Ambae.exe 01.24 Admin Bandung Indonesia
Jadwal Imsakiyah Puasa Ramadhan 1437 H - 2016 M (Bantaeng & WITA)

Jadwal Imsakiyah Puasa Ramadhan 1437 H - 2016 M (Bantaeng & WITA)

Jadwal Imsakiyah Ramadhan 1437 H-2016 M
Alhamdulillah, telah disebar dan dibagikan Jadwal Imsakiyah Puasa Ramadhan 1437 H - 2016 M. Jadwal yang diramu ke dalam selebaran sederhana ini, dibagi ke beberapa Masjid/Mushollah, area publik dan rumah warga di Kabupaten Bantaeng. Jumlahnya relatif sedikit, hanya berkisar 7.000 eksemplar. Dengan jumlah tersebut, mungkin tidak mampu didapatkan oleh seluruh warga Kabupaten Bantaeng ini pada khususnya.

Sehingga AMBAE menyediakan jadwal ini dalam bentuk file digital yang bisa diunduh melalui berbagai media yang ada di dunia maya. Seperti halnya pada media sosial Facebook, Kompasiana, Blog dan sebagainya.

Terima kasih kepada seluruh all crew AMBAE yang berpartisipasi dalam proses penyebaran informasi jadwal dimaksud. Semoga upaya dan kerja keras all crew bernilai ibadah di sisi Allah Swt.

Selamat menunaikan ibadah puasa dan selamat berbuka puasa pada saatnya.

Download :
Jadwal Imsakiyah Ramadhan 1437 H (area WITA dan Bonthain)
atau
Jadwal Imsakiyah Ramadhan 1435 H (area WITA dan Bonthain)

Semakin Dekat dengan Warga melalui Open House

FORIMBA Berbagi Takjil
Pemerintah Kabupaten Bantaeng menggelar open house bertempat di Rumah Jabatan Bupati Bantaeng (17/07). Dalam kesempatan tersebut, hadir Bupati Bantaeng (H. M. Nurdin Abdullah), Wakil Bupati Bantaeng (H. Muhammad Yasin), Sekretaris Daerah Kabupaten Bantaeng (H. Abdul Gani) Ketua TP. PKK Kabupaten Bantaeng (Hj. Liestiaty F. Nurdin), Ketua GOW Kabupaten Bantaeng (Hj. Aisyah Yasin), Ketua DWP Kabupaten Bantaeng (Hj. Nuraeni Gani) dan unsur Muspida Kabupaten Bantaeng serta beberapa Kepala SKPD lingkup Pemerintah Kabupaten Bantaeng.

Open House digelar sehari dan terbuka untuk umum, baik dari kalangan Aparatur Pemerintah maupun seluruh kalangan masyarakat. Tanpa mengenal strata, status dan pangkat serta jabatan, seluruh pimpinan daerah ini duduk bersama dalam satu meja sambil menikmati sajian makanan khas Hari Raya Idul Fitri 1436 H.

Satu sama lain saling berjabat tangan seraya memohon maaf sebagai salah satu tanda kemenangan demi menggapai fitrah di hari yang fitri. Dimana setahun telah berlalu dalam berinteraksi, memungkinkan terjadinya diskomunikasi maupun hal-hal yang dapat memunculkan dosa di antara sesama manusia. Bulan suci Ramadhan menjadi wadah bagi umat Muslim pada khususnya untuk melakukan serangkaian instrospeksi diri.

Manakala hidup dan kehidupan yang dijalani di dunia ini hanyalah persinggahan. Jabatan dan pangkat tidak akan abadi meski dengan sekuat tenaga mempertahankannnya. Terlebih lagi jika melaluinya dengan cara-cara yang ilegal.

Kegiatan yang digelar di tempat ini sekaligus menjadi ajang silaturahmi antar seluruh elemen dalam wilayah administratif Kabupaten Bantaeng. Berjumpa dengan sang Bupati Bantaeng dan petinggi lainnya serta para aparaturnya, bukanlah hal sulit diwujudkan. Melalui Open House dimaksud, tak hanya bersilaturahmi semata. Namun juga menunjukkan betapa dekatnya pemimpin di mata dan hati warganya.

Jama'ah Ied Padati Pantai Seruni Bantaeng

FORIMBA Berbagi Takjil
Shalat Idul Fitri serentak dilaksanakan oleh seluruh masyarakat di Kabupaten Bantaeng. Dipusatkan di Alun-alun Pantai Seruni, turut hadir Bupati Bantaeng (H. M. Nurdin Abdullah), Wakil Bupati Bantaeng (H. Muhammad Yasin), Sekretaris Daerah Kabupaten Bantaeng (H. Abdul Gani) Ketua TP. PKK Kabupaten Bantaeng (Hj. Liestiaty F. Nurdin), Ketua GOW Kabupaten Bantaeng (Hj. Aisyah Yasin), Ketua DWP Kabupaten Bantaeng (Hj. Nuraeni Gani) dan unsur Muspida Kabupaten Bantaeng serta beberapa Kepala SKPD lingkup Pemerintah Kabupaten Bantaeng.

Jama'ah yang melaksanakan Shalat Ied di tempat ini diperkirakan mencapai puluhan ribu orang. Angka ini tentunya nampak dengan jelas, mengingat kapasitas alun-alun yang mampu menampung puluhan ribu orang. Ditambah lagi fasilitas di sekitarnya seperti Tribun, Anjungan, Trotoar dan Jalan Seruni serta Jalan Akses Masuk dan Keluar dari dan menuju kawasan yang direklamasi sejak beberapa tahun lalu.

Pemandangan yang indah terlihat dari gedung RSUD Prof. H. M. Anwar Makkatutu Bantaeng. Dari lantai 9 yang berada di puncak gedung tersebut disaksikan para jama'ah memadati lokasi Shalat Ied.

Hal ini terjadi mengingat tahun ini pelaksanaan Shalat Ied ditetapkan serentak oleh Kementerian Agama Republik Indonesia melalui hasil sidang isbat sehari sebelumnya (16/07). Praktis umat muslim di seluruh Indonesia pada umumnya mengikuti ketetapan tersebut. Dengan begitu, di Kabupaten Bantaeng dipilihlah Alun-alun Pantai Seruni sebagai tempat terluas untuk bisa memenuhi membludaknya jama'ah Shalat Ied itu sendiri.

Namun demikian, di beberapa tempat baik dalam wilayah perkotaan maupun wilayah pedesaan hingga pelosok Kabupaten Bantaeng tetap disiapkan Masjid untuk pelaksanaan Shalat Ied. Khususnya Masjid yang selama ini kerap digunakan untuk menunaikan Shalat Jum'at.

Seperti halnya Masjid Jami' Muhajirin yang berada di Kampung Be'lang, Kelurahan Bonto Atu, Kecamatan Bissappu. Meski sebagian besar memilih Shalat Ied di Alun-alun Pantai Seruni, Masjid ini tetap penuh. Bahkan sebagian diantaranya harus melaksanakan Shalat Ied di luar gedung Masjid.

Dari hasil pemantauan crew AMBAE, masyarakat memilih Masjid Jami' Muhajirin mengingat jaraknya yang terbilang dekat dengan rumah tempat tinggalnya. "Kami Shalat di Masjid dekat rumah untuk menjaga hal-hal yang tidak diinginkan, misalnya bahaya kebakaran dan sebagainya." tutur Andre.

Sementara Joko (Anggota Satgas Pemadam Kebakaran Kabupaten Bantaeng) mengungkapkan bahwa dirinya memang tidak ditugaskan di Pantai Seruni. "Kami telah dibagi tugas untuk memback-up bahaya kebakaran. Mengingat kejadian tahun sebelumnya dimana sebagian masyarakat kerap kali lalai. Akibatnya di salah satu desa di Kecamatan Ulu Ere terdapat rumah yang habis dilalap api. Sedangkan pemiliknya masih melaksanakan Shalat. Bersyukur, laporan yang masuk di Markas Damkar segera bisa kami tangani dan api pun kami padamkan beberapa menit kemudian."

Semarak Idul Fitri dengan Takbiran

FORIMBA Berbagi Takjil
Bulan suci Ramadhan berakhir hari ini (16/07) setelah resmi diumumkan hasil Sidang Isbat oleh Kementerian Agama Republik Indonesia di Jakarta. Alhamdulillah, tahun ini akan dilangsungkan Shalat Idul FItri 1436 H secara serentak di Indonesia. Dimana setelah sekian lama, sering kali berbeda pandangan dalam penetapan 1 Syawal.

Menandai Idul Fitri tahun ini, di seluruh pelosok tanah air digelar Takbiran dengan mengumandangkan Takbir, Tahmid dan Tahlil. Sama halnya di Kabupaten Bantaeng, juga digelar hal serupa.

Takbiran yang dilaksanakan oleh Pemerintah Kabupaten Bantaeng dipusatkan di Pantai Seruni Bantaeng. Dengan menggelar Takbir Bersama serta Pawai Takbir Keliling dan Lomba Miniatur Masjid serta Mushollah.

Bupati Bantaeng (H. M. Nurdin Abdullah) bersama beberapa Kepala SKPD lingkup Pemerintah Kabupaten Bantaeng melepas kontingen Remaja Masjid beserta Miniatur Masjid/Mushollah di Anjungan Pantai Seruni Bantaeng. Diikuti oleh beberapa peserta, khususnya Masjid dan Mushollah yang berada dalam wilayah perkotaan Kabupaten Bantaeng.

Meski dengan cuaca yang kurang bersahabat, para kontingen terlihat antusias mengikuti jalur pawai keliling yang ttelah ditentukan sebelumnya. Dan finish kembali di Pantai Seruni Bantaeng.

Sementara itu, kendaraan roda dua maupun roda empat yang diperkirakan mencapai ribuan unit memadati tiap ruas jalan di sepanjang jalan-jalan protokol daerah ini. Kendaraan roda empat khususnya, dilengkapi pengeras suara yang memperdengarkan Gema Takbir dari para penumpangnya. Hal ini menambah semaraknya malam 1 Syawal 1436 H.

Namun, patut meningkatkan kehati-hatian dalam berkendara. Begitu pula bagi warga masyarakat yang menonton di pinggir jalan agar bersama-sama berhati-hati agar tidak tidak menimbulkan kecelakaan lalu lintas. Dan bisa mengganggu keselamatan para pengguna jalan raya.

Ribuan Warga Bantaeng Kebagian Sedekah

FORIMBA Berbagi Takjil
Bupati Bantaeng (H. M. Nurdin Abdullah) bersama Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Bantaeng (Hj. Liestiaty F. Nurdin) berkunjung ke Dusun Ma'lero, Desa Biangloe, Kecamatan Pa'jukukang (15/07). Di kampung tersebut, Bupati yang oleh warga masyarakat menyebutnya "Doktoroka" mengumpulkan warga masyarakat di sebuah Masjid. Dimana "Masjid Hj. Nuraeny Abdullah" merupakan Masjid pertama yang dibangun oleh H. M. Nurdin Abdullah, jauh sebelum dirinya terpilih sebagai Bupati Bantaeng yang dilantik sejak Agustus 2008 silam.

Warga menyatakan rasa bersyukur dan terima kasih yang mendalam atas kunjungan Bupati Bantaeng. Menurutnya, baru kali ini mereka mendapatkan pemimpin yang benar-benar peduli terhadap masyarakat kalangan bawah. "Dia tidak lupa dengan kami pak. Disinilah pak Nurdin datang pertama sebelum menjadi Bupati. Seandainya bisa pak, dia saja yang menjadi Bupati Bantaeng seterusnya", tutur seorang warga usia lanjut yang diungkapkannya dalam bahasa Makassar.

Hal ini dibenarkan oleh warga lainnya yang kemudian meneriakkan "Bupatiku". Ada pula yang melakukan sujud syukur setelah mendapatkan sedekah. Sementara itu para warga tidak segan-segan mencium tangan H. M. Nurdin Abdullah dan Hj. Liestiaty F. Nurdin sambil menangis penuh haru.

Sedikitnya 300 orang mendapat pakaian berupa sarung dan uang tunai. Begitu pula anak-anak, pun mendapatkan uang tunai sebagai hadiah lebaran. Dengan sedekah ini, diharapkan dapat memenuhi kebutuhan rumah tangga dalam menghadapi Idul Fitri 1436 H.

Sebelumnya, sejak pagi hingga siang ribuan warga juga kebagian sedekah dari keluarga H. M. Nurdin Abdullah. Kegiatan tersebut berlangsung di kediaman pribadinya di bilangan Jalan Lingkar Bantaeng.
Back To Top