Jangan Takut Sakit di Bantaeng

Jangan Takut Sakit di Bantaeng
Sehabis melaksanakan senam maupun jogging di Pantai Seruni Bantaeng, dapat dilakukan pemeriksaan kesehatan di tempat yang sama dengan cepat. Layanan ini berlaku bagi siapa pun. Termasuk pengunjung destinasi wisata yang berada di pusat kota daerah ini.

Cukup mendatangi pos pemeriksaan yang disiapkan. Lokasinya berdekatan dengan armada berupa ambulance berteknologi super canggih yang merupakan bantuan hibah dari Pemerintah Jepang. Dokter dan perawat disertai obat-obatan tersedia di tempat tersebut.

Semua gratis dan tidak perlu administrasi rumit, hanya berbekal identitas pasien sebagai bahan laporan semata. Bentuk layanan kemanusiaan ini diprakarsai dan ditangani langsung oleh Brigade Siaga Bencana (BSB) Bantaeng dibawah koordinasi Dinas Kesehatan Kabupaten Bantaeng.

Jika layanan utama BSB melalui call center 113, pasien akan didatangi ke rumah dengan respon time maksimal 20 menit, maka layanan yang satu ini mendatangi spot-spot kegiatan pada khususnya.

Hanya berlaku dalam wilayah Kabupaten Bantaeng. "Tidak terbatas bagi warga setempat saja. Namun, siapa pun yang berada ataupun sedang melintas di Bantaeng, maka wajib mendapatkan layanan BSB Bantaeng". tutur H. M. Nurdin Abdullah (Bupati Bantaeng).

Sementara bagi pasien yang harus dirujuk ke Makassar, Pemda memfasilitasi 2 orang dari pihak keluarga untuk bisa mendampingi pasien selama perawatan. Biaya hidup, makan dan tempat tinggal yang kerap menjadi ketakutan bagi keluarga pasien selama ini tidak dirasakan di Bantaeng.

Trauma resiko dirujuk menghilang dengan sendirinya dengan hadirnya layanan gratis dari Pemerintah Kabupaten Bantaeng. Bagi pasien yang akan dirujuk, RSUD Prof. Dr. H. M. Anwar Makkatutu Kabupaten Bantaeng dan Dinas Kesehatan Kabupaten Bantaeng berkoordinasi lebih awal dan berkesinambungan dengan rumah sakit daerah tujuan rujukan hingga pasien selesai ditangani.

Pasien yang diberangkatkan ke Makassar bersama keluarganya tidak perlu khawatir lagi. Mengingat segala sesuatu disana telah siap semua, baik kamar maupun dokter yang akan menjemput dan merawatnya. tegas dr. Takudaeng selaku Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bantaeng.

Untuk SulSel, Bantaeng Perkenalkan SEeForest

Untuk SulSel, Bantaeng Perkenalkan SEeForest
SEeForest adalah aplikasi sosial media selfie sambil menanam pohon. Seperti aplikasi media sosial lainnya, pengguna akan memiliki akun pribadi. Uniknya, SEeForest mencoba mengedukasi anak-anak dan remaja untuk berselfie sambil menanam pohon. Pengguna akun juga akan tergabung dalam SEeForest Comunity sebagai komunitas pecinta lingkungan.

"Ini yang berbeda, sambil berinteraksi di media sosial, anak diajak untuk mencintai lingkungannya dengan menanam pohon melalui SEeForest", ungkap Nurdin selaku pembina SEeForest Indonesia. Hal ini terungkap di hadapan beberapa anggota Pramuka saat pelaksanaan Peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia tingkat Propinsi Sulawesi Selatan di Maccini Sombala Of Indonesia (14/6).

Dikatakan Prof. DR. Nurdin Abdullah, "Mengedukasi anak mencintai lingkungan tidak cukup dengan lisan atau tulisan. Harus ada contoh. SEeForest mengedukasi anak melalui dunia mereka. Menanam pohon di lingkungan sekitar yang lebih penting. Pohon tersebut akan dipelihara. Satu anak tanam pohon, dua atau tiga hingga puluhan pohon akan tertanam serta terpelihara", pungkasnya.

Aplikasi SEeForest ini telah dilaunching pada tanggal 2 Juni 2015 di Kawasan Ekowisata Pantai Marina Korong Batu Kabupaten Bantaeng. Berlangsung secara simbolis, penanaman pohon oleh Bupati Bantaeng (H. M. Nurdin Abdullah) dan Bupati Ogan Komering Ilir, Propinsi Sumatera Selatan (Iskandar, SE) selaku pembina SEeForest Indonesia.

Tampak Bupati Bantaeng yang juga Guru Besar Fakultas Kehutanan Universitas Hasanuddin Makassar ini, memberikan trik cara menanam pohon yang baik dan benar dihadapan anggota Pramuka, beberapa pejabat lingkup Pemerintah Kabupaten Bantaeng dan pejabat Pemerintah Propinsi Sulawesi Selatan. Segenap yang hadir pada kesempatan tersebut menghampiri Bupati Bantaeng guna menyaksikan dari dekat penanaman pohon Bitti di lokasi penghijauan Hutan Kota di Makassar.

Sementara itu, Syahrul Bayan (Kepala Dinas Sosnakertrans Bantaeng yang juga Koordinator SEeForest Sulsel) mengemukakan bahwa moment Peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia Tahun 2015 tingkat Propinsi Sulawesi Selatan kali ini sangat spesial. Dijadikannya moment ini untuk memperkenalan aplikasi SEeForest kepada para anggota Pramuka dan beberapa dari Kabupaten/Kota Se-Sulawesi Selatan. Termasuk kepada Bapak Gubernur Sulawesi Selatan (H. Syahrul Yasin Limpo).

Dirinya mengapresiasi kehadiran aplikasi Selfie sambil Menanam Pohon. Dimana telah dilaunching di Bantaeng bersama Bupati OKI Sumatera Selatan selaku Pembina SEeForest Community Indonesia.

Fun Walk 2015 bersama Bupati Bantaeng dan Gubernur SulSel

Fun Walk 2015 bersama Bupati Bantaeng dan Gubernur SulSel
Bupati Bantaeng (H. M. Nurdin Abdullah) bersama sejumlah Kepala SKPD Kabupaten Bantaeng mengikuti kegiatan Fun Walk 2015 di Maccini Sombala, Makassar (14/06). Tampak Sekretaris Daerah Daerah (H. Abdul Gani), Kepala Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Syahrul Bayan), Direktur RSUD Prof. Dr. H. M. Anwar Makkatutu (dr. Sultan), Kepala Badan Ketahanan Pangan dan Pelaksana Penyuluhan (Rita Pasha) dan Kabag. Humas dan Protokoler (Riesa Meylani).

Dilaksanakan dalam rangka Peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia tingkat Propinsi Sulawesi Selatan di Maccini Sombala Of Indonesia (MOI). Kegiatan fun walk ini juga dihadiri oleh Gubernur Sulawesi Selatan (H. Syahrul Yasin Limpo) dan beberapa pejabat Pemerintah Propinsi Sulawesi Selatan.

"Kami datang ke Makassar untuk silaturahmi, sekaligus menghadiri acara Fun Walk dalam rangkaian peringatan Hari Lingkungan Hidup bersama Bupati Bantaeng. Sekaligus kami juga promosikan aplikasi Selfie sambil Menanam Pohon yang digagas oleh SEeForest Community. Dimana telah dilaunching sejak tanggal 2 Juni 2015 di Kabupaten Bantaeng oleh Bupati Ogan Komering Ilir (OKI) Propinsi Sumatera selatan bersama Bupati Bantaeng", ujar Syahrul Bayan (selaku juga Koordinator SEeForest Community Sulawesi Selatan).

Bupati Bantaeng dihampiri sejumlah pejabat dan masyarakat peserta Fun Walk. Masyarakat menjalin komunikasi yang akrab dengan sang Bupati dari daerah terkecil di SulSel ini. Sementara itu, mereka juga meminta untuk berfoto bersama H. M. Nurdin Abdullah. Fenomena yang sering terjadi ketika sosok bergelar Profesor ini muncul di tengah-tengah publik.

Peringatan Hari Lingkungan tema Hari Lingkungan Hidup Sedunia kali ini mengusung tema "Mimpi dan aksi bersama untuk keberlanjutan kehidupan di bumi". Kegiatan yang diprakarsai Astra Green Lifestyle Campaign (AGLC) tersebut juga berlangsung di empat Ibukota Propinsi secara bersamaan, ujar Perwakilan Astra.

Fun Walk 2015 bersama Bupati Bantaeng dan Gubernur SulSel-1

Fun Walk 2015 bersama Bupati Bantaeng dan Gubernur SulSel-2

Fun Walk 2015 bersama Bupati Bantaeng dan Gubernur SulSel-3

Fun Walk 2015 bersama Bupati Bantaeng dan Gubernur SulSel-4

Fun Walk 2015 bersama Bupati Bantaeng dan Gubernur SulSel-5

Fun Walk 2015 bersama Bupati Bantaeng dan Gubernur SulSel-6

Fun Walk 2015 bersama Bupati Bantaeng dan Gubernur SulSel-7

Fun Walk 2015 bersama Bupati Bantaeng dan Gubernur SulSel-8

Fun Walk 2015 bersama Bupati Bantaeng dan Gubernur SulSel-9

Ucapan Selamat Idul Fitri ala ambae bro...

Ucapan Selamat Idul Fitri ala ambae bro...
Ramadhan pasti berlalu, mirip sebuah lagu yang TOP di negeri ini. Dua hal yang pasti, Ramadhan 1432 H meninggalkan kita atau kita yang meninggalkan Ramadhan 1432 H. Berharap Ramadhan 1433 H-2012 M kembali bertemu dengan Muslim sejagad. Perlu disadari bersama bahwa usia yang diberikan Allah Swt pada diri kita masing-masing selayaknya dimanfaatkan sebaik-baiknya. Betapa tidak, tak seorang pun di dunia ini yang mengetahui kapan saatnya sesuatu akan terjadi kelak. Apakah berupa kematian, sakit, kesenangan, kesedihan dan sebagainya. Maka AMBAE/MARI/AYO/COME ON kita terus berbagi dan memberi sesuatu yang berarti pada orang lain untuk mengisi sisa hidup ini.


Aktifitas meningkat menjelang Lebaran. Ibu rumah tangga sibuk bergelut di dapur menyiapkan segudang masakan siap santap. Sang ayah sibuk mempersiapkan kendaraannya guna dipakai mengunjungi sanak keluarga saat lebaran tiba. Anak-anak pun takk mau ketinggalan, mereka menyibukkan diri membersihkan rumah. Ada yang mengecat pagar dan dinding rumah. Ada pula yang menyapu dan mengepel lantai rumah. Di sela-sela aktifitas demi aktifitas, Handphone dan Laptop/PC/Tablet PC turut serta menemani. Aktifitas yang satu ini terbilang telah mendarah daging di hati para penikmatnya. Check Inbox or Typing Messages, than send to friend and family. Dengan sedikit kelihaian dan daya nalar yang dimiliki, terangkailah kata demi kata yang memperindah sebuah Ucapan Selamat Idul Fitri.

Lazim kiranya, ucapan terkirim dan dibaca lewat SMS, E-mail, Guestbook Website/WebBlog ataupun diperdengarkan lewat telepon dalam lafadz Bahasa Indonesia maupun Bahasa Inggris dan Bahasa Arab. Ambae.exe mencoba merangkai beberapa kata dalam Bahasa Makassar. Ucapan versi Bahasa Indonesia maupun Bahasa Inggris dikumpulkan dari berbagai sumber (Website/WebBlog, SMS, Buku, etc) kemudian diterjemahkan ke dalam Bahasa Makassar. Di samping keinginan yang lahir dari Ambae.exe, muncul pula beberapa permintaan dari teman-teman yang masuk melalui E-mail dan Profile Facebook agar Ambae.exe menerbitkan Ucapan versi Bahasa Makassar. Sembari melanjutkan Tadarrusan di malam ke-29 Ramadhan (malam ganjil yang terakhir) dan sebelum sebelum Makan Sahur di hari akhir Ramadhan ini, dipostinglah pula artikel ini. Semoga artikel ini bermanfaat bagi semua pihak dan kita semua dipertemukan dengan malam lailatul Qadri. Berikut Ucapan Selamat Idul Fitri ala ambae bro... :

Se're/Satu/One

Lompo erokku
Na malompo sumanga’ nyawaku assicini
Mingka apa la ku gaukang
Ri taliponga/E-maili’/Pesbu’/Blo’/SMS mami kupabattu

Lanri tena na pa na pa’rang singara’na suruga
Lanri tena na pa na mate tauwwa
Lanri tena na pa nitongko ki pammopporanga
Appala’ popporoka mange ri katte ngaseng
Kipammoporanga sibatu kale

Rua/Dua/Two

Kimapporanga sibatu kale
Tena mo bulang ma ka gammara’/lannying pattarangnganna Rumalang
Pammetai kalengta sangngenna katabbere’ ni pakasingara’
Kitajai allo pammetanga siagang ati matangkasa’

Inakke kapang teaija agang mabaji’ mange ri kalengnnu
Sanging nia’ saki na salaku ilalang na batang kalengta
Labbi pa iya sanging ku susai kalengnnu

Lanri kammana mi anjo siana’
Appala’ popporoka mange ri katte ngaseng
Kimapporanga sibatu kale

Tallu/Tiga/Three

Sampulosse’re bulangki angngondang lino
Sampulosse’re bulangki na lajju pangnganreang
Sibulang ki appuasa
Sibulang ki annahang cipuru’ siagang turere’

Jai dosa kipare’ ilalangna sampulosse’re bulang
Jai panggaukang sala ki gaukang ilalangna sampulosse’re bulang

Ri allo pa’lappassanga anne
Ki tangkasi atingta na ki sungke pappala’popporotta
Massing a’jama’-jama’ maki
AMBAE ki sipammopporang

Appala’ popporoka mange ri katte ngaseng
Kipammoporanga sibatu kale

Appa'/Empat/Four

Salama’ ki ambattui allo p’lappassanga
AMBAE na ki pakaramulai assipammoporang
Sikanyame lalang ati na ki assipammopporang battu ri ati matangkasa’ ta
Salama’ki allappasa’ lompo
Kipammoporanga sibatu kale

Lima/Lima/Five

Lompo erotta, labbipa iya erokku
Malompo ero’ assicini siana’ ku

Kutarima sms ta
Na kupabattu sikamma kipabattuanga
Kipammoporanga sibatu kale

Annang/Enam/Six

Pallappassanga nia’ mi ri dallekangta
AMBAE ki massing kikanyame ri batang kalengta

Le’ba’ mi ki gaukang parenta na Allah Taala
Na tena ja ki gaukangi pappisangkana

Salama’ ki ambattui pa’lappasanga
Nia’ lalo ji Allah Taala napammopporang ia dosa ta ngaseng
Baji’ pa ia dosa ta le’ba laloa ia pa pole la battua
Amin Ya Rabbala’ Alamin

Kipammopporanga Daeng

Tuju/Tujuh/Seven

Annenreng atengta allangngere’ katabbere’ ka
Anjari pappakainga mange ri batang kalengta
Angkanayya labattu mi allo’ pallappasanga
Kipammoporanga sibatu kale

Sagantuju/Delapan/Eight

Manna mamo tena na ki assicini
Manna mamo tena na ki akkulle a’jama’-jama’
Manna mamo tena na ki langngere’ pappala’popporo’ ku
Mingka ki palaloi pappala’popporo’ ku Daeng
Salama’ ki a’lappasa’
Kipammoporanga sibatu kale

Salapang/Sembilan/Nine

Kipammoporanga nasaba’ tena ku issengi anynyonyo’
Sollangna ki pammoporanga

Jari bajiki kapang punna kupatarrusu’mi
Battu ri atengku matangkasaka

Salama’ ki a’lappasa’
Kipammoporanga sibatu kale
Ia sala siagang dosa ku kabusu’ na le’baka ku gaukang

Sampulo/Sepuluh/Ten

Punna pale’ tena nakkulle tauwwa assicini
Punna pale’ tena nakkulle a’jama’-jama’
Assierang nipakasingara’ na mo katabbere’ ka
Battu ri ate matangkasakku

Inakke siagang ia tau ri ballaka
Appala’popporo’ mange ri batang kalengta
Nia’ laloji Allah Taala napammopporang dosa ta ngaseng
Na siori’ tallasa’ta rilinoa anne

O Karaeng Malompoa
Ki kanyame umuru’ ku
Kipabattua na kipasicinika pole Rumalang labattua

Kitangkassi atenna atangta
Nakkulle assipammopporang
Taqoballahu Minna Wa Minkum

Kipammoporanga sibatu kale
Salama’ki a’lappasa’

Sampulosse're/Sebelas/Eleven

Appala’popporoka mange ri katte ngaseng
Salama’ki a’lappasa’ lompo ilalangna taung 1432 Hijriyah
Kipammoporanga sibatu kale
Nia laloji Allah Taala natarima ia kabusu’na amala’ta


Hanya itulah yang dapat kami persembahkan kali ini guna menyambut Lebaran Idul Fitri 1432 H. Kepada all visitor, sobat Blogger, sobat Facebooker, sobat Koproler, sobat Googler, sobat Yahoo! Mania dan all Netter baik muslim maupun non muslim. Admin Blog Ambae.exe bersama segenap jajaran Ambae.exe dan all AMBAE memohon maaf sebesar-besarnya atas segala kesalahan dan kekhilafan. Terkhusus sobat Muslim, semoga segala amalan ibadah kita selama bulan suci Ramadhan diterima dan diridhoi Allah Swt. Minal Aidin Wal Faidzin (Maaf Lahir dan bathin).

Anda butuh mengartikan (translated) kata demi kata pada Ucapan Selamat Idul Fitri ala ambae bro..., download kamus versi Ambae.exe. Tersedia pula arti berdasarkan bahasa ungkapan yang dirangkai layaknya Ucapan Selamat Idul Fitri ala ambae bro... dalam versi Bahasa Indonesia.


Download :
- Kamus Makassar-Indonesia
- Ucapan Selamat Idul Fitri ala ambae bro... ver. Indonesia

Sumber Daya Lokal demi Kualitas Pendidikan

Hardiknas 2011 Bonthain-1
Pagi yang cerah di awal Mei 2011, semua insan pendidikan antusias mengikuti Upacara Bendera dalam rangka memperingati Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas). Kegiatan yang dilaksanakan pada hari Senin, 2 Mei 2011 ini dipusatkan di Halaman Kantor Bupati Bantaeng. Dalam kesempatan tersebut, bertindak sebagai Pembina Upacara adalah Ketua DPRD Kabupaten Bantaeng (Hj. Novrita Langgara). Upacara berlangsung khidmat dihadiri ribuan peserta dari berbagai kalangan pendidik mulai dari tingkat pelajar TK, SD, SMP, SMA, Perguruan Tinggi dan masing-masing Tenaga Pendidik serta para pejabat SKPD se-Kabupaten Bantaeng.

Hardiknas 2011 mengambil tema Pendidikan Karakter sebagai Pilar Kebangkitan Bangsa dengan Sub Tema Raih Prestasi Junjung Tinggi Budi Pekerti. Dalam Sambutan Menteri Pendidikan Nasional yang dibacakan Hj. Novrita Langgara, pendidikan usia dini harus menjadi perhatian penuh insan pendidik dalam rangka menuju 100 Tahun Indonesia Merdeka pada tahun 2045. Pendidikan harus mampu menangkal Radikalisme yang berkembang pesat saat ini. Tenaga Pendidik diharapkan berperan lebih aktif dalam memberikan pendidikan berbasis kasih sayang kepada setiap anak didiknya.

Dunia pendidikan merupakan tulang punggung terciptanya karakter Sumber Daya Manusia yang berkualitas. Melalui peringatan Hardiknas, tidak sekedar untuk mengenang hari kelahiran Ki Hajar Dewantara selaku Bapak Perintis Pendidikan Nasional. Namun lebih merupakan sebuah momentum untuk makin memperkokoh kesadaran dan komitmen bangsa akan pentingnya pendidikan bermutu bagi masa depan bangsa.

Secara mendasar, Tim Bonthain menilai bahwa setiap peringatan di Tanah Air selalu berbuah kesuksesan yang luar biasa. Namun, tantangan terbesar sebenarnya adalah bagaimana memaknai peringatan yang telah dilaksanakan sedemikian meriahnya. Terkait dengan Hardiknas 2011, dari tahun ke tahun terjadi pergeseran nilai pendidikan. Dari satu sisi Pemerintah memberikan batasan pada tingkatan SMA (Ijazah SMA) sebagai dasar minimal dalam mencari kerja. Di sisi lain, tidak dapat dipungkiri bahwa masih banyak tenaga kerja berbekal Ijazah SMA bahkan S1 dan seterusnya dengan kualitas yang belum tentu dapat dipertanggung jawabkan. Hal ini terjadi karena kualitas pendidikan yang diperolehnya tidak sesuai dengan harapan yang pada akhirnya berbuah kualitas yang apa adanya pula bagi subyek terdidik. Sementara kebutuhan lapangan kerja akan tenaga kerja berkualitas amatlah tinggi.

Semua pihak berharap bahwa Pemerintah tidak serta merta menggenjot kuantitas tenaga kerja. Sedangkan kualitas tenaga kerja diabaikan begitu saja. Tak hanya Pemerintah, peranan tenaga terdidik itu sendiri harus menyadari akan pentingnya kualitas yang harus diraihnya. Tentunya dengan ketekunan dalam belajar, berlatih dan bereksperimen dengan memanfaatkan segala sumber daya yang ada di sekelilingnya. Lebih jauh lagi, peranan orang tua dan tenaga pendidik pada khususnya dalam rangka menggenjot kualitas yang ditargetkan. Minimal mempertahankan prestasi/kualitas yang telah dicapai selama ini.

Berbagai hal menjadi faktor penentu peningkatan kualitas pendidikan. Tidak terlepas dari cerita UN, UAN yang selama ini hangat diperbincangkan. Apakah UN/UAN harus tetap dipertahankan sebagai penentu utama tiap kelulusan siswa di sekolah. Betapa tidak, hingga tahun 2011 UN/UAN masih saja menjadi faktor utama penentu kelulusan dengan perbandingan 60 % terhadap 40 % Nilai Mata Pelajaran sehari-hari. Sehingga anak didik masih saja dibayang-bayangi ketakutan dalam menghadapi UN/UAN. Seolah hasil jerih payahnya selama 3 tahun di bangku sekolah tidak ada nilainya sama sekali.

Sebagai insan di luar dunia pendidikan, kita tentu berharap banyak agar pendidikan ke depan lebih baik dari saat ini. Pemanfaatan sumber daya yang ada harus benar-benar diterapkan dalam lingkup dunia pendidikan. Tim Bonthain memberi satu contoh kecil :
  • Memanfaatkan jejaring sosial yang ada khususnya yang berbau produk dalam Negeri seperti halnya Kompasiana, Kaskus, Koprol dan sebagainya. Meski tidak menutup kemungkinan dapat pula memanfaatkan Social Network yang lebih yahud seperti Blogspot, Facebook, Twitter dan sebagainya. Jejaring Sosial dan media internet secara umum dapat dimanfaatkan sebagai media pembelajaran efektif dalam melaksanakan Proses Belajar Mengajar. Guru menyediakan e-book Gratis melalui Blog misalnya, untuk selanjutnya diunduh para siswa. Demikian halnya dengan proses diskusi, sharing maupun interaksi tugas dari guru kepada siswanya.
  • Pemerintah aktif memberikan Reward kepada Guru maupun Siswa berprestasi dengan tujuan untuk memacu daya kreatifitas Guru dan Siswa lainnya.
  • Pengenalan dan pembiasaan diterapkan terhadap pentingnya mengenal dan melestarikan budaya lokal. Di Bonthain misalnya, saat ini cenderung merosot pengetahuan anak akan Bahasa Makassar apalagi budaya dan sejarah Makassar itu sendiri. Hal ini terjadi karena Bahasa dan Budaya Makassar tidak lagi masuk dalam lingkup pendidikan. Kalau pun masih ada, hanya sebatas tulisan saja. Guru enggan berharap agar mencapai hasil lebih. Malah ada istilah yang berkembang di masyarakat Yang penting disalin. Ironis rasanya kalau Mata Pelajaran Bahasa Makassar tidak menjadi prioritas di Makassar. Mata pelajaran ini hanya sampai pada tingkat SD dan SMP. Sementara pada tingkatan SMA tiada lagi alias menghilang pelajaran Bahasa Makassar yang bukunya banyak ditulis oleh Djirong Basang alis Daeng Ngewa. Dan lebih parahnya lagi untuk tingkatan Strata (S1/S2) Sastera Bahasa Makassar, orang Indonesia mesti menuntut ilmu di negeri Kincir Angin (Belanda) selain di UNHAS, UNM dan beberapa Perguruan Tinggi di Makassar.
  • Pengenalan dan pelatihan yang diterapkan pada siswa untuk mata pelajaran khusus mengenai budaya Batik. Indonesia merupakan pemilih paten Batik yang telah diakui oleh UNESCO. Lantas seberapa jauh batik diketahui oleh masyarakat Indonesia. Akankah Batik sekedar pengakuan saja yang dengan sendirinya beberapa tahun mendatang budaya ini tidak lagi dikenal oleh anak negeri sendiri. Wajar saja bilamana bangsa lain selalu punya niat untuk mengklaim budaya Indonesia sebagai budaya miliknya.
  • Sejarah yang menurut sebagian besar kalangan saat ini semakin diburamkan. Olehnya itu, dunia pendidikan beserta semua antek-anteknya harus bertindak tegas dalam membekali anak didik demi meluruskan sejarah pada titik yang benar dan otenntik.
Langsung atau tidak langsung, seorang Blogger telah menorehkan noktah pada Blognya lewat karya-karyanya. Berbagai karya positif Blogger yang tersedia saat ini dan yang akan ditorehkan berikutnya amatlah bermanfaat terhadap dunia pendidikan. Pada tingkatan pendidikan formal maupun non formal, anak didik dituntut selektif memanfaatkan informasi yang ada di dunia maya. Bilamana hal ini dilakukan, maka dapat dipastikan bahwa anak didik akan memiliki kualitas lebih baik karena mendapatkan ilmu bermanfaat dari sumber/guru gratis dengan karya positif yang dipersembahkannya.

Bagi para Blogger, mari kita berbagi segala sesuatu yang bermanfaat demi peningkatan kualitas pendidikan yang lebih baik dalam rangka pembentukan karakter yang berprestasi dan berbudi pekerti.


Hardiknas 2011 Bonthain-2

Hardiknas 2011 Bonthain-3

Hardiknas 2011 Bonthain-4

Hardiknas 2011 Bonthain-5

Hardiknas 2011 Bonthain-6


Back To Top