52 Investor dari 8 Negara Hadiri Smelter Summit 2014 di Bantaeng

7 Unit Damkar Siap Menghuni Bonthain
Bantaeng ditunjuk sebagai pelaksana Smelter Summit 2014 yang berlangsung selama 3 hari di Balai Kartini, Kabupaten Bantaeng, Propinsi Sulawesi Selatan. Kegiatan tersebut dihadiri 52 investor dari 8 negara yang berasal dari Benua Eropa, termasuk India dan China. Kepala BPPT (Marzan Aziz Iskandar) menjadi Pembicara Kunci dalam pertemuan yang juga dihadiri perwakilan Gubernur SulSel, Staf Ahli Bidang Pembangunan (DR. Abdul Haris, SH, MH), Budi Irmawan (Sekretaris Menteri ESDM dan Direktur Pertambangan) dan Bambang Adi (Deputy Kementerian Koordinator Bidang Kesejahhteraan Rakyat Republik Indonesia.

Vince Gowan yang mewakili Ketua Kamar Dagang Indonesia (KADIN), memandu acara yang diisi dengan berbagai pemaparan Narasumber sampai sesi diskusi. Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2009 tentang Pertambangan Mineral dan Batu Bara merupakan topik utama yang dibahas. Sebagaimana tertuang dalam Pasal 103 dan Pasal 170 pada Undang-Undang tersebut, kegiatan pengolahan dan pemurnian Sumber Daya Mineral sebagai bagian dari peningkatan manfaat mineral bagi rakyat dan untuk kepentingan pembangunan daerah. Hasil akhirnya diharapkan dapat memberi manfaat yang sebesar-besarnya bagi masyarakat.

Kepada peserta Smelter Summit 2014, Bupati Bantaeng (Prof. DR. Ir. H. M. Nurdin Abdullah, M.Agr) memaparkan lebih dalam tentang potensi dan kondisi Kabupaten Bantaeng saat ini. Pemerintah Kabupaten Bantaeng membuka peluang usaha yang seluas-luasnya kepada para investor untuk menanamkan investasinya di daerah ini. Izin investasi yang kerap disebut Izin Prinsip tidaklah sulit dalam pengurusannya, seperti halnya yang telah menghantui para investor selama ini. Prosesnya amatlah cepat dan mudah serta kami tidak membebankan biaya sepeser pun. Ketika semua persyaratan telah dipenuhi, izin Prinsip akan segera diterbitkan. Bahkan sebelum investor tersebut tiba di daerah ini dan melakukan aktifitasnya, cukup mengirimkan berkas-berkas via E-mail, ujarnya.

Bentang alam Kabupaten Bantaeng jarang bisa ditemui di daerah lain di Indonesia. Ada 3 klaster yang tercakup didalamnya, yakni area Pesisir, Dataran Rendah dan Dataran Tinggi. Pada area Dataran Tinggi, dari Timur ke Barat membentang pegunungan Lompobattang pada sisi Utara. Perkebunan Strawberry dan Apel menjadi komoditi andalan sebagai penunjang wilayah Agrowosata. Komoditi lainnya seperti Kentang, Kol, Kopi, Cengkeh dan Kakao tidak hanya sebagai komoditas untuk pasar. Tanaman tersebut akan sangat dibutuhkan oleh pelaku bisnis untuk mendukung aktifitas keberadaannya di Kabupaten Bantaeng.

Areal persawahan, perkebunan dan peternakan tersedia di area Dataran Rendah. Wilayah-wilayah yang dulunya tandus dan tidak produktif, kini disulap menjadi Kawasan Industri Bantaeng (KIBA). Di lokasi inilah, Pemerintah Kabupaten Bantaeng memberi peluang kepada investor untuk membangun industri besar. Dengan sendirinya, areal produktif seperti persawahan tidak terganggu dan tetap bertahan jumlah luasannya.

Lebih lanjut, H. M. Nurdin Abdullah mengungkapkan “Di bagian Selatan, daerah ini berhadapan langsung dengan Laut Flores. Kawasan perairan yang luas menyimpan potensi yang luar biasa dapat dimanfaatkan dalam berbagai hal. Tidak hanya biota laut yang hidup didalamnya, tetapi luasan areal tersebut juga menjadi daya tarik tersendiri untuk memikat para pelaku bisnis untuk berinvestasi. Rumput laut, salah satu potensi yang kini telah mendunia. Investor dari Rusia dan beberapa negara lainnya telah melakukan kerja sama dalam hal pengembangan rumput laut melalui kegiatan ekspor dan pembangunan sarana produksi.

DR. Ir. R. Syukhran (Dirjen Mineral dan Batu Bara pada Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral) dalam pemaparannya memberikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Bantaeng. Kebijakan Pemerintah Kabupaten Bantaeng ini patut disambut dengan baik oleh Pemerintah Pusat dan para investor. Hal terpenting yang akan terasa nantinya adalah proses produksi akan berjalan dengan lancar tanpa hambatan apapun dari Pemerintah Daerah. Seperti dijelaskan Bupati Bantaeng bahwa proses pembebasan lahan akan difasilitasi sepenuhnya. Sehingga investor bisa fokus mengurus rencana produksi. Apalagi sarana dan prasarana infrastruktur telah tersedia, terutama akses jalan yang memadai. Ketersedian Sumber Daya Alam seperti air bersih merupakan gambaran dari kelestarian sebuah daerah. Sehingga yang sangat penting untuk diperhatikan, khususnya bagi investor adalah pengelolaan limbah industri untuk menjaga kelangsungan hidup dan lingkungan yang sehat.

SYL Ungkap 4 Pilar Keberhasilan Bantaeng

SYL Ungkap 4 Pilar Keberhasilan Bantaeng
Bantaeng kini berusia 759 tahun dengan ditetapkannya melalui Peraturan Daerah Nomor 28 Tahun 1999, bahwa sangat tepat Hari Jadi Bantaeng ditetapkan pada tanggal 7 bulan 12 tahun 1254. Tahun 1254 dalam atlas sejarah Dr. Muhammad Yamin, telah dinyatakan wilayah Bantaeng sudah ada. Ketika kerajaan Singosari di bawah pemerintahan Raja Kertanegara memperluas wilayahnya ke daerah timur Nusantara untuk menjalin hubungan niaga pada tahun 1254-1292. Penentuan autentik Peta Singosari ini jelas membuktikan Bantaeng sudah ada dan eksis ketika itu.

Hari Jadi Bantaeng ke-759 diperingati hari ini (Red. : 8 Desember 2013) di Kawasan Reklamasi Pantai Seruni Bantaeng dalam suasana khidmat dan penuh kegembiraan. Diawali acara defile menyusuri jalan-jalan protokol Bantaeng. Menampilkan kreasi dari masing-masing instansi dan masyarakat umum.

Peringatan kali ini dihadiri oleh Gubernur Sulawesi Selatan (DR. H. Syahrul Yasin Limpo, SH, M.Si, MH), Wakil Bupati Gunung Kidul (Himmawan Wahyudi), Bupati Jeneponto terpilih (Ikhsan Iskandar), Direktur Lem Satker Ditjen Binalattas (Khairul Anwar), Direktur Jendral Pembinaan, Pelatihan, dan Produktivitas Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi Republik Indonesia (Abd. Wahab Bangkona), Direktur Pusat Teknologi Industri Proses Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (Dr. Dra. Nadirah, M. Sc) serta sejumlah investor dari dalam dan luar negeri.

Dalam sambutannya, Bupati Bantaeng (Prof. DR. Ir. H. M. Nurdin Abdullah, M.Agr) mengemukakan rasa optimismenya terhadap kemajuan Bantaeng pada tahun mendatang. Bantaeng kini dijadikan daerah tujuan Study Lapang. Berbagai daerah di Indonesia telah datang ke Bantaeng dan terus berdatangan sampai hari ini. Kesmeuai tu merupakan Rahmat dari Yang maha Kuasa yang sebelumnya tidak pernah dibayangkan. Sebelumnya Bantaeng hanya kota kecil yang sama sekali tidak dikenal. Kini jauh meninggalkan daerah lainnya melalui percepatan pembangunan di segala sektor. Momentum ini amat berharga dengan hadirnya para tamu kehormatan yang siap menanamkan modalnya di Kabupaten Bantaeng.

Dalam kesempatan tersebut, H. M. Nurdin Abdullah memberikan penghargaan kepada 4 investor yang telah menyatakan kesiapannya berinvestasi yakni :
  • PT. Titan Mineral Utama
  • PT. Mega Power Makmur
  • PT. Bakti Bumi Sulawesi
  • PT. Cinta Jaya
Disamping itu, penghargaan diberikan pula kepada tokoh berprestasi terhadap pembangunan Kabupaten Bantaeng yakni :
  • Ketua Tim Penggerak PKK Kab. Bantaeng (Ir. Hj. Liestiati F. Nurdin, M.Fis)
  • Mantan Wakil Bupati Bantaeng Periode 2008-2013 (Drs. H. A. Asli Mustadjab)
  • Tokoh pejuang (Kr. Latippa)
  • Kadis. Kebudayaan dan Pariwisata Kab. Bantaeng (H. A. Asri Syahrun)
  • Tokoh Pendidikan (K. H. M. Nuh. Khaeruddin)
  • Camat Pa’jukukang (Ahmad Salam)
  • Tokoh Brigade Siaga Bencana (dr. Farlis Wahab)
  • Pemrakarsa Pertanian Sistem Legowo 21 (DR. Muchtar A. Nawir)
Dengan Pelestarian Budaya Daerah, Kita Tumbuhkan Kearifan Lokal dalam Mendukung Kabupaten Bantaeng sebagai Pusat Pertumbuhan Ekonomi Baru di Kawasan Selatan Propinsi Sulawesi Selatan merupakan tema yang diusung dalam peringatan Hari Jadi Bantaeng ke-759. Budaya daerah amat perlu kita lestarikan, bukan saja untuk mengingat masa lalu. Ketika diramu dengan kreatifitas yang mumpuni akan mampu menumbuhkan perekonomian daerah melalui sektor pariwisata. Demikian diungkapkan Syahrul Yasin Limpo (SYL).

Keberhasilan Propinsi Sulawesi Selatan tidak terlepas dari keberhasilan Kabupaten Bantaeng. Energi Sulawesi Selatan sebagai Propinsi terdepan di Indonesia, salah satunya datang dari Bantaeng yang kini mengarah ke kota Industri. Berbagai mega proyek dilaksanakan di kota ini dengan nilai investasi trilyunan. Industri pupuk, industri pengolahan nikel dan pembangkit listrik tenaga mikro hidro merupakan proyek besar yang akan meningkatkan Pendapatan Asli Daerah Kabupaten Bantaeng. Tentunya akan meningkatkan pula PAD Propinsi Sulawesi Selatan.

Semua yang telah dicapai Bantaeng merujuk pada 4 pilar utama sebagai penggambaran masyarakat Bugis-Makassar. Gubernur Sulawesi Selatan menguraikan ke-4 pilar tersebut, yakni :
  • Religius. Pemimpin yang taat beragama, menjalankan Shalat 5 waktu sehari semalam menggambarkan itikad yang baik pada dirinya. Demikian pula penganut agama non-muslim. Pelaksanaan ibadah yang sesuai dengan ketentuan agamanya akan mengarahkan pribadinya ke jalan yang baik dan lurus dalam menjalani kehidupan sehari-hari.
  • Karakter yang baik. Penggambaran seseorang untuk dapat dijadikan suri teladan bagi masyarakat, melahirkan jiwa pemimpin yang peduli terhadap kepentingan umum.
  • Cerdas. Bukan sekedar orang pintar yang dibutuhkan dalam mengelola daerah dengan keberagaman yang begitu kompleks di dalamnya. Kecerdasanlah yang mampu mengefektifkan setiap langkah pembangunan.
  • Giat. Modal besar bukan satu-satunya jaminan dalam mencapai kesuksesan. Bekerja keras dalam mendorong keikutsertaan segenap elemen yang ada patut digalakkan oleh semua pemimpin di Indonesia. Perbedaan pilihan seringkali menghalangi terciptanya kerja sama yang baik dalam menumbuhkan perekonomian.
Bantaeng memiliki 4 pilar tersebut, sehingga Bantaeng yang dulunya dianggap tertinggal mampu terlepas dari jerat predikat daerah tertinggal. Hal ini dibuktikan Bantaeng dengan hadirnya sejumlah investor di daerah ini. Investor dimudahkan untuk masuk berinvestasi melalui pelayanan perizinan yang cepat serta tanpa pungutan biaya apapun. Semoga Bantaeng semakin melaju, esok kita menapak hari yang cerah. Selamat merayakan Hari Jadi Bantaeng ke-759, tambah SYL.

SYL Ungkap 4 Pilar Keberhasilan Bantaeng-1 SYL Ungkap 4 Pilar Keberhasilan Bantaeng-2 SYL Ungkap 4 Pilar Keberhasilan Bantaeng-3 SYL Ungkap 4 Pilar Keberhasilan Bantaeng-4 SYL Ungkap 4 Pilar Keberhasilan Bantaeng-5
Back To Top