Generasi Emas

Generasi Emas
Bulan Mei 2012 adalah bulan yang dinanti para pendidik, anak didik dan semua unsur kependidikan di Indonesia. Bulan dimana ramai dilaksanakan berbagai kegiatan yang terkait dengan dunia pendidikan. Keseluruhan kegiatan merupakan rangkaian kegiatan dalam rangka memperingati Hari Pendidikan Nasional pada hari ini, 2 Mei 2012. Perayaan di Bonthain kali ini dipusatkan di Lapangan Lompobattang Kabupaten Bantaeng dengan menampilkan beragam kreasi yang ditampilkan ratusan anak didik dari berbagai tingkatan sekolah.

Sejak akhir April kemarin, beberapa kegiatan perlombaan/pertandingan telah dilaksanakan antara lain perlombaan/pertandingan berbagai cabang olah raga dan seni serta karnaval. Semarak Hardiknas di Bonthain juga akan diramaikan dengan Pameran Pendidikan yang rencananya akan dilaksanakan pada tanggal 11-13 Mei 2012 di kawasan Reklamasi Pantai Seruni Bonthain.

Dengan mengusung tema Bangkitnya Generasi Emas Indonesia, peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2 Mei 2012 juga dirangkaikan dengan peringatan Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas). Menurut Mohammad Nuh (Menteri Pendidikan dan Kebudayaan) pada press conference di jakarta beberapa waktu lalu, tema Hardiknas 2012 disesuaikan dengan rencana besar Kemdikbud untuk mempersiapkan generasi emas 100 tahun Indonesia merdeka (2045).

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik tahun 2011, jumlah penduduk Indonesia 2010 usia muda lebih banyak dibandingkan dengan usia tua. Dalam data itu terlihat, jumlah anak kelompok usia 0-9 tahun sebanyak 45,93 juta. Sedangkan anak usia 10-19 tahun berjumlah 43,55 juta jiwa. Nanti pada tahun 2045, mereka yang usia 0-9 tahun akan berusia 35-45 tahun. Sedangkan yang usia 10-20 tahun berusia 45-54. Nuh menilai, pada usia-usia itu yang memang memegang peran di suatu negara, tambahnya (Source : Pikiran Rakyat).

Gencarnya Pemerintah Pusat dalam membangun dan mengembangkan dunia pendidikan di tanah air sudah seharusnya diikuti dengan keikutsertaan Pemerintah Daerah dalam mendukung setiap program yang ditelorkan. Pemerintah Kabupaten Bantaeng pun tidak tinggal diam dalam hal ini. Sarana dan prasarana pendidikan, khususnya bangunan sekolah dan perangkatnya terus diperbaiki. Meski kenyataan di lapangan memperlihatkan bahwa masih ada sarana dan prasarana yang perlu mendapat perhatian. Hal ini tidak saja terjadi di Bonthain, tetapi hampir di seluruh pelosok nusantara. Kenyataan yang membuka mata kita bahwa pendidikan itu penting karena terkait dengan kelangsungan bangsa ini di masa mendatang. Dimana generasi emas yang dipersiapkan diharapkan mampu mengubah dan membawa Indonesia ke arah lebih baik. Tentunya peran aktif semua pihak baik Pemerintah maupun masyarakat dari berbagai elemen diharapkan dapat memperhatikan dunia pendidikan dengan penuh keseriusan dan rasa peduli yang tinggi.

Selamat merayakan Hardiknas dan Harkitnas. Mari bersama-sama mengembangkan pendidikan dalam hal apapun bentuk dan penerapannya.


Generasi Emas-1

Generasi Emas-2

Generasi Emas-3

Generasi Emas-4

Generasi Emas-5



Pendukung Jusuf Kalla Rela Kepanasan

Pendukung Jusuf Kalla Rela Kepanasan
Dua minggu mendatang, Ramadhan bakal tiba. Puasa sebulan penuh lamanya, berbagai kegiatan pun dilaksanakan di seantero Indonesia. Bulan sebelumnya, Pramuka melaksanakan Perkemahan Jum'at Sabtu Minggu (PERJUSAMI). Kali ini giliran Palang Merah Indonesia (PMI) melaksanakan Jumpa Bakti Gembira (JUMBARA) Palang Merah Remaja (PMR) se-Kabupaten Bantaeng. Berlangsung sejak tanggal 15 Juli 2011 kemarin dan akan berakhir tanggal 19 Juli 2011 lusa. Ratusan peserta tingkat Madya dan Wira dari berbagai sekolah ikut ambil bagian dalam kegiatan tersebut. Sesepuh PMI Butta Toa Cabang Bantaeng (Andi Burhanuddin Syaggaf) menjelaskan, JUMBARA bertujuan untuk menggali potensi para relawan Madya dan Wira atas latihan yang selama ini dilaksanakan di sekolah masing-masing sekaligus memberikan penilaian, memantapkan dan memberikan penghargaan atas jerih payahnya. Tidak hanya itu, menurutnya dengan JUMBARA para relawan dapat bertukar informasi, membangkitkan semangat perdamaian dan persatuan. Termasuk di dalamnya dapat mempererat persaudaraan antara Pembina, Guru, Pelatih dan Relawan serta antar Relawan itu sendiri.

JUMBARA jangan sekedar dijadikan sebagai ajang lomba saja, meski pada dasarnya dalam kegiatan ini berkaitan erat dengan perlombaan. KAENG atau Karaeng Boer yang juga akrab disapa Bung Tomo oleh Komunitas Radio 2 Meteran, menekankan kepada setiap Panitia yang tergabung dalam Korps Suka Rela (KSR) Butta Toa agar mengarahkan dan memberikan pembinaan terhadap Relawan Madya maupun Wira bilamana dalam pelaksanaan lomba masih mengalami kendala. Hal ini dilakukan demi mempersiapkan PMR Madya dan Wira yang siap menjadi generasi penerus PMI di masa mendatang.

JUMBARA PMR ke-III se-Kabupaten Bantaeng Tahun 2011 mengambil Tema Ceria, Cerdas dan Bersahabat (Cheerful, Smart and Friendly) dengan Sub Tema Berprestasi, Berkreasi dan Meningkatkan Keterampilan untuk Kemanusiaan yang mengambil lokasi di Lapangan Sambang Katimbang, Kamp. Pullauweng, Desa Ulugalung, Kecamatan Eremerasa, Kabupaten Bantaeng. Peserta sebanyak 207 orang Relawan dan 36 orang Pembina, terdiri dari :

Madya
  • SMP Neg. 2 Bissappu
  • SMP PGRI Campagaloe
  • SMP Neg. 2 Gantarang Keke
  • SMP DDI Mattoanging
  • Mts. Hasyim Ashari (Tanetea)
  • MTs. Ma'Arif Puro'ro
Wira
  • SMA Neg. 1 Bantaeng
  • SMA Neg. 1 Bissappu
  • SMK Yayasan Mega Anugerah (Rappoa)
  • MA Nahdhatul Tawalib Tompong
Diharapkan melalui JUMBARA ini akan mewujudkan Remaja PMI yang berkarakter dan berbakti kepada masyarakat. PMR dapat menjalin dan mempererat persahabatan nasional maupun internasional, mengingat Relawan di bawah panji Palang Merah adalah satu-satunya komunitas independen yang dapat menengahi kubu-kubu yang berseteru. Bercermin pada tokoh Jusuf Kalla (JK) yang juga Ketua Umum PMI dalam penyelesaian konflik GAM di Aceh. Seluruh Relawan, baik dari tingkat Mula, Madya, Wira, KSR, Pembina, Pelatih dan sebagainya kiranya dapat mengikuti jejak petinggi PMI itu. Menanamkan jiwa kepedulian di dalam dirinya. Peduli tanpa pamrih dan tidak mengutamakan kepentingan golongan tertentu meski harus rela kepansanan, kedinginan dan kehujanan.

Support dari berbagai kalangan terhadap kegiatan ini amatlah besar, antara lain :
  • Fire Rescue of Bonthain
  • Brigade Siaga Bencana (BSB) Bonthain
  • Pemerintah Kabupaten Bantaeng
  • Rumah Sakit Prof. Dr. H. M. Anwar Makkatutu Bantaeng
  • Puskesmas Sinoa
  • Sanggar Seni Latar Nusa
  • AMBAE
  • Ambae.exe
  • Gadde-gadde
  • PMI Cabang Bulukumba
  • KSR Panrita Lopi-Bulukumba
  • Baling-baling Adventure Team (BAT)
  • POM
  • TNI
  • Komunitas Seni dan Budaya Bantaeng
  • Komunitas Seni dan Budaya Bulukumba
  • dan Komunitas Jajanan Bonthain
PMR merupakan cikal bakal Relawan PMI yang berkualitas yang mampu menjalankan tugas-tugas kemanusiaan dan menjalin kesinambungan organisasi PMI di masa depan. Olehnya itu, PMR harus dididik, dibina dan dikembangkan sejak dini agar bisa menjadi sosok Relawan yang berkarakter keIndonesia-an, terampil, kreatif dan memiliki jiwa kepemimpinan. JUMBARA merupakan sarana untuk mewujudkan upaya tersebut dengan mengadakan berbagai perlombaan. Sehingga Relawan memiliki bekal sebelum terjun ke lapangan, khususnya dalam menangani korban kecelakaan atau pun bencana. Lomba-lomba yang harus diikuti tiap peserta Madya maupun Wira yakni :

JUMPA
  • Pertolongan Pertama (PP)
  • Pasang Bongkar Tandu (PBT)
  • Cerdas Cermat Kepalangmerahan (KPMR)
  • Dapur Umum Kreasi (DUK)
  • Perawatan Keluarga (PK)
BAKTI
  • Penghijauan/Penanaman Pohon
GEMBIRA
  • Vocal Group
  • Drama Kemanusiaan 7 (Tujuh) Prinsip Dasar Palang Merah dan Bulan Sabit Merah Internasional
  • Panggung Seni Kontingen
  • Olah Raga (Sepak Bola Sarung)
  • Anjang Sana antar Kontingen Peserta
  • Pemilihan Putera dan Puteri Palang Merah Indonesia
  • Pameran Kontingen
  • Lomba Majalah Dinding (ukuran 1x1 M)
JUMBARA tak lain sebagai ajang simulasi penanganan kecelakaan atau bencana. Sehingga anggota PMR siap berperan aktif bersama Relawan PMI lainnya dalam penanganan kecelakaan atau bencana pada kondisi yang nyata. Simulasi adalah bagian tak terpisahkan dari kegiatan lomba. Dengan lomba dimaksud, para Relawan dapat belajar dan memacu semangat untuk terus memperbaiki diri serta menggali potensi dalam dirinya untuk mengabdikan diri dalam kegiatan Kepalangmerahan.

Semangat kemanusiaan mengalir dalam jiwa para Relawan. Angkat tandumu kawan dan songsong pasien di depan mata. Bantu insan lainnya meskipun dia musuhmu.

Salam Kemanusiaan



Pendukung Jusuf Kalla Rela Kepanasan-1

Pendukung Jusuf Kalla Rela Kepanasan-2

Pendukung Jusuf Kalla Rela Kepanasan-3

Pendukung Jusuf Kalla Rela Kepanasan-4

Pendukung Jusuf Kalla Rela Kepanasan-5


Ratusan Muda Mudi Bonthain SIAGA di Stadion

Ratusan Muda Mudi Bonthain SIAGA di Stadion
Sore itu langit menjadi gelap. Padahal sejak pagi hingga siang, terik menyengat kulit layaknya semut menggerogoti gula. Di sekitar area Lamalaka ramai lalu lalang puluhan lelaki paruh baya dengan berbagai aktifitas yang mengundang rasa penasaran.

Ada apa gerangan di Lamalaka ?

Dari kejauhan terlihat 5 (lima) orang lelaki berkumis mengangkat bambu, ada pula yang membopong terpal, matras, gulungan kain berwarna coklat, beberapa ikat patok dan sebuah palu di tangan kirinya. Sementara ibu-ibu sesekali berhenti di tengah jalan menuju Stadion. Betapa tidak, di tangan kanannya panci besar dan di tangan kirinya 3 (tiga) buah ember menemani perjalanannya. Lagi-lagi rasa penasaran Tim Bonthain masih menghantui.

Demi memuaskan rasa penasaran itu, Tim bergerak menuju tujuan yang sama dengan lelaki dan ibu-ibu tadi. Alhasil, barang-barang yang mereka bawa merupakan perlengkapan pelaksanaan Perkemahan yang akan dilaksanakan di Stadion Mini Lamalaka Bonthain mulai besok (Red. today). Perkemahan ini dilaksanakan oleh PRAMUKA SIAGA yang tergabung dari puluhan Sekolah Dasar di Kabupaten Bantaeng, antara lain :
  • Gudep SDN No. 1 Lembang Cina
  • Gudep SDN No. 2 Lembang Cina
  • Gudep SDN No. 3 Lembang Cina
  • Gudep SDN No. 4 Lembang Cina
  • Gudep SDN No. 5 Lembang Cina
  • Gudep SD Inpres Jagong
  • SDN No. 6 Lembang Cina
  • SD Inpres Tappanjeng
  • SDN No. 7 Letta
  • SDN No. 8 Kalimbaung
  • SDN No. 9 Lembang
  • dan puluhan SD lainnya
Ratusan murid/siswa SD berkumpul di lokasi tersebut guna mengikuti PERJUSAMI (Perkemahan Jum'at Sabtu Minggu) mulai tanggal 24-26 Juni 2011. Muda-mudi Bonthain ini kerap dikenal dengan nama PRAMUKA SIAGA, lengkap dengan pakaian seragam Pramuka yang bernuansa cokelat.

Sejak kemarin (tanggal 23 Juni 2011), sebagian SD telah memulai aktifitas mendirikan tenda di lokasi dimaksud. Namun belum terlihat dengan jelas apa gerangan yang akan diadakan disana sejak kemarin. Hari ini, barulah nampak disana sini para SIAGA dan Pembinanya sibuk dengan beragam aktifitas di bumi perkemahan PERJUSAMI. Kegiatan di lokasi masih sebatas menndirikan/menata tenda/kemah dan lingkungan sekitarnya. Kreasi tiap sekolah ditampilkan demi mempercantik tenda/kemah masing-masing. Sementara di luar area perkemahan belum nampak aktifitas kepramukaan/kepanduan karena pelaksanaannya masih disiapkan sampai prosesi Pembukaan dimulai pada pukul 16.00 waktu Bonthain dan sekitarnya (WITA).

Lalu, apa alasan pelaksanaan PERJUSAMI ini ?

Informasi yang dihimpun Tim Bonthain melaporkan bahwa PERJUSAMI ini diadakan dalam rangka memeriahkan Kegiatan/Acara "Penamatan/pelepasan murid/siswa Kelas VI yang baru saja selesai melaksanakan UAN/UAS. Alasan lainnya terkait dengan Proses Belajar Mengajar dunia pendidikan, khususnya PRAMUKA SIAGA yang akan terhenti sementara waktu pada bulan Agustus 2011 mendatang. Setiap tahunnya Pramuka merayakan hari jadinya (Hari Pramuka) pada tanggal 14 Agustus. Pada puncak perayaan tersebut, lazim diadakan perkemahan dimana-mana. Namun, mengingat pada bulan Agustus bertepatan dengan Bulan Suci Ramadhan 1432H bagi umat Islam, maka kegiatan seperti ini otomatis akan terhambat. Oleh karenanya, wajar saja bila dilaksanakan PERJUSAMI saat ini yang bertepatan dengan masa pendaftaraan siswa baru dan menjelang libur Semester.

Tim Bonthain yang menempatkan dirinya sebagai masyarakat berharap agar melalui pelaksanaan PERJUSAMI ini akan terjalin kerukunan yang semakin erat, baik antar PRAMUKA SIAGA PA/PI, antar Pembina maupun antara SIAGA dengan Pembinanya. Sehingga dengan sendirinya akan memunculkan suasana semakin akrab kedua pihak saat melaksanakan Proses Belajar Mengajar (PBM) nantinya di sekolah. Apresiasi patut kita haturkan kepada mereka bahwa selagi negeri ini berada dalam krisis moral dan krisis kepercayaan, para Guru masih dan selalu mencurahkan perhatiannya untuk membangun negeri ini dari sisi perbaikan moral berlandaskan keimanan dan ketaqwaan. Siswa yang menjadi obyek ajar para Guru bisa mengikuti ajaran gurunya dan berlaku baik sejak dini. Tentunya harapan terbesar kita agar Muda-mudi Bonthain ini mampu mempertahankan moralitas yang telah tertanam saat ini hingga kelak, khususnya ketika menempati posisi penting di negeri ini. Sehingga moralitas bangsa yang saat ini kian terpuruk dapat diperbaiki kelak oleh Ratusan Muda Mudi Bonthain dan daerah lainnya di Indonesia.

Salam PRAMUKA...!!!


Ratusan Muda Mudi Bonthain SIAGA di Stadion-1

Ratusan Muda Mudi Bonthain SIAGA di Stadion-2

Ratusan Muda Mudi Bonthain SIAGA di Stadion-3

Ratusan Muda Mudi Bonthain SIAGA di Stadion-4

Ratusan Muda Mudi Bonthain SIAGA di Stadion-5


Back To Top