Sisa Lebaran

Sisa Lebaran
Shalat Idul Fitri baru saja selesai digelar untuk kedua kalinya. Kembali terjadi perulangan fenomena yang sama seperti yang terjadi pada tahun-tahun sebelumnya. Meski tidak bisa dipungkiri bahwa Lebaran tahun ini menyisakan cerita berbeda dari yang pernah ada. Setelah sebelumnya terjadi penundaan, pembatalan atau apa pun istilahnya, Alhamdulillah umat Muslim di seluruh dunia telah menunaikan Shalat Idul Fitri. Meninggalkan Ramadhan dan senantiasa merayakan hari kemenangan setelah berpuasa sebulan penuh. Tujuh (7) kali Takbir pada raka’at pertama selain Takbiratul Ihram dan lima (5) kali Takbir pada raka’at kedua selain Takbiratul Qiyam. Kemudian sang khatib kembali mengumandangkan Takbir, Tahmid dan Tasbih seraya mengingatkan kepada kita semua akan Perintah-NYA dan menjauhi larangan-NYA. Shalat idul Fitri merupakan inti sari dari pelaksanaan lebaran yang akan berlanjut pada sesi Silaturahim. Saling bermaafan, menyadari tiap kesalahan yang pernah diperbuat, baik disengaja maupun tidak disengaja. Menyodorkan tangan dan menjabat tangan kepada sesamanya. Dengan tulus memohon maaf dari hati yang paling dalam seraya berkata Minal Aidin Wal Faidzin. Maafkan semua kesalahanku saudaraku, aku menyesal dan berjanji untuk tidak mengulanginya di masa mendatang.

Sejak dua hari ini, santer diperdebatkan di tiap sudut dunia nyata maupun dunia maya perihal perbedaan penetapan dan pelaksanaan lebaran. Sesungguhnya hal ini tidak patut diperdebatkan sehebat-hebatnya. Wajarlah kalau setiap insan bertanya sembari memberontak dalam hatinya karena kekecewaan bercampur jengkel. Tapi, layakkah kita menyalahkan pihak tertentu dan menganggap diri ini yang paling benar. Kiranya tidak layak berlaku seperti itu meskipun pada hakikatnya pihak tertentu telah berlaku salah dan pihak lainnya berlaku benar. Kembalikanlah semuanya pada Allah Swt. Allah Maha Mengetahui atas apa pun yang ada di langit dan yang ada di bumi. Allah Maha mengampuni atas segala kesalahan yang diperbuat hamba-NYA. Iyyaka Na’budu Waiyyaka Nastain (Hanya kepada-NYA kita memohon dan hanya kepada-NYA kita berserah).

Ramadhan telah mengajarkan kita bersabar dan menahan segala amarah. Mendekatkan diri pada Yang Kuasa melalui media ibadah, baik Shalat, Puasa, Zakat, Tadarrus dan sebagainya. Akankah perilaku kita kembali ke jalan yang dimurkai Allah Swt seiring dengan berakhirnya Ramadhan...??? 1 Syawal 1432 H mengantar kita pada titik Nol (0). Tak ubahnya bayi yang baru lahir dari rahim ibunya. Hari ini kita diperhadapkan pada awal menuju sebelas bulan yang penuh dengan cobaan terberat. Setiap coretan yang kita torehkan akan kita pertanggung jawabkan di akhirat kelak.

Lebaran menyisakan banyak cerita, kegembiraan bercampur kecewa dan kesedihan bercampur bahagia. Beberapa peninggalan lebaran kali ini :

Ketupat
Merayakan lebaran tanpa makanan yang satu ini, rasanya hampa. Lebaran yang tertunda membuat berang kaum Muslimah. Di Bonthain dikenal beberapa jenis makanan khas lebaran antara lain Katupa’, Salonde', Gagape’, Burasa’, Lappa’-lappa’, Lekese’, Dake, Ipi’, Lammang dan Songkolo’. Beragam makanan ini harus siap sedia sebelum lebaran tiba. Karena penundaan oleh Pemerintah, ibu-ibu harus merelakan makanan tersebut menunggu sehari lagi. Daripada terkesan terjadi pembiaran, Sahur di hari terakhir ditemani makanan lebaran.

Full
Sehari sebelumnya telah dilaksanakan Shalat Ied di berbagai tempat. Mirip kejadian tahun lalu, perbedaan ini telah membagi jama’ah Ied untuk melaksanakan Shalat Ied. Masjid/Mushallah maupun Tanah Tapang di berbagai lokasi tidaklah sepadat yang bisa dibayangkan. Sebagian besar umat Muslim yang telah merayakan lebaran kemarin, pada hari ini cukup menjadi penonton menyaksikan umat Muslim lainnya berbondong-bondong menuju lokasi pelaksanaan Shalat Ied. Kemacetan lalu lintas akibat pengguna jalan yang membludak pun dapat diminimalkan.

Mudik
Indonesia memiliki tradisi unik yang tidak dimiliki sebagian besar negara lainnya di dunia ini. Mudik merupakan bagian tak terpisahkan dari Lebaran itu sendiri. Sebelumnya, pemudik merasa khawatir terlambat tiba di kampung halamannya. Hal ini terus menghantui pikiran para pemudik karena padatnya arus mudik dimana-mana. Namun, kekhawatiran itu cukup berkurang dengan ditundanya lebaran sehari dari jadwal yang ditetapkan sebelumnya.

Introspeksi
Perbedaan menjadi tanggung jawab Pemerintah. Betapa tidak, Pemerintah adalah Imam bagi masyarakat bangsa ini. Namun kesalahan belum tentu sepenuhnya menjadi tanggung Pemerintah. Siapa pun yang salah, kiranya janganlah diperdebatkan lagi. Sekali lagi, kita kembalikan pada Allah Swt. Tapi, tidak sampai disitu lantas selesai permasalahan ini. Pemerintah bersama semua pihak harus introspeksi diri, termasuk kita semua sebagai masyarakat yang menjadi obyek ketetapan diimaksud. Sebagian kalangan beranggapan bahwa awal perbedaan ini disebabkan oleh munculnya beberapa mazhab yang ada di negeri Merah Putih ini. Indonesia dikenal dengan keberagamannya, tapi janganlah keberagaman itu menjadikan selalu berseberangan satu sama lain. Mari menyatukan kesemuanya itu yang nantinya akan berdampak pula pada penyelesaian tiap masalah yang bergulir di negeri ini.

Libur
Lebaran memberikan kebahagian tersendiri, khususnya bagi para Tenaga Kerja baik itu Pegawai Negeri, Karyawan atau pun Buruh. jauh-jauh hari, Pemerintah telah menetapkan Hari Libur Nasional dan Cuti Bersama menyambut Hari Raya Idul Fitri. Ditetapkannya hari lebaran pada 2 hari yang berbeda berakibat pada bertambahnya hari libur, minimal sehari. Mungkin perihal ini tidak berlaku pada instansi resmi Pemerintah atau pun Perusahaan ternama di negeri ini. Tapi, bisa saja berlaku pada perusahaan/usaha kecil dan menengah. Kita anggap saja sebuah keluarga telah menetapkan masa libur selama 5 hari kepada Pembantu Rumah Tangga yang bekerja di rumahnya. Berarti Pembantu tersebut harus kembali masuk kerja pada tanggal 5 September 2011. Mengingat sang Pembantu merayakan lebaran pada tanggal 31 Agustus 2011, maka seharusnya hari kerjanya dimulai pada tanggal 6 September 2011. Bertambah atau berkurangnya hari libur seseorang bergantung pada aturan main yang diterapkan pada tempat kerja bersangkutan.

Puasa
Bagi saudara Muslim yang merayakan lebaran kemarin, Puasa Ramadhan hanya berlangsung selama 29 hari lamanya. Dengan asumsi bahwa 1 Ramadhan 1432 H dimulai pada tanggal 1 Agustus 2011. Namun bagi mereka yang merayakan lebaran hari ini, secara otomatis telah melaksanakan Puasa Ramadhan selama 30 hari lamanya.

Ugal-ugalan
Pada dasarnya puncak pawai takbiran berlangsung sehari sebelumnya atau pada Senin malam tanggal 29 Agustus 2011. Namun, kekecewaan dirasakan oleh sebagian besar pihak. Penetapan 1 Syawal 1432 H diumumkan pada saat pawai takbiran berlangsung. Kekecewaan itu, menjadi faktor utama para peserta pawai Takbiran untuk tidak lagi ambil bagian pada pawai Takbiran malam berikutnya. Meskipun penurunannya tidak terjadi secara signifikan, paling tidak dapat meminimalisir perilaku ugal-ugalan di jalan raya khususnya pengendara roda dua.

Tarwih
Shalat Tarwih disunnahkan bagi kaum Muslimin hanya pada bulan suci Ramadhan. Sunnah bukan berarti tidak penting karena selama Ramadhan umat Muslimin diharapkan mengerjakan berbagai ibadah. Dengan harapan semua ibadah yang dikerjakan bernilai amalan di sisi Allah Swt. “Saya tidak puasa lagi hari ini karena semalam saya tidak melaksanakan Shalat Tarwih dan Shalat Witir. Kenapa bisa...??? Bukannya saya pengikut Muhammadiyah atau Nahdhatul Ulama, saya tetap penganut Ulil Amri. Masalahnya, saya tidak tahu perihal penundaan lebaran ini karena saya terlampau cepat tidur. Demikian dituturkan Daeng Arif (salah seorang warga Bonthain). Baginya tarwih itu menjadi penanda bahwa esok dirinya masih harus berpuasa. Berarti dapat disimpulkan bahwa sebagian besar masyarakat tidak melaksanakan Shalat Tarwih dan Shalat Witir pada malam ke-30 Ramadhan. Ada yang tetap melaksanakannya dan esoknya kembali berpuasa di hari akhir Ramadhan. Ada pula yang lebih memilih untuk tidak Shalat Tarwih maupun Shalat Witir dan esoknya (kemaren, RED) melaksanakan Shalat Idul Fitri.

Baru
Berburu hal-hal baru menjelang lebaran bukanlah fenomena baru di negeri ini. Ketimbang di awal Ramadhan, kaum Muslimin di seantero Indonesia lebih memilih membeli pakaian baru pada detik-detik terakhir Ramadhan. Dengan ditundanya lebaran oleh Pemerintah, maka cukup sehari lagi peluang untuk berbelanja ria bagi masyarakat.

Panen
Daging yang sedianya dicicipi pada hari lebaran kemarin, oleh kalangan yang merayakan lebaran hari ini harus rela membeli lagi daging yang baru di pasar. Para penjual daging dan bahan makanan pokok lainnya di pasar mendulang untung lebih banyak, jauh dibanding perkiraannya semula. Sama halnya dengan penjual pulsa di Counter/Gerai/Agen Pulsa Handphone. Banyak orderan pulsa elektrik, banyak pula pemasukan baginya. SMS berisi ucapan lebaran harus terkirim kepada keluarga dan teman-teman. Apalagi bagi mereka yang doyan bergelut dengan dunia maya.

Media
Ada saja bahan publikasi media cetak maupun media elektronik dan media online. Terjadinya perseteruan antara dua kubu yang menetapkan 1 Syawal 1432 H, menjadi bahan siar bagi beberapa media. Aktual, tajam dan membingungkan bagi masyarakat. Kalangan tertentu tidak mau tinggal diam, sebagian dari penghuni bumi ini memanfaatkan perseteruan tersebut. Lagi-lagi, telah terjadi pembengkakan masalah yang seharusnya tidak perlu diperbesar.

Silaturahim
Lebaran ditandai pula dengan ajang silaturahim kepada keluarga dan teman. Sehari sebelumnya, sebagian umat Muslimin telah merayakan lebaran. Namun, silaturahim terasa masih belum ramai karena sebagian kalangan yang lainnya baru merayakan lebaran hari ini.

Angpao
Anak-anak bergembira saat lebaran tiba. Orang tua harus menyiapkan uang recehan dan membagikannya kepada anak-anak. Bagi anak-anak tidak masalah lebaran dilaksanakan setiap hari sepanjang tahun. Setiap perayaan mereka harus mengumpulkan angpao guna modal jajan di warung tetangga.

Koran
Mengapa koran perlu dibahas...??? Terkhusus bagi mereka yang melaksanakan Shalat Idul Fitri di tanah lapang, sudah menjadi tradisi bila koran menjadi pengalas Sajadah. Berangkat dari rumah menuju tanah lapang harus siap sedia koran selembar menemani perayaan lebaran. Koran digunakan bukan sekedar gagah-gagahan, di pagi buta tanah lapang masih dibasahi embun. Terlebih lagi bilamana lokasi tanah lapang tersebut kondisinya kotor karena debu atau pun becek karena semalam sebelumnya diguyur hujan. Namun yang namanya manusia biasa, koran yang sedari tadi setia menemaninya langsung dicampakkan begitu saja setelah melaksanakan Shalat Ied. Lokasi pelaksanaan Shalat Ied pun berubah wajah menjadi tempat pembuangan sampah koran. Alhasil yang dipusingkan adalah para petugas kebersihan yang semestinya pada hari lebaran bersilaturahim dan berkumpul bersama keluarganya.

Dan masih banyak lagi sisa lebaran. Dari semua peninggalan itu, marilah kita introspeksi diri masing-masing. Khusus kepada Pemerintah, diharapkan kedepannya lebih bijak dalam mengambil keputusan yang tepat. Perbedaan yang terjadi selama ini harusnya dicarikan jalan terbaik. Sehingga masyarakat lebih menghargai dan menghormati kepemimpinan Pemerintahan yang sedang berjalan.

Bagi kita semua yang telah merayakan Idul Fitri 1432 H, baik bagi Anda yang merayakannya kemarin maupun hari ini, Minal Aidin Wal Faidzin. Mohon maaf lahir dan bathin seraya berharap sejak 1 Syawal 1432 H ini, Allah Swt selalu memberikan petunjuk dan Inayah-NYA kepada kita semua.


Sisa Lebaran-1

Sisa Lebaran-2

Sisa Lebaran-3

Sisa Lebaran-4

Sisa Lebaran-5


1 Syawal 1432 H

1 Syawal 1432 H
Berbahagialah umat Muslim di seluruh penjuru dunia ini, begitu pula kaum Muslimin dan Muslimah yang mendiami kota kecil BONTHAIN. Sebulan penuh menunaikan ibadah Puasa Wajib dan berbagai ibadah lainnya. Ramadhan segera beranjak menuju pembaringannya. Mungkin esok, mungkin pula lusa tergantung pada perhitungan dan keyakinan masing-masing pribadi umat Muslim. Bulan penuh ampunan telah mengajarkan banyak hal pada sekalian umat Muslim. Menahan lapar, dahaga dan nafsu sebulan penuh bukanlah perkara mudah. Bulan Ramadhan telah mengajarkan pula agar segala perbedaan ditanggapi dengan kepala dingin dan tidak perlu membesar-besarkan masalah yang ada. Tiap perbedaan memiliki dasar keyakinan yang berbeda pula. Hanya orang-orang beriman yang layak melaluinya dengan baik dan berharap menjadi orang yang bertaqwa di hadapan Allah Swt seperti dijanjikan oleh-NYA, La Allakum Tattakun.

Saat fajar terbit dari peraduannya esok atau pun lusa, 1 Syawal 1432 H bakal menemui kita semua. Ramadhan pun segera melaporkan kepada Allah Swt setiap perbuatan yang telah dilakukan umat-NYA selama Ramadhan mengisi hidup kita sekalian. Bagi mereka yang melaksanakan Shalat Fardhu, Puasa, Shalat Tarwih, Shalat Tahajjud, Shalat Witir, Shalat Dhuha, Tadarrusan, Berzakat, Berinfaq, Bersedekah dan ibadah lainnya Insya Allah akan mendapat ganjaran yang setimpal dari Allah Swt.

Kemenangan dirasakan semua umat Islam dengan datangnya Idul Fitri 1432 H. Dengan kemenangan itu dan berakhirnya Ramadhan bukan berarti menjadi pertanda baik karena terbebas dari Ramadhan itu sendiri. Namun, kesedihan justru dirasakan karena Ramadhan telah beranjak pergi. Semoga saja kita masih dapat dipertemukan Ramadhan berikutnya, Amin Ya Allah.

Berbagai kegiatan menyambut 1 Syawal 1432 H pun dilaksanakan di BONTHAIN. Pemerintah Kabupaten Bantaeng telah menyiapkan beberapa lokasi pelaksanaan Shalat Ied, baik di dalam kota maupun di pedalaman Bonthain. Untuk wilayah perkotaan, mengingat Bonthain amat kecil, maka tidak banyak lokasi yang harus disiapkan. Lokasi Reklamasi Pantai Seruni Bantaeng dijadikan pusat pelaksanaan Shalat Ied tingkat Kabupaten Bantaeng. Berlokasi di Jl. Seruni Bantaeng (Seruni Beach Bonthain), Kelurahan Pallantikang, Kecamatan Bantaeng. Lokasi tersebut dikenal dengan nama The New Bantaeng yang oleh Pemerintah Kabupaten Bantaeng disiapkan untuk pembangunan Mega Proyek seperti Rumah Sakit Modern (RSUD Prof. Dr. H. M. Anwar Makkatutu), Bonthain Beach Hotel dan beberapa perencanaan lainnya di masa mendatang. Untuk lebih jelasnya lihat Peta Bonthain.

Di samping lokasi tersebut di atas, disiapkan pula beberapa Masjid dan Tanah Lapang dalam kota Bonthain sebagai alternatif pelaksanaan Shalat Ied, antara lain Masjid Muhajirin Be'lang (Jl. T. A. Gani Bantaeng) dan Lapangan Panaikang (Depan Kantor Kecamatan Bissappu, Kampung Panaikang, Kelurahan Bonto Manai, Kecamatan Bissappu). Di pedalaman Bonthain, telah disiapkan Tanah Lapang dan Masjid, khusus masjid yang kerap digunakan untuk pelaksanaan Shalat Jum'at. Kesemua lokasi tersebut telah diatur oleh Panitia Hari besar Islam (PHBI) Kabupaten Bantaeng.

Kegiatan lainnya menjelang 1 Syawal 1432 H dilaksanakan oleh Badan Komunikasi Pemuda Remaja Indonesia (BKPRMI) Kabupaten Bantaeng, antara lain :
  • Lomba Takbiran
  • Lomba Miniatur Masjid dan Mushallah
  • Lomba Kebersihan Masjid dan Mushallah
Lomba Takbiran dan Lomba Miniatur Masjid dan Mushallah saat ini sedang berlangsung. Miniatur Masjid didesain sedemikian rupa mengikuti bentuk Asli dari Masjid/Mushallah bersangkutan. Miniatur kemudian diangkut menggunakan Becak Bonthain untuk dibawa berkeliling kota Bonthain. Remaja Masjid yang tergabung pada Masjid bersangkutan dengan penuh semangat mengumandangkan Takbir, Tahmid dan Tahlil. Sementara itu, pawai Takbiran tak henti-hentinya mengelilingi kota Bonthain. Ratusan bahkan ribuan kendaraan roda dua dan ratusan kendaraan roda empat ikut menyemarakkan pawai takbiran keliling tersebut. Satu hal yang perlu diperhatikan disini bahwa kecelakaan terkadang tak bisa dihindari. Hal ini terjadi karena ratusan bahkan ribuan kendaraan roda dua kerap ugal-ugalan dan tak mengindahkan keselamatan selama pawai berlangsung. Semoga saja pawai takbiran kali ini, kecelakaan dapat dihindari dan seluruh peserta pawai dapat menikmati indahnya Hari Kemenangan esok (1 atau 2 hari mendatang), Insya Allah

1 Syawal 1432 H masih 2 hari lagi ke depan atau mungkin juga telah tiba esok bagi yang meyakininya. Namun oleh Pemerintah Republik Indonesia melalui Kementerian Agama RI menyatakan bahwa 1 Syawal 1432 H jatuh pada tanggal 31 Agustus 2011. Melalui kesempatan ini, tak lupa terucap permohonan maaf dari Tim Bonthain atas segala kesalahan dan khilaf yang pernah diperbuat sampai sejauh ini. Minal Aidin Wal Faidzin, Takabbalallahu Minna Wa Minkum. Mohon Maaf Lahir dan Bathin kepada segenap pengunjung dan penikmat Bonthain. Semoga Allah Swt mengampuni segala dosa dan kesalahan kita di hari yang Fitrah ini.

Ucapan Selamat Idul Fitri ala ambae bro...

Ucapan Selamat Idul Fitri ala ambae bro...
Ramadhan pasti berlalu, mirip sebuah lagu yang TOP di negeri ini. Dua hal yang pasti, Ramadhan 1432 H meninggalkan kita atau kita yang meninggalkan Ramadhan 1432 H. Berharap Ramadhan 1433 H-2012 M kembali bertemu dengan Muslim sejagad. Perlu disadari bersama bahwa usia yang diberikan Allah Swt pada diri kita masing-masing selayaknya dimanfaatkan sebaik-baiknya. Betapa tidak, tak seorang pun di dunia ini yang mengetahui kapan saatnya sesuatu akan terjadi kelak. Apakah berupa kematian, sakit, kesenangan, kesedihan dan sebagainya. Maka AMBAE/MARI/AYO/COME ON kita terus berbagi dan memberi sesuatu yang berarti pada orang lain untuk mengisi sisa hidup ini.


Aktifitas meningkat menjelang Lebaran. Ibu rumah tangga sibuk bergelut di dapur menyiapkan segudang masakan siap santap. Sang ayah sibuk mempersiapkan kendaraannya guna dipakai mengunjungi sanak keluarga saat lebaran tiba. Anak-anak pun takk mau ketinggalan, mereka menyibukkan diri membersihkan rumah. Ada yang mengecat pagar dan dinding rumah. Ada pula yang menyapu dan mengepel lantai rumah. Di sela-sela aktifitas demi aktifitas, Handphone dan Laptop/PC/Tablet PC turut serta menemani. Aktifitas yang satu ini terbilang telah mendarah daging di hati para penikmatnya. Check Inbox or Typing Messages, than send to friend and family. Dengan sedikit kelihaian dan daya nalar yang dimiliki, terangkailah kata demi kata yang memperindah sebuah Ucapan Selamat Idul Fitri.

Lazim kiranya, ucapan terkirim dan dibaca lewat SMS, E-mail, Guestbook Website/WebBlog ataupun diperdengarkan lewat telepon dalam lafadz Bahasa Indonesia maupun Bahasa Inggris dan Bahasa Arab. Ambae.exe mencoba merangkai beberapa kata dalam Bahasa Makassar. Ucapan versi Bahasa Indonesia maupun Bahasa Inggris dikumpulkan dari berbagai sumber (Website/WebBlog, SMS, Buku, etc) kemudian diterjemahkan ke dalam Bahasa Makassar. Di samping keinginan yang lahir dari Ambae.exe, muncul pula beberapa permintaan dari teman-teman yang masuk melalui E-mail dan Profile Facebook agar Ambae.exe menerbitkan Ucapan versi Bahasa Makassar. Sembari melanjutkan Tadarrusan di malam ke-29 Ramadhan (malam ganjil yang terakhir) dan sebelum sebelum Makan Sahur di hari akhir Ramadhan ini, dipostinglah pula artikel ini. Semoga artikel ini bermanfaat bagi semua pihak dan kita semua dipertemukan dengan malam lailatul Qadri. Berikut Ucapan Selamat Idul Fitri ala ambae bro... :

Se're/Satu/One

Lompo erokku
Na malompo sumanga’ nyawaku assicini
Mingka apa la ku gaukang
Ri taliponga/E-maili’/Pesbu’/Blo’/SMS mami kupabattu

Lanri tena na pa na pa’rang singara’na suruga
Lanri tena na pa na mate tauwwa
Lanri tena na pa nitongko ki pammopporanga
Appala’ popporoka mange ri katte ngaseng
Kipammoporanga sibatu kale

Rua/Dua/Two

Kimapporanga sibatu kale
Tena mo bulang ma ka gammara’/lannying pattarangnganna Rumalang
Pammetai kalengta sangngenna katabbere’ ni pakasingara’
Kitajai allo pammetanga siagang ati matangkasa’

Inakke kapang teaija agang mabaji’ mange ri kalengnnu
Sanging nia’ saki na salaku ilalang na batang kalengta
Labbi pa iya sanging ku susai kalengnnu

Lanri kammana mi anjo siana’
Appala’ popporoka mange ri katte ngaseng
Kimapporanga sibatu kale

Tallu/Tiga/Three

Sampulosse’re bulangki angngondang lino
Sampulosse’re bulangki na lajju pangnganreang
Sibulang ki appuasa
Sibulang ki annahang cipuru’ siagang turere’

Jai dosa kipare’ ilalangna sampulosse’re bulang
Jai panggaukang sala ki gaukang ilalangna sampulosse’re bulang

Ri allo pa’lappassanga anne
Ki tangkasi atingta na ki sungke pappala’popporotta
Massing a’jama’-jama’ maki
AMBAE ki sipammopporang

Appala’ popporoka mange ri katte ngaseng
Kipammoporanga sibatu kale

Appa'/Empat/Four

Salama’ ki ambattui allo p’lappassanga
AMBAE na ki pakaramulai assipammoporang
Sikanyame lalang ati na ki assipammopporang battu ri ati matangkasa’ ta
Salama’ki allappasa’ lompo
Kipammoporanga sibatu kale

Lima/Lima/Five

Lompo erotta, labbipa iya erokku
Malompo ero’ assicini siana’ ku

Kutarima sms ta
Na kupabattu sikamma kipabattuanga
Kipammoporanga sibatu kale

Annang/Enam/Six

Pallappassanga nia’ mi ri dallekangta
AMBAE ki massing kikanyame ri batang kalengta

Le’ba’ mi ki gaukang parenta na Allah Taala
Na tena ja ki gaukangi pappisangkana

Salama’ ki ambattui pa’lappasanga
Nia’ lalo ji Allah Taala napammopporang ia dosa ta ngaseng
Baji’ pa ia dosa ta le’ba laloa ia pa pole la battua
Amin Ya Rabbala’ Alamin

Kipammopporanga Daeng

Tuju/Tujuh/Seven

Annenreng atengta allangngere’ katabbere’ ka
Anjari pappakainga mange ri batang kalengta
Angkanayya labattu mi allo’ pallappasanga
Kipammoporanga sibatu kale

Sagantuju/Delapan/Eight

Manna mamo tena na ki assicini
Manna mamo tena na ki akkulle a’jama’-jama’
Manna mamo tena na ki langngere’ pappala’popporo’ ku
Mingka ki palaloi pappala’popporo’ ku Daeng
Salama’ ki a’lappasa’
Kipammoporanga sibatu kale

Salapang/Sembilan/Nine

Kipammoporanga nasaba’ tena ku issengi anynyonyo’
Sollangna ki pammoporanga

Jari bajiki kapang punna kupatarrusu’mi
Battu ri atengku matangkasaka

Salama’ ki a’lappasa’
Kipammoporanga sibatu kale
Ia sala siagang dosa ku kabusu’ na le’baka ku gaukang

Sampulo/Sepuluh/Ten

Punna pale’ tena nakkulle tauwwa assicini
Punna pale’ tena nakkulle a’jama’-jama’
Assierang nipakasingara’ na mo katabbere’ ka
Battu ri ate matangkasakku

Inakke siagang ia tau ri ballaka
Appala’popporo’ mange ri batang kalengta
Nia’ laloji Allah Taala napammopporang dosa ta ngaseng
Na siori’ tallasa’ta rilinoa anne

O Karaeng Malompoa
Ki kanyame umuru’ ku
Kipabattua na kipasicinika pole Rumalang labattua

Kitangkassi atenna atangta
Nakkulle assipammopporang
Taqoballahu Minna Wa Minkum

Kipammoporanga sibatu kale
Salama’ki a’lappasa’

Sampulosse're/Sebelas/Eleven

Appala’popporoka mange ri katte ngaseng
Salama’ki a’lappasa’ lompo ilalangna taung 1432 Hijriyah
Kipammoporanga sibatu kale
Nia laloji Allah Taala natarima ia kabusu’na amala’ta


Hanya itulah yang dapat kami persembahkan kali ini guna menyambut Lebaran Idul Fitri 1432 H. Kepada all visitor, sobat Blogger, sobat Facebooker, sobat Koproler, sobat Googler, sobat Yahoo! Mania dan all Netter baik muslim maupun non muslim. Admin Blog Ambae.exe bersama segenap jajaran Ambae.exe dan all AMBAE memohon maaf sebesar-besarnya atas segala kesalahan dan kekhilafan. Terkhusus sobat Muslim, semoga segala amalan ibadah kita selama bulan suci Ramadhan diterima dan diridhoi Allah Swt. Minal Aidin Wal Faidzin (Maaf Lahir dan bathin).

Anda butuh mengartikan (translated) kata demi kata pada Ucapan Selamat Idul Fitri ala ambae bro..., download kamus versi Ambae.exe. Tersedia pula arti berdasarkan bahasa ungkapan yang dirangkai layaknya Ucapan Selamat Idul Fitri ala ambae bro... dalam versi Bahasa Indonesia.


Download :
- Kamus Makassar-Indonesia
- Ucapan Selamat Idul Fitri ala ambae bro... ver. Indonesia
Back To Top