Marching Band Loka Nada Bantaeng Dilepas Menuju Bali

Marching Band Loka Nada Bantaeng Dilepas Menuju Bali
Marching band Loka Nada Bantaeng yang telah berlatih beberapa bulan terakhir, mampu menunjukkan kemajuan yang signifikan. Hal tersebut ditunjang peran serta Pemerintah Kabupaten Bantaeng yang terus memberikan pembinaan. Ditambah lagi keaktifan Pemerintah dalam memfasilitasi seluruh kebutuhannya, mulai dari peralatan hingga pemberian vitamin yang cukup untuk menjaga stamina para pemain.

Syahrul Bayan mengungkapkan bahwa kekuatan dan kebersamaan antara pengurus dan para pemain telah terbangun selama kurun waktu 2 bulan lebih latihan berlangsung. "Hal tersebut menjadi dasar semangat bagi anak-anak untuk berjuang pada event tersebut. Apa yang telah diberikan Pemerintah Kabupaten Bantaeng bersama Bapak dan Ibu Bupati Bantaeng, mudah-mudahan anak-anak mampu memberikan jawaban pada event di Bali mulai tanggal 1-6 Juli 2015 mendatang. Dan bisa memberikan yang terbaik bagi Kabupaten Bantaeng."

Para pemain Marching Band Loka Nada Bantaeng diberangkatkan untuk mengikuti event bergengsi di Bali. Event berjuluk Langgam Indonesia XXVIII/2015 tersebut akan dilaksanakan tanggal 3-5 Juli 2015 di Denpasar-Bali. Merupakan salah satu event bertaraf nasional yang diselenggarakan oleh Marching Band Universitas Udayana.

Sebanyak 62 orang pemain Marching Band binaan ibu Hj. Liestiaty F. Nurdin ii dilepas secara resmi oleh Bupati Bantaeng (H. M. Nurdin Abdullah) di Pantai Seruni Bantaeng. Turut hadir Kepala Bidang Kualitas Hidup Perlindungan Perempuan dan Anak, Badan Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana Propinsi Sulawesi Selatan, Sekretaris Daerah Kabupaten Bantaeng (H. Abdul Gani), Ketua GOW Kabupaten Bantaeng (Hj. Aisyah Yasin), Ketua DWP Kabupaten Bantaeng (Hj. Nuraeni Gani), para Kepala SKPD dan orang tua maupun perwakilan keluarga para pemain.

Di Bali, mereka akan mengikuti 7 jenis lomba yang dipertadingkan yakni Display Indoor, Playpass (street parade), Individual Percussion Contest, Individual Guard Contest, Drum Battle, Color Guard Contest dan Wind/Brass and Pit's Ensemble Competition. Dengan harapan semoga perwakilan Kabupaten Bantaeng mampu menjuarai kontes demi kontes.

Bupati Bantaeng sangat optimis Marching Band Loka Nada Bantaeng mampu memberikan yang terbaik bagi daerah ini. "Kabupaten Bantaeng pernah mengikuti Asian Pasific Festival di Jepang. Dan penampilan mereka sangat luar biasa. Dan mampu memboyong emas untuk Kabupaten Bantaeng. Kita orang Bantaeng ini persoalan kemauan saja. Dan lebih penting lagi persoalan dukungan. Dimana dulu Marching Band kita ini kurang mendapat dukungan. Insya Allah tahun depan kita akan ganti semua peralatan dengan yang baru semua."

Dirinya juga menggambarkan bagaimana daerah ini mampu meraih prestasi luar biasa sebagai tuan rumah PORDA XV Sulawesi Selatan tahun 2014. Pada tahun 2008 di Pangkep saya katakan pertahankan Juara 8 besar agar semua pemain tidak tegang menghadapi PORDA XV. Alhamdulillah kita mampu mempersembahkan Juara Umum II tingkat SulSel." tambah Nurdin.

Pelepasan peserta Langgam Indonesia XXVIII/2015 tersebut diwarnai dengan penampilan para pemain yang akan dilombakan di Bali. Seluruh tamu undangan serta masyarakat yang ikut menyaksikan dibuat terpukau dengan atraksi dan parade Marching Band.

Jangan Takut Sakit di Bantaeng

Jangan Takut Sakit di Bantaeng
Sehabis melaksanakan senam maupun jogging di Pantai Seruni Bantaeng, dapat dilakukan pemeriksaan kesehatan di tempat yang sama dengan cepat. Layanan ini berlaku bagi siapa pun. Termasuk pengunjung destinasi wisata yang berada di pusat kota daerah ini.

Cukup mendatangi pos pemeriksaan yang disiapkan. Lokasinya berdekatan dengan armada berupa ambulance berteknologi super canggih yang merupakan bantuan hibah dari Pemerintah Jepang. Dokter dan perawat disertai obat-obatan tersedia di tempat tersebut.

Semua gratis dan tidak perlu administrasi rumit, hanya berbekal identitas pasien sebagai bahan laporan semata. Bentuk layanan kemanusiaan ini diprakarsai dan ditangani langsung oleh Brigade Siaga Bencana (BSB) Bantaeng dibawah koordinasi Dinas Kesehatan Kabupaten Bantaeng.

Jika layanan utama BSB melalui call center 113, pasien akan didatangi ke rumah dengan respon time maksimal 20 menit, maka layanan yang satu ini mendatangi spot-spot kegiatan pada khususnya.

Hanya berlaku dalam wilayah Kabupaten Bantaeng. "Tidak terbatas bagi warga setempat saja. Namun, siapa pun yang berada ataupun sedang melintas di Bantaeng, maka wajib mendapatkan layanan BSB Bantaeng". tutur H. M. Nurdin Abdullah (Bupati Bantaeng).

Sementara bagi pasien yang harus dirujuk ke Makassar, Pemda memfasilitasi 2 orang dari pihak keluarga untuk bisa mendampingi pasien selama perawatan. Biaya hidup, makan dan tempat tinggal yang kerap menjadi ketakutan bagi keluarga pasien selama ini tidak dirasakan di Bantaeng.

Trauma resiko dirujuk menghilang dengan sendirinya dengan hadirnya layanan gratis dari Pemerintah Kabupaten Bantaeng. Bagi pasien yang akan dirujuk, RSUD Prof. Dr. H. M. Anwar Makkatutu Kabupaten Bantaeng dan Dinas Kesehatan Kabupaten Bantaeng berkoordinasi lebih awal dan berkesinambungan dengan rumah sakit daerah tujuan rujukan hingga pasien selesai ditangani.

Pasien yang diberangkatkan ke Makassar bersama keluarganya tidak perlu khawatir lagi. Mengingat segala sesuatu disana telah siap semua, baik kamar maupun dokter yang akan menjemput dan merawatnya. tegas dr. Takudaeng selaku Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bantaeng.

POR Pelajar VIII 2014

POR Pelajar VIII 2014
Seolah tiada henti, keramaian yang berlangsung di Bonthain. Daerah yang dulunya sunyi, tenggelam di kebisingan kota-kota Indonesia. Tiada kabar terdengar, menjadikannya sebuah daerah yang hampir tidak terlihat di Peta berskala 1:2.000 atau yang lebih besar lagi. Bantaeng kini bukanlah kota sepi. Tetapi kota yang sarat dengan kunjungan dari berbagai daerah di seluruh Indonesia, seperti Seram, Karangasem, Situbondo dan sebagainya. Bahkan kota-kota besar mancanegara, seperti Kamboja, Jepang, Malaysia, Rusia, India, Perancis, Belanda, Jerman, Hong Kong, Korea, China dan sebagainya. Perayaan kecil sekalipun, pasti terpantau dan terpublikasi dengan cepat. Sekecil apapun nuansa kegiatannya, kehebohan di dalamnya langsung mendunia. Menjadikannya semakin ramai dan memikat siapapun untuk menyaksikan keindahan dan keramaian Bonthain yang sedang menuju pencapaian totalitas The New Bantaeng.

Sore tadi (Red. : 23 Nopember 2013) berlangsung pembukaan Pekan Olah Raga Pelajar VIII 2013 yang akan berlangsung selama sepekan ke depan. Kegiatan ini merupakan rangkaian dalam rangka menyambut Hari Jadi Bantaeng ke-759 pada tanggal 7 Desember 2013. Melalui kegiatan ini pula, diharapkan memunculkan bibit atlet yang berpotensi untuk mengikuti kejuaraan berbagai cabang olah raga pada event akbar PORDA XV 2014 yang akan dilaksanakan di Bantaeng.

Puluhan ribu peserta defile mengawali acara pembukaan POR Pelajar VIII 2013 yang terdiri dari para pelajar, official dan juri/wasit. Adapun jumlah peserta yang berasal dari para pelajar sekolah Negeri dan Swasta, yakni :
  • Tingkat SD : 23 Gugus (tiap Gugus terdiri dari 3-6 sekolah)
  • Tingkat SMP/MTs./Pondok Pesantren : 36 sekolah
  • SMA/SMK/MA : 30 sekolah
Peserta defile menunjukkan kreatifitasnya melalui cara berbusana, berbaris, yel-yel, nyanyian, alunan alat musik sampai mempertontonkan atraksi-atraksi tertentu. Beberapa di antaranya mendapat penghargaan sebagai bentuk motivasi Pemerintah Kabupaten Bantaeng terhadap kreatifitas dan semangat yang tinggi, yakni : Tingkat SD
  • Juara 1 : SDN No. 5 lembang Cina
  • Juara 2 : SD Inp. Tappanjeng
  • Juara 3 : SD Inp. Moti
  • Juara 4 : SD Inp. Tanetea
Tingkat SMP
  • Juara 1 : SMP Neg. 1 Bantaeng
  • Juara 2 : SMP Neg. 2 Bantaeng
  • Juara 3 : SMP Neg. 2 Bissappu
  • Juara 4 : SMP Neg. 1 Bissappu
Tingkat SMA
  • Juara 1 : SMA Neg. 1 Bantaeng
  • Juara 2 : SMA Neg. 2 Bantaeng
  • Juara 3 : SMA Neg. 1 Eremerasa
  • Juara 4 : SMK Neg. 5 Bantaeng
Wakil Bupati Bantaeng (H. Muhammad Yasin) dalam sambutannya menyampaikan permohonan maaf atas ketidak hadiran Bupati Bantaeng (H. M. Nurdin Abdullah) pada acara tersebut. Disampaikan bahwa Bupati Bantaeng sedang melakukan kunjungan kerja ke Jepang dan Korea Selatan. Gubernur Sulawesi Selatan mendelegasikan kepada H. M. Nurdin Abdullah untuk menjajaki perkereta apian di Tokyo (Jepang) sebagai langkah untuk mewujudkan Kereta Api di Sulawesi Selatan. Sementara di Seoul (Korea Selatan), beliau menghadiri pertemuan yang membahas tentang Ketahanan Pangan. Di samping itu, mengikuti pula Pameran Pertanian Sedunia. Demikian diungkapkan H. Muhammad Yasin sekaligus membacakan sambutan tertulis Bupati Bantaeng. Utamakanlah sportifitas dan junjung fair play dalam mengikuti POR pelajar kali ini. Semangat yang tinggi berbekal kejujuran, sangat penting untuk membuktikan diri anak-anak sekalian akan sebuah pencapaian besar. Sama halnya dengan para juri dan wasit yang menjadi tim penilai pada cabang-cabang olah raga yang dipertandingkan, saya berharap Anda dapat berlaku jujur dan adil, tambah H. Muhammad Yasin. Harapan-harapan yang disampaikan Wakil Bupati Bantaeng, seakan menjadi perenung terhadap diri setiap individu masyarakat Bantaeng. Warga Bantaeng dan segenap penghuni kota Bonthain merupakan obyek pembangunan. Pelajar dengan usia yang masih muda harus dididik menjadi insan-insan yang berbakti dan peduli terhadap kelangsungan pembangunan ke depannya. Semoga setiap harapan yang diidam-idamkan dapat diwujudkan. Salam Olah Raga.
POR Pelajar VIII 2014-1 POR Pelajar VIII 2014-2 POR Pelajar VIII 2014-3 POR Pelajar VIII 2014-4 POR Pelajar VIII 2014-5

Japan and Russian haven't Come to Colonize

Japan and Russia haven't Come to Colonize
Pemerintah Jepang melalui Ehime Toyota Motor Corporation menyerahkan bantuan dua unit Ambulance dan satu unit pemadam kebakaran (Damkar).

Penyerahan kendaraan bantuan tersebut dilakukan pada peringatan HUT ke-757 Kabupaten Bantaeng pada hari Rabu tanggal 7 Desember 2011 yang dipusatkan di Gedung Balai Kartini Bantaeng. Penyerahan dilakukan oleh Managing Director Ehime Toyota Jepang Tatsumi Takemoto kepada Bupati Bantaeng H. M. Nurdin Abdullah disaksikan Gubernur Sulawesi Selatan (H. Syahrul Yasin Limpo) dan sejumlah petinggi lainnya (baca : Bonthain Anniversary of 757).

Pada kesempatan itu juga dilakukan penandatanganan naskah kerja sama antara Pemda Kabupaten Bantaeng dengan Pemda Kabupaten Gunungkidul Propinsi Daerah Istimewa Yogyakarta serta Kabupaten Karangasem Propinsi Bali. Selain itu, juga dilakukan peresmian proyek Pembangunan Gedung Balai Kartini oleh Dinas PU dan Kimpraswil Kabupaten Bantaeng bernilai Rp 2,6 miliar, Pembangunan Gudang Pembibitan dan Rumah Jaga Dinas Kehutanan dan Perkebunan Kabupaten Bantaeng bernilai Rp 320 juta serta Pembangunan Stasiun Relay PT .Sulawesi Televisi Cemerlang senilai Rp 500 juta.

Proyek lainnya yang diresmikan adalah Pembangunan Pasar Rakyat Tradisional Percontohan Nasional Lambocca bernilai Rp 15 miliar dan Pembangunan Proyek Pasar Modern Marina Beach masing-masing berlokasi di Kecamatan Pa’jukukang. Kerja sama juga dilakukan antara Perusda Baji Minasa Kabupaten Bantaeng dengan pengusaha Rusia (PT. Rumput Laut Sulawesi) disaksikan Duta Besar Rusia dan sejumlah pejabat teras lainnya.

Bupati Bantaeng H. M. Nurdin Abdullah dalam sambutannya mengungkapkan bahwa kerja sama ini semakin memperkokoh Kabupaten Bantaeng menjadi pusat pertumbuhan ekonomi di bagian selatan Propinsi Sulawesi Selatan. Menurutnya, Pemda berkomitmen melakukan sinergi untuk kapasitas masing-masing guna mendorong ekonomi masyarakat, ujarnya seraya mengemukakan kinerja layanan publik yang terus dipacu.

Beliau kemudian menyebut kehadiran Sekolah Bertaraf Internasional yang sudah berjumlah dua unit. Sedangkan di bidang kesehatan, daerah ini berhasil meraih penghargaan Kabupaten Sehat Nasional. Keberhasilan tersebut berkat upaya pelayanan dasar melalui Poskesdes hingga ke Pos pembantu serta Brigade Siaga Bencana (BSB) Kabupaten Bantaeng. Kehadiran BSB berhasil menurunkan angka kematian ibu dan anak.

Karena itu, Bupati Bantaeng berterima kasih kepada Pemerintah Jepang yang telah memberikan bantuan hibah ambulance, mobil pemadam kebakaran dan fasilitas lainnya. Bupati menambahkan lagi, kini telah dibangun rumah sakit modern yang dimaksudkan mengatasi pelayanan kesehatan dan rujukan dari daerah lain. Sedangkan untuk mendorong perekonomian masyarakat, Pemda telah membangun 8 (delapan) unit pasar termasuk pasar bantuan Gubernur Sulawesi Selatan berupa Pasar Moderen Marina Beach serta Pasar Rakyat Tradisional Percontohan Nasional Lambocca.

Pada tingka desa, Pemda telah membentuk Badan Usaha Milik Desa (Bumdes). Sementara untuk membantu masyarakat kurang mampu, Pemda membangun sekitar 50-an unit rumah dalam bentuk swadaya. Sektor pertanian yang merupakan urat nadi kehidupan masyarakat juga terus dipacu dengan memanfaatkan teknologi, termasuk untuk pengembangan talas yang telah memiliki pasar jelas ke Jepang.

Sektor ini juga mendapat backup dari BPPT dengan membangun industri pupuk bernilai Rp 50 miliar. Demikian pula terhadap pengembangan Ikan Nila Gesit yang memanfaatkan lahan yang tidak produktif. Pemda juga menyiapkan fasilitas wisata pantai dan wisata agro pada wilayah pantai dan dataran tinggi untuk menunjang Visit South Sulawesi 2012, jelasnya.

Bonthain Anniversary of 757

 Bonthain Anniversary of 757
Beberapa pekan terakhir, publik Bonthain dipertontonkan dengan berbagai event antara lain berupa pertandingan dan perlombaan beberapa cabang olah raga yang diperuntukkan bagi kalangan pelajar, pegawai negeri/swasta maupun masyarakat umum. Penggiat seni dan budaya pun tidak mau ketinggalan ambil bagian dengan menyelenggarakan Pentas/Pagelaran Seni dan Budaya, Lomba Menyanyi, Lomba Qasidah dan sebagainya. Masyarakat amat antusias mengikuti event-event tersebut guna menyemarakkan Hari Jadi Bonthain ke-757 tahun.

Menyongsong awal tahun 2012, Bonthain semakin memperlihatkan kebolehannya di mata dunia. Tahun demi tahun, Bonthain hanya dipandang sebelah mata. Kini Bonthain patut diperhitungkan sebagai salah satu pilar bangsa, khususnya di wilayah selatan-selatan Propinsi Sulawesi Selatan.

Ganjil tapi tidak janggal. Posisinya yang amat strategis, memacu Pemerintah Bonthain untuk terus membangun demi kemajuan Bonthain di masa mendatang. Sekilas bila kita melihat peta Sulawesi, Bonthain atau Kabupaten Bantaeng yang berjuluk Butta Toa ini berada di kaki kanan Pulau Sulawesi. Dapat diasumsikan bahwa Bonthain sudah selayaknya menjadi penopang Sulawesi, khususnya Sulawesi Selatan. Hal inilah yang menggugah hati para pengambil kebijakan di daerah ini untuk menjadikan Bonthain sebagai salah pilar bangsa yang harus diperhitungkan keberadaannya dan potensinya, baik di mata Indonesia maupun di mata dunia.

Peringatan Hari Jadi Bonthain ke-757 selayaknya bukan sekedar seremonial semata. Jadikanlah perayaan ini sebagai momentum untuk terus bangkit dari keterpurukan yang kita alami selama ini. Bupati Bonthain (Prof. DR. Ir. H. M. NURDIN ABDULLAH, M.Agr) menambahkan “Janganlah sesekali kita berpangku tangan dan hanya melihat Bonthain ini kembali terpuruk lebih dalam. Apa yang kita nikmati saat ini, bukanlah sebuah akhir dari segalanya. Tetapi ini baru awal dari sebuah perjuangan panjang yang membutuhkan kemauan keras, semangat dan etos kerja yang tinggi serta dukungan dari semua pihak baik Pemerintah maupun masyarakat. Dalam Bahasa Makassar, Bupati Bonthain (H. M. Nurdin Abdullah) yang enggan disebutkan titel/gelar yang melekat pada dirinya menyampaikan, “AMBAE siana’ku ngaseng, Kibaungi pa’rasanganta anne. Sipakainga ki, na ki assiri’-siri’. Nasaba’ punna teai ikatte, inai pale’. Punna teai kamma-kamma anne, siapanna pi pale’. Kibaungi Bonthain ta, nasaba’ Bonthain ta ikatte ngaseng pata.” (Translate : MARI/AYO saudaraku semua, kita bangun daerah kita ini. Saling mengingatkan dan merasa malulah. Karena jika bukan kita semua, siapa lagi. Jika bukan sekarang, kapan lagi. Bangunlah Bonthain karena Bonthain adalah milik kita semua).

Singsingkan lengan baju dan bekerjalah, saatnya berkarya bukan hanya mengkritisi apa yang sudah ada. Kritis boleh saja, tetapi jangan lalai untuk tetap berkreasi. Secara singkat Admin mendeskripsikan statement yang disampaikan petinggi Bonthain tersebut dalam sambutannya di Gedung Balai Kartini, Jl. Kartini Bantaeng pada hari Rabu tanggal 7 Desember 2011.

Pada puncak perayaan Hari Jadi Bonthain ke-757 ini, turut hadir Duta Besar Rusia untuk Indonesia (H. E. Mr. A. Ivanov), Duta Besar Jepang untuk Indonesia (Yoshinori Kantori), Menteri Perdagangan (Jero Wacik), Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (DR. Mari Eka Pangestu), Managing Director Ehime Toyota Jepang (Tatsumi Takemoto), Presiden Direktur PT. Maruki Internasional Indonesia (Mr. Yukihiro Kitagawa), Gubernur Sulawesi Selatan (H. Syahrul Yasin Limpo, S.H., M.Si, M.H.), Bupati Bonthain (Prof. DR. Ir. H. M. Nurdin Abdullah, M.Agr) dan Wakil Bupati Bonthain (Drs. H. A. Asli Mustadjab), Unsur Muspida, Bupati Gowa-Porpinsi Sulawesi Selatan (H. Ichsan Yasin Limpo, SH), Bupati Gunungkidul-Propinsi D.I. Yogyakarta (Hj. Badingah, S.Sos), Bupati Karangasem-Propinsi Bali (I Wayan Geredeg, SH), Wakil Bupati Bulukumba-Porpinsi Sulawesi Selatan (Syamsuddin, SH) dan beberapa pejabat tinggi lainnya dari dalam dan luar daerah Bonthain.

Dalam sambutannya, Gubernur Sulawesi Selatan mengingatkan agar Pemerintah Bonthain membuka ruang seluas-luasnya kepada pelaku ekonomi dan bisnis untuk terus menanamkan modalnya di Butta Toa tercinta ini. Pemerintahan yang berwibawa dan dicintai masyarakatnya, akan merangsang animo masyarakat untuk ikut mencintai daerahnya. Pertumbuhan ekonomi di Bonthain patut diperhitungkan, menurutnya. Propinsi Sulawesi Selatan bukanlah apa-apa tanpa dukungan perkembangan tiap daerah di dalam wilayahnya, Bonthain salah satunya.

Dengan tetap mempertahankan jati dirinya sebagai daerah Pemangku Adat “sampulo angrua” (dua belas). Bonthain sudah selayaknya menyokong pembangunan di segala bidang sebagai sumbangsih terbesar terhadap Propinsi Sulawesi Selatan dan Indonesia pada umumnya.

SELAMAT HARI JADI BONTHAIN ke-757 (07 Desember 2011)


 Bonthain Anniversary of 757-1

 Bonthain Anniversary of 757-2

 Bonthain Anniversary of 757-3

 Bonthain Anniversary of 757-4

 Bonthain Anniversary of 757-5


Back To Top