil Ambulance berteknologi modern yang mampu melakukan ICU berjalan dengan merek Nissan Elgrand.
  • 1 Unit Mobil Bis.
Insya Allah 7 unit mobil Damkar siap menghuni Kabupaten Bantaeng tahun ini. Kesemua itu merupakan sumbangan dalam bentuk Hibah Jepang, masing-masing dari Toyota Ehime Corporation dan Walikota Toon City. Diharapkan, fasilitas ini akan semakin memperkuat dan meningkatkan kualitas penanganan bahaya kebakaran di Kabupaten Bantaeng. Namun, penting pula untuk meningkatkan kualitas aparatur yang bertugas pada Damkar. Saudara-saudara saya di Damkar telah memberi sumbangsih yang luar biasa dalam rangka peningkatan perekonomian Bantaeng. Betapa tidak, penanganan kebakaran menjadi salah satu faktor penting dalam meningkatkan kualitas lingkungan hidup yang nyaman menuju peningkatan taraf perekonomian yang lebih baik. Demikian diungkapkan H. M. Nurdin Abdullah dalam sambutannya sebagai Pembina Apel dalam rangka Hari Ulang Tahun Pemadam Kebakaran Nasional ke-95 yang dilaksanakan di Halaman Kantor Bupati Bantaeng, hari Senin tanggal 3 Maret 20014.

The Doctor of Bonthain (sapaan akrab H. M. Nurdin Abdullah) mengajak kepada seluruh peserta Apel untuk mengheningkan cipta sejenak, mengirimkan do'a kepada almarhum Ilham (Boby) yang telah meninggal dunia beberapa waktu lalu saat menjalankan tugasnya sebagai Satgas Pemadam Kebakaran. Dalam kesempatan tersebut, H. M. Nurdin Abdullah membacakan Sambutan Tertulis Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia (Gamawan Fauzi) yang berlangsung sekitar 20 menit.

Gamawan Fauzi mengajak kepada seluruh Pemerintah Daerah untuk proaktif melakukan penanganan kebakaran secara preventif bukan sekedar responsif saja. Asap yang ditimbulkan dari kebakaran, baik lingkungan permukiman maupun hutan mmemberi dampak yang sangat signifikan terhadap meningkatnya emisi gas sampai pada angka 470 Mega Ton. Asap tersebut seringkali menjadi faktor perselisihan, mengingat asap mampu melintasi batas wilayah daerah dan batas wilayah negara yang menimbulkan protes dari negara lain.

Peringatan HUT Damkar ke-95 kali ini mengambil tema "Mari kita cegah bersama kebakaran dan bencana pencemaran asap untuk mendukung lingkungan hidup dan penurunan emisi gas rumah kaca". Pemerintah Daerah selayaknya melakukan serangkaian penanganan kebakaran melalui sosialisasi terhadap bahaya kebakaran dan inspeksi terhadap kepemilikan peralatan standar pemadam kebakaran kepada pemilik usaha maupun masyarakat. Sehingga emisi gas dapat dikurangi dalam rangka peningkatan kualitas lingkungan yang lebih nyaman dan sejuk.

Hal senada disampaikan pula oleh H. Abdullah Taibe (Kepala Bapedalda Kabupaten Bantaeng) kepada Tim Bonthain setelah apel pagi tadi. Dikonfirmasi perihal waktu kedatangan mobil tersebut, H. Abdullah Taibe mengungkapkan, "Dalam waktu dekat, Bupati Bantaeng akan melakukan sejumlah kunjungan ke Jepang untuk membahas proses pengiriman kendaraan tersebut menuju Indonesia hingga tiba di Kabupaten Bantaeng."

7 Unit Damkar Siap Menghuni Bonthain-1
7 Unit Damkar Siap Menghuni Bonthain-2
7 Unit Damkar Siap Menghuni Bonthain-3
7 Unit Damkar Siap Menghuni Bonthain-4
7 Unit Damkar Siap Menghuni Bonthain-5
7 Unit Damkar Siap Menghuni Bonthain-6
7 Unit Damkar Siap Menghuni Bonthain-7
7 Unit Damkar Siap Menghuni Bonthain-8
7 Unit Damkar Siap Menghuni Bonthain-9

SYL Ungkap 4 Pilar Keberhasilan Bantaeng

SYL Ungkap 4 Pilar Keberhasilan Bantaeng
Bantaeng kini berusia 759 tahun dengan ditetapkannya melalui Peraturan Daerah Nomor 28 Tahun 1999, bahwa sangat tepat Hari Jadi Bantaeng ditetapkan pada tanggal 7 bulan 12 tahun 1254. Tahun 1254 dalam atlas sejarah Dr. Muhammad Yamin, telah dinyatakan wilayah Bantaeng sudah ada. Ketika kerajaan Singosari di bawah pemerintahan Raja Kertanegara memperluas wilayahnya ke daerah timur Nusantara untuk menjalin hubungan niaga pada tahun 1254-1292. Penentuan autentik Peta Singosari ini jelas membuktikan Bantaeng sudah ada dan eksis ketika itu.

Hari Jadi Bantaeng ke-759 diperingati hari ini (Red. : 8 Desember 2013) di Kawasan Reklamasi Pantai Seruni Bantaeng dalam suasana khidmat dan penuh kegembiraan. Diawali acara defile menyusuri jalan-jalan protokol Bantaeng. Menampilkan kreasi dari masing-masing instansi dan masyarakat umum.

Peringatan kali ini dihadiri oleh Gubernur Sulawesi Selatan (DR. H. Syahrul Yasin Limpo, SH, M.Si, MH), Wakil Bupati Gunung Kidul (Himmawan Wahyudi), Bupati Jeneponto terpilih (Ikhsan Iskandar), Direktur Lem Satker Ditjen Binalattas (Khairul Anwar), Direktur Jendral Pembinaan, Pelatihan, dan Produktivitas Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi Republik Indonesia (Abd. Wahab Bangkona), Direktur Pusat Teknologi Industri Proses Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (Dr. Dra. Nadirah, M. Sc) serta sejumlah investor dari dalam dan luar negeri.

Dalam sambutannya, Bupati Bantaeng (Prof. DR. Ir. H. M. Nurdin Abdullah, M.Agr) mengemukakan rasa optimismenya terhadap kemajuan Bantaeng pada tahun mendatang. Bantaeng kini dijadikan daerah tujuan Study Lapang. Berbagai daerah di Indonesia telah datang ke Bantaeng dan terus berdatangan sampai hari ini. Kesmeuai tu merupakan Rahmat dari Yang maha Kuasa yang sebelumnya tidak pernah dibayangkan. Sebelumnya Bantaeng hanya kota kecil yang sama sekali tidak dikenal. Kini jauh meninggalkan daerah lainnya melalui percepatan pembangunan di segala sektor. Momentum ini amat berharga dengan hadirnya para tamu kehormatan yang siap menanamkan modalnya di Kabupaten Bantaeng.

Dalam kesempatan tersebut, H. M. Nurdin Abdullah memberikan penghargaan kepada 4 investor yang telah menyatakan kesiapannya berinvestasi yakni :
  • PT. Titan Mineral Utama
  • PT. Mega Power Makmur
  • PT. Bakti Bumi Sulawesi
  • PT. Cinta Jaya
Disamping itu, penghargaan diberikan pula kepada tokoh berprestasi terhadap pembangunan Kabupaten Bantaeng yakni :
  • Ketua Tim Penggerak PKK Kab. Bantaeng (Ir. Hj. Liestiati F. Nurdin, M.Fis)
  • Mantan Wakil Bupati Bantaeng Periode 2008-2013 (Drs. H. A. Asli Mustadjab)
  • Tokoh pejuang (Kr. Latippa)
  • Kadis. Kebudayaan dan Pariwisata Kab. Bantaeng (H. A. Asri Syahrun)
  • Tokoh Pendidikan (K. H. M. Nuh. Khaeruddin)
  • Camat Pa’jukukang (Ahmad Salam)
  • Tokoh Brigade Siaga Bencana (dr. Farlis Wahab)
  • Pemrakarsa Pertanian Sistem Legowo 21 (DR. Muchtar A. Nawir)
Dengan Pelestarian Budaya Daerah, Kita Tumbuhkan Kearifan Lokal dalam Mendukung Kabupaten Bantaeng sebagai Pusat Pertumbuhan Ekonomi Baru di Kawasan Selatan Propinsi Sulawesi Selatan merupakan tema yang diusung dalam peringatan Hari Jadi Bantaeng ke-759. Budaya daerah amat perlu kita lestarikan, bukan saja untuk mengingat masa lalu. Ketika diramu dengan kreatifitas yang mumpuni akan mampu menumbuhkan perekonomian daerah melalui sektor pariwisata. Demikian diungkapkan Syahrul Yasin Limpo (SYL).

Keberhasilan Propinsi Sulawesi Selatan tidak terlepas dari keberhasilan Kabupaten Bantaeng. Energi Sulawesi Selatan sebagai Propinsi terdepan di Indonesia, salah satunya datang dari Bantaeng yang kini mengarah ke kota Industri. Berbagai mega proyek dilaksanakan di kota ini dengan nilai investasi trilyunan. Industri pupuk, industri pengolahan nikel dan pembangkit listrik tenaga mikro hidro merupakan proyek besar yang akan meningkatkan Pendapatan Asli Daerah Kabupaten Bantaeng. Tentunya akan meningkatkan pula PAD Propinsi Sulawesi Selatan.

Semua yang telah dicapai Bantaeng merujuk pada 4 pilar utama sebagai penggambaran masyarakat Bugis-Makassar. Gubernur Sulawesi Selatan menguraikan ke-4 pilar tersebut, yakni :
  • Religius. Pemimpin yang taat beragama, menjalankan Shalat 5 waktu sehari semalam menggambarkan itikad yang baik pada dirinya. Demikian pula penganut agama non-muslim. Pelaksanaan ibadah yang sesuai dengan ketentuan agamanya akan mengarahkan pribadinya ke jalan yang baik dan lurus dalam menjalani kehidupan sehari-hari.
  • Karakter yang baik. Penggambaran seseorang untuk dapat dijadikan suri teladan bagi masyarakat, melahirkan jiwa pemimpin yang peduli terhadap kepentingan umum.
  • Cerdas. Bukan sekedar orang pintar yang dibutuhkan dalam mengelola daerah dengan keberagaman yang begitu kompleks di dalamnya. Kecerdasanlah yang mampu mengefektifkan setiap langkah pembangunan.
  • Giat. Modal besar bukan satu-satunya jaminan dalam mencapai kesuksesan. Bekerja keras dalam mendorong keikutsertaan segenap elemen yang ada patut digalakkan oleh semua pemimpin di Indonesia. Perbedaan pilihan seringkali menghalangi terciptanya kerja sama yang baik dalam menumbuhkan perekonomian.
Bantaeng memiliki 4 pilar tersebut, sehingga Bantaeng yang dulunya dianggap tertinggal mampu terlepas dari jerat predikat daerah tertinggal. Hal ini dibuktikan Bantaeng dengan hadirnya sejumlah investor di daerah ini. Investor dimudahkan untuk masuk berinvestasi melalui pelayanan perizinan yang cepat serta tanpa pungutan biaya apapun. Semoga Bantaeng semakin melaju, esok kita menapak hari yang cerah. Selamat merayakan Hari Jadi Bantaeng ke-759, tambah SYL.

SYL Ungkap 4 Pilar Keberhasilan Bantaeng-1 SYL Ungkap 4 Pilar Keberhasilan Bantaeng-2 SYL Ungkap 4 Pilar Keberhasilan Bantaeng-3 SYL Ungkap 4 Pilar Keberhasilan Bantaeng-4 SYL Ungkap 4 Pilar Keberhasilan Bantaeng-5

Wali feat BGallery Gebrak BONTHAIN

Wali feat BGallery Gebrak BONTHAIN
Lagi-lagi masyarakat BONTHAIN dapat menikmati akhir pekan yang ceria bersama Wali Band yang akan menggebrak BONTHAIN pada hari Minggu tanggal 16 Desember 2012 esok. Jelang penampilannya, H. M. Nurdin Abdullah (Bupati Bantaeng) meninjau kesiapan Panitia Pelaksana untuk dalam rangka pagelaran musik tersebut. Bersama dengan sejumlah pejabat teras lingkup Kabupaten Bantaeng, The Doctor mengecek langsung segala peralatan pendukung. Beliau berharap sore hari ini, pannggung telah rampung dipasang beserta Lighting dan Sound System, demikian diungkapkan di Pantai Seruni BONTHAIN pagi ini (Red. : 15 Desember 2012).

Kondisi lapangan di sekitar panggung utama terlihat becek akibat hujan yang mengguyur BONTHAIN tadi malam. Hal ini tentu patut mendapat perhatian penuh agar penonton dapat maksimal menikmati penampilan Wali Band. Sementara di lokasi tersebut, Anggota Pemadam Kebakaran Kabupaten Bantaeng telah melakukan upaya dengan menyedot air dari lapangan untuk dibuang ke laut. Namun, H. M. Nurdin Abdullah mengharapkan kepada Arsyad Borahima (Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Kimpraswil Kabupaten Bantaeng) agar mengambil langkah berikutnya untuk menyelesaikan masalah yang kerap terjadi yang diakibatkan hujan. Dalam penuturannya, Kadis PUK akan segera memobilisasi Sirtu/Pasir pada sejumlah sisi lapangan agar air tidak tergenang lagi. Bahkan, saluran pembuangan akan diperluas dan ditambah agar sirkulasi air dapat mengalir dengan cepat, tambahnya.

Kepala Bapedalda Kabupaten Bantaeng yang dimintai keterangannya mengemukakan bahwa kehadiran Anggota Damkar sebagai upaya reaksi cepat dalam menyelesaikan masalah yang sifatnya mendadak dan harus rampung dalam waktu yang relatif singkat. Olehnya itu, kami segera menerjunkan Anggota Damkar sebagai salah satu bagian yang berada di bawah naungan Brigade Siaga Bencana (BSB) BONTAIN yang menjadi tanggung jawab dari Bapedalda Kabupaten Bantaeng. Kami berharap, air yang tergenang di lapangan ini dapat selesai disedot secara keseluruhan hingga siang hari ini, Insya Allah.

H. M. Nurdin Abdullah kembali mengemukakan bahwa Wali Band akan hadir di BONTHAIN esok, tepatnya tanggal 16 Desember 2012. Kegiatan ini merupakan rangkaian dari kegiatan sebelumnya dalam rangka memperingati dan memeriahkan Hari Jadi BONTHAIN ke-758 yang jatuh pada tanggal 7 Desember 2012. Kedatangan Wali Band esok, jangan dianggap sebagai sebuah pemborosan anggaran APBD. BONTHAIN tidak mampu membiayai setiap kegiatan kalau hanya mengacu pada APBD yang ada. Meski cukup, aturan yang ada tidak membenarkan kegiatan seperti ini untuk dianggarkan di APBD. Lalu seperti apa langkah Pemerintah Kabupaten Bantaeng untuk mendatangkan Wali Band. Banyak hal dapat dilakukan, tentunya kerja sama dengan berbagai pihak diperlukan. Sama halnya untuk mendatangkan mobil Pemadam Kebakaran yang harganya Trilyunan Rupiah per-unitnya. Pemerintah melakukan terus pendekatan kerja sama berbagai bidang dengan negeri Tirai Bambu melalui konsep Sister City.

Tim BONTHAIN berharap, masyarakat dapat terhibur dengan hadirnya Wali Band. Upaya Pemerintah menyediakan hiburan berskala nasional, kiranya dapat merangsang pertumbuhan ekonomi di BONTHAIN. Peredaran uang akan semakin meningkat yang pada akhirnya dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Wali feat BGallery Gebrak BONTHAIN-1 Wali feat BGallery Gebrak BONTHAIN-2 Wali feat BGallery Gebrak BONTHAIN-3 Wali feat BGallery Gebrak BONTHAIN-4

Menristek pamitan kepada Nurdin Abdullah

Menristek pamitan kepada Nurdin Abdullah
Kendaraan purwarupa capung siap menanti penumpangnya di sebuah Helipad berlokasi di Lapangan Lompobattang Bantaeng. Rombongan dari Jakarta ini siap berpamitan untuk bertolak menuju Makassar, setelah sehari sebelumnya menghadiri Perayaan Hari Jadi BONTHAIN ke-758 (Red. : 7 Desember 2012). Menristek bersama rombongan diantar oleh Bapak H. M. Nurdin Abdullah (Bupati Bantaeng) dan Ibu Lies Fachruddin (Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Bantaeng).

Meriah dan membanggakan bagi masyarakat BONTHAIN, mengingat setiap kegiatan yang berlangsung di kota ini selalu dihadiri oleh Pejabat Negara dan Pejabat Luar Negeri. Demikian halnya Hari Jadi BONTHAIN yang dirangkaikan dengan Bantaeng Ekonomi EXPO (BEE) 2012, yang mana pada sesi Pembukaan tanggal 1 Desember 2012 yang lalu dihadiri oleh H. Syahrul Yasin Limpo (Gubernur Sulawesi Selatan).

Prof. Dr .Ir .H. Gusti Muhammad Hatta, MS (Menteri Negara Riset dan Teknologi Republik Indonesia) memuji BONTHAIN dengan sejumlah keberhasilan yang ditunjukkannya selama ini. BONTHAIN butuh pemimpin yang patut jadi panutan bagi masyarakatnya. Pemimpin yang berdedikasi tinggi dan penuh semangat untuk membangun dengan mengedepankan kesejahteraan. Pak Nurdin layak mendapat acungan jempol, saya saja sebagai tamu di kota ini amat salut apalagi masyarakat yang menetap dan merasakan manfaat BONTHAIN. Demikian penuturan Menristek kepada Tim BONTHAIN sebelum memasuki ruang Helikopter pagi ini (Red. : 07:39 Wita).

Sementara H. Agus Arifin Nu'mang (Wakil Gubernur Sulawesi Selatan) pada puncak perayaan Hari Jadi Bantaeng di Balai Kartini kemarin, menuturkan bahwa BONTHAIN jangan dipandang sebelah mata dan jangan dianggap remeh. Uang yang beredar di kota ini amatlah besar dalam tiap harinya. Sejumlah investor telah menanamkan investasinya, bahkan investor lainnya siap ikut ambil bagian dalam memajukan BONTHAIN. Hal ini seharusnya menjadi cambuk bagi daerah lainnya agar mencontoh Nurdin Abdullah sebagai aset Sulawesi Selatan dari BONTHAIN.

Pada perayaan tersebut, hadir pula investor dari Jepang, Arab Saudi dan India serta H. Bahar Ngitung (Anggota DPD RI) dan Prof. DR. H. A. Amiruddin (Mantan Gubernur Sulawesi Selatan). Ketiga investor dimaksud telah siap memajukan BONTHAIN melalui kerja sama berbagai bidang yakni Pertambangan, Peternakan, Pembangkit Energi Listrik Tenaga Hidromikro dan Pertanian.

Gusti Muhammad Hatta menitip pesan kepada Nurdin Abdullah, "Jangan menyerah hanya karena angin kecil bertiup, badai yang datang pun patut dihadapi". Selamat Hari Jadi BONTHAIN ke-758 dan terima kasih atas keramah tamahannya, tuturnya sebelum Helikopter berangkat menuju Makassar.

Hari Jadi BONTHAIN 758

Hari Jadi BONTHAIN 758
Segar nan cantik mengembang kala Bunga Desember memekarkan dirinya. Warnanya merah menandakan keberaniannya, bangkit dari tidurnya selama 11 (sebelas) bulan untuk mengawal kehidupan di Bulan Desember. Bertahun-tahun berlalu, BONTHAIN berada dalam masa tidur. Meski sesekali terjaga, namun kantuknya tetap menghantui dirinya untuk terus melanjutkan tidurnya. Namun, kini BONTHAIN meninggalkan sifat malasnya dan bangun dari tidur panjangnya selama ini.

Pembangunan terus dijalankan hingga ke pelosok BONTHAIN pada tiap sektor dengan tetap mengacu pada pemerataan masing-masing cluster yang terdiri dari Lautan, Dataran Rendah dan Dataran Tinggi. Pepatah BONTHAIN mengungkapkan bahwa BONTHAIN diibaratkan tubuh manusia. Kepalanya berada pada sisi Utara dengan hadirnya Dataran Tinggi membentang pada Gunung Lompobattang. Sementara badannya dipenuhi dengan areal perkebunan, persawahan, perikanan darat dan sebagainya. Dan kakinya menjulur panjang ke arah Selatan dengan menghadirkan biota laut yang beraneka ragam, antara lain ikan, udang dan rumput laut.

Pemerintahan H. M. Nurdin Abdullah telah berlangsung selama 5 (lima) tahun sejak ditetapkan sebagai Bupati Bantaeng pada tanggal 8 Agustus 2008 silam. Selama kurun waktu tersebut, Bupati yang kerap dipanggil The Doctor telah membawa BONTHAIN ke arah yang semakin membaik. Sarana dan prasarana pendukung telah tersedia dan semakin bertambah. Dengan sendirinya hal ini menyulap kota yang dulunya suram menjadi gemerlap. Akibatnya, peredaran ekonomi semakin meningkat dengan hadirnya para investor, baik dari dalam maupun luar negeri untuk menanamkan modalnya.

Hari Jadi Bantaeng yang jatuh pada hari ini, Jum'at tanggal 7 Desember 2012 begitu semarak. Segenap elemen yang ada di BONTHAIN menampilkan hasil pembangunan selama 5 tahun terakhir melalui Parade/Devile. Tidak hanya itu, sejak tanggal 1 sampai 7 Desember 2012 telah berlangsung Pameran Pembangunan berjuluk Bantaeng Ekonomi EXPO (BEE) 2012. Pameran tersebut digelar dengan tujuan utama untuk menampikan sejumlah program 5 tahunan yang telah ditelorkan. Disamping itu, dimanfaatkan pula sebagai media publikasi untuk menggaet para investor lainnya untuk datang berinvestasi ke BONTHAIN.

Hari Jadi BONTHAIN 758-1 Hari Jadi BONTHAIN 758-2 Hari Jadi BONTHAIN 758-3 Hari Jadi BONTHAIN 758-4 Hari Jadi BONTHAIN 758-5
Back To Top