Hutan Desa Berlanjut, M. S. Kaban Turut Senang

Hutan Desa Berlanjut, M. S. Kaban Turut Senang
Bantaeng merupakan salah satu daerah di Indonesia yang merealisasikan Hutan Desa. Program yang menitik beratkan pengelolaan lahan hutan negara kepada masyarakat sekitar hutan, pada tahun 2009 dilaunching oleh Menteri Kehutanan Republik Indonesia ke-9 (Dr. H. Malem Sambat (MS) Kaban S.E., M.Si).

Wakil Bupati Bantaeng (H. Muhammad Yasin) dalam sambutannya lebih awal menyampaikan permohonan maaf dari Bupati Bantaeng (H. M. Nurdin Abdullah), yang sedianya menerima langsung kedatangan Ketua Umum Partai Bulan Bintang (M. S. Kaban). Namun, beliau masih berada di Jepang untuk beberapa kunjungan kerja. Antara lain menghadiri undangan resmi Gubernur dan Walikota Matsuyama Jepang.

Semoga pelaksanaan Pra Musyawarah Wilayah Partai Bulan Bintang di Kabupaten Bantaeng dapat berlangsung dengan lancar. Kami merasa terhormat dengan pemilihan Kabupaten Bantaeng dalam pelaksanaan kegiatan dimaksud. Tambah mantan Kepala Bappeda Kabupaten Bantaeng era kepemimpinan H. M. Nurdin Abdullah Periode 2008-2013.

Alhamdulillah, selama kurun waktu kurang lebih 6 tahun terakhir kepemimpinan Bupati Bantaeng, sebanyak 7 negara telah berkunjung menyaksikan Hutan Desa yang ada di Kabupaten Bantaeng. Hutan Desa memberikan manfaat yang besar terhadap peran aktif masyarakat dalam menjaga kelestarian hutan. Ekosistem didalamnya lebih terjaga dan mampu mengurangi pengrusakan hutan demi keberlangsungan hidup manusia. Terima kasih kepada Bapak Ketua Umum Partai Bulan Bintang telah menjadi bagian penting dari program tersebut, ungkap H. Muhammad Yasin.

Saya turut senang mendengar bahwa Hutan Desa masih terus berlanjut sampai sekarang, khususnya di Kabupaten Bantaeng. Betapa tidak, daerah kita kaya akan bentang alam. Saat saya masih menjabat sebagai Menteri, pencanangan program mendapat penolakan dari berbagai pihak. Olehnya, saya sangat senang ketika program ini dilanjutkan, tutur M. S. Kaban di Pantai Seruni Bantaeng (Red. : 27 Pebruari 2015). Meski kedatangan kami kali ini, guna melaksanakan Pra Muswil yang akan dilangsungkan di Pantai Marina Kabupaten Bantaeng. Kemudian akan dilanjutkan dengan Muswil di Pantai Bira Kabupaten Bulukumba.

Lebih lanjut, mantan petinggi Kabinet Indonesia Bersatu ini menyampaikan kekagumannya terhadap kemajuan yang dicapai Kabupaten Bantaeng selama kurun waktu yang relatif cepat ini. Menjadi sebuah kehormatan dapat memberikan sambutan pada malam ini di depan Bapak Wakil Bupati Bantaeng dan hadirin sekalian. Daerah ini tidak pernah terbayangkan dapat saya kunjungi dan tidak pernah menyangka dapat bertatap muka di tempat yang indah ini. Suatu waktu ketika masih pada posisi Menteri, saya melewati Bantaeng. Namun, kondisinya jauh berbeda dengan sekarang. Perbedaannya bukan lagi 100%, mungkin berani saya gambarkan 1.000%. Kemajuan yang signifikan sejak kepemimpinan Bupati bersama Wakil Bupati Bantaeng.

Memasuki daerah ini, kondisi amat berbeda dapat saya rasakan. Suspensi mobil tidak berbunyi sama sekali. Sehingga saya menyimpulkan bahwa kondisi jalanan tidak rusak dan jauh berbeda dengan jalanan daerah lainnya yang kami lewati dari Makassar. Mari kita tinggalkan hal yang terbaik kepada masyarakat untuk diingat anak cucu kita kelak. Bupati dan Wakil Bupati Bantaeng mampu membuat planning pada tingkatan sistem yang tertata apik yang akan dirasakan sampai 30 tahun mendatang. Maka siapapun pemimpin berikutnya, bukan sebuah masalah yang besar. Semoga Bupati Bantaeng dapat bersinergi secara berkelanjutan dengan Wakil Bupati Bantaeng untuk membangun Kabupaten Bantaeng. Bahkan kami dari Partai Bulan Bintang berharap banyak agar beliau dapat membangun Sulawesi Selatan ke arah yang lebih baik, Insya Allah. Dengan tegas, M. S. Kaban mendukung petinggi daerah ini untuk maju sebagai Gubernur SulSel. Dan disambut sorak kader PBB, "Kami siap mengusung dari Partai PBB.

Hutan Desa Berlanjut, M. S. Kaban Turut Senang-1

Hutan Desa Berlanjut, M. S. Kaban Turut Senang-2

Hutan Desa Berlanjut, M. S. Kaban Turut Senang-3

Hutan Desa Berlanjut, M. S. Kaban Turut Senang-4

Hutan Desa Berlanjut, M. S. Kaban Turut Senang-5

Hutan Desa Berlanjut, M. S. Kaban Turut Senang-6

Bermanfaat, Satu dari Sekian Sisi Kota Bonthain

Bermanfaat, Satu dari Sekian Sisi Kota Bonthain
Terasering atau lazim disebut Trotoar merupakan prasarana penting yang dibutuhkan bagi pengguna jalan raya, khususnya pejalan kaki. Letaknya dikedua sisi badan jalan, memanjang mengikuti garis sempadan jalan. Namun bukan diperuntukkan bagi pengendara.

Di beberapa daerah di Indonesia, prasarana ini masih dirindukan kehadirannya. Sementara di belahan dunia bagian barat, telah menjadi prasyarat wajib seiring kehadiran jalan raya itu sendiri.

Lalu, seperti apa kondisi realita di Kabupaten Bantaeng?

Trotoar mampu menyejukkan hati para pejalan kaki. Sebut saja, mereka yang sedang menuju Masjid guna melaksanakan Shalat Jum'at hari ini (Red. 27 Pebruari 2015) dapat dengan leluasa berjalan dengan beban yang minim akan kecemasan terhadap perilaku pengendara yang tidak taat berlalu lintas. Demikian halnya perjalanan pulang dari Masjid menuju rumahnya yang terbilang jauh jaraknya.

Pohon rindang di sepanjang sisi jalan menambah animo masyarakat memanfaatkan fasilitas publik tersebut. Keramik terhampar diatasnya didesain sedemikian rupa demi mencegah pengguna jalan tidak tergelincir meski hujan mengguyur jalanan.

Lebar terasering berkisar 1,5 meter terbilang sudah cukup memenuhi kebutuhan penggunanya dengan ukuran badan gemuk maupun saat berpapasan dan beriringan sekalipun. Sejuk rasanya berjalan menyusuri Bantaeng yang indah nan asri, tutur Alam dalam perjalanan dari Masjid.

Guna keberlangsungan fasilitas dimaksud, semua komponen daerah ini dituntut menjaga kelestarian dan kemanannya. Terasering yang terjaga serta pepohonan yang tetap rindang, diharapkan berfungsi ganda sebagai paru-paru kota, bahkan bermanfaat sebesar-besarnya bagi bumi.

K-II Ditunda, Kenapa PNS STOP Bekerja

K-II Ditunda, Kenapa PNS STOP Bekerja
Berselang dua hari, pengumuman Honorer Kategori II masih belum memperlihatkan titik terang. Aktifitas perkantoran seharusnya telah berjalan normal dan lancar kembali. Sebagaimana aktifitas yang berlangsung pada hari Rabu, tanggal 5 Pebruari 2014 yang lalu. Tidak hanya Tenaga Honorer, PNS pun tidak mau ketinggalan untuk mendapatkan informasi Pengumuman Kelulusan Tenaga Honorer Kategori II. Namun, Pemerintah Republik Indonesia melalui Kemenpan & RB masih menunda dengan batas waktu yang tidak ditentukan dalam mengumumkannya kepada khalayak ramai.

Kelancaran aktifitas perkantoran yang diharapkan berupa pemberian pelayanan yang baik oleh Pegawai Negeri Sipil sebagai aparat Pemerintahan. Dalam hal persuratan, hampir semuanya telah menggantungkan prosesnya pada alat canggih bernama Komputer. Kantor-kantor telah dilengkapi dengan peralatan tersebut. Bahkan, komputer pribadi PNS pun serasa wajib dibawa serta ke kantor untuk digunakan di ruangan masing-masing. Tidak semua PNS dilengkapi dengan komputer dinas pak. Kalaupun sudah difasilitasi oleh kantor, spesifikasi komputernya terbilang tidak memadai. Olehnyaa itu, saya secara pribadi lebih memilih menggunakan komputer pribadi. Namun, kendalanya bahwa komputer pribadi tidak mendapat pembiayaan perbaikan ketika mengalami kerusakan, meskipun digunakan untuk keperluan kantor.

Dengan semua perangkat tersebut, apakah pekerjaan sudah berlangsung dengan baik dan lancar, khususnya hari ini (Red. : 7 Pebruari 2014)...?

Kota Bonthain diselimuti gelap sampai pukul 11:45 Wita. Pemadaman ini telah berlangsung sejak pukul 03:30 Wita dini hari tadi yang mana terjadi berulang kali, sampai pada akhirnya padam todal untuk seluruh wilayah Kabupaten Bantaeng. Melihat hal tersebut, Tim Bonthain menelusuri penyebabnya.

Rupanya, pohon yang rindang yang dijadikan penghijauan di sepanjang jalanan kota Bonthain cukup mengganggu fasilitas kabel listrik milik PT. PLN (Persero). Kabel-kabel tersebut menjadi media utama dalam mendistribusikan pasokan listrik ke setiap rumah warga kota Bonthain. Termasuk pula, kantor Pemerintah maupun Swasta yang tersebar di sejumlah wilayah kota Bonthain. Dengan demikian, listrik mengalami gangguan dimana-mana yang diakibatkan oleh pohon dengan daun rimbun. Ketika angin bertiup kencang, daun tersebut menyentuh kabel bertegangan tinggi yang mencapai kapasitas Mewa Watt. Demikian diungkapkan salah seorang karyawan PT. PLN (Persero) Ranting Bantaeng yang ditemui Tim Bonthain di bilangan Lamalaka, Kabupaten Bantaeng.

Bekerja sama dengan Badan Pengendalian Dampak Lingkungan Hidup Daerah (Bapedalda) Kabupaten Bantaeng melalui bidang pertamanan, PT. PLN (Persero) Ranting Bantaeng melakukan pemangkasan pohon di sepanjang jalan utama kota Bantaeng. Pemangkasan difokuskan pada jalan poros antar negara, mulai dari perbatasan Gerbang Barat kota Bonthain (Jl. Pahlawan Sasayya) sampai Gerbang Timur kota Bonthain (Jl. A. Mannappiang).

Pemangkasan berlangsung alot, mengingat jumlah pohon yang harus dipangkas terbilang cukup banyak. Begiu pula dengan pertimbangan pengamanan jalan raya dari arus lalu lintas yang akan melewati area pemangkasan. Baik dari karyawan PT. PLN (Persero) Ranting Bantaeng maupun Pegawai Bapedalda Kabupaten Bantaeng, bersama-sama mengamankan jalanan terlebih dahulu sebelum melakukan penebangan demi keselamatan para pengguna jalan.

Sementara di kompleks perkantoran Pemerintah Kabupaten Bantaeng, aktifitas menjadi terhambat dengan terjadinya pemadaman listrik yang berlangsung lama. Seperti halnya di Kantor Bupati Bantaeng, Kantor DPRD Kabupaten Bantaeng, Kantor Dinas Pendidikan Nasional, Pemuda dan Olah Raga Kabupaten Bantaeng serta beberapa kantor lainnya yang berada dalam kompleks perkantoran di bilangan Lamalaka mengalami penundaan pekerjaan. Pegawai Negeri Sipil (PNS) STOP bekerja di kantornya masing-masing. Sebagian besar lebih memilih berada di luar kantor guna menikmati udara segar. Pekerjaan di kantor untuk saat ini lebih bergantung pada peralatan elektronik berbasis komputerisasi. Pembuatan Surat, SK, Kuitansi dan pekerjaan yang lainnya membutuhkan komputer. Padahal, listrik masih padam. Sehingga kami tidak bisa bekerja, praktis kami menghentikan pekerjaan. Tetapi, bukan berarti pekerjaan tersebut tidak akan kami kerjakan nantinya. Justru pekerjaan akan menumpuk karena banyak waktu terbuang sia-sia hari ini. Kami hanya bisa duduk dan mengobrol dengan teman kantor yang lain, karena di dalam ruangan juga sangat panas kondisi suhunya, ungkap salah Dedi Anshari (salah seorang PNS yang ada di Kantor Bupati Bantaeng).

K-II Ditunda, Kenapa PNS STOP Bekerja-1

K-II Ditunda, Kenapa PNS STOP Bekerja-2

K-II Ditunda, Kenapa PNS STOP Bekerja-3

K-II Ditunda, Kenapa PNS STOP Bekerja-4

K-II Ditunda, Kenapa PNS STOP Bekerja-5

Back To Top